
Rapat berlangsung cukup lama, Cakra sudah tidak terlalu fokus pikirannya dipenuhi khawatiran pada Erina.
Berulang kali Cakra mengecek jam di tangannya, ia ingin Rapat cepat-cepat selesai supaya ia bisa menelpon Erina.
"Kamu kemana sihh Sayangg"batin Cakra melihat chat yang dikirimkan Cakra masih bercentang satu tandanya Erina belum mengaktifkan ponselnya.
Tepat adzan duhur Rapat di break untuk istirahat, Cakra buru-buru pergi ke ruangannya ia langsung membuka ponselnya dan segera menelpon pada Erina namun tetap tidak aktif sama sekali.
"Tenang Cakra tenang"gumam Cakra menenangkan dirinya sendiri.
Cakra lalu memilih menelpon Kak Dewi siapa tahu Erina sedang sibuk di cafe dan lupa mengabari dirinya.
"Iya Erina ada disini, dia lagi masak di dapur ponselnya nya masih di tas, mungkin Erina lupa menyalakan ponselnya"ucap Kak Dewi.
"Oh iya Kak, aku kira dia kemana syukurlah kalo disana aku titip ya Kak"jawab Cakra.
Setelah menutup telponnya Cakra bisa sedikit bernafas lega, ternyata benar dugaanya Erina memang sedang di Cafe membantu Kakaknya, padahal Cakra sudah berpikiran yang tidak-tidak tentang Erina.
__ADS_1
Setelah pikiranya sedikit tenang Cakra lalu pergi ke mushola, walaupun sudah tahu jika Erina baik-baik saja tapi pikiran dan hati Cakra tetap tidak tenang jika belum mendengar suara sang istri tercintanya itu.
Sementara di Cafe Kak Dewi terpaksa harus berbohong pada Cakra karena sebanarnya Erina tidak ada di cafe dan syukurlah sepertinya Cakra percaya dan tidak bertanya lebih lanjut lagi.
"Kamu kemana sih Erina"gumam Kak Dewi.
Kak Dewi menerima kabar terakhir dari adiknya tadi pagi-pagi jika ia akan izin sebentar pergi ke kampus dan juga Erina memberitahi jika semisal Cakra menanyakan Erina, Kak Dewi harus mencari alasan.
ketika jam 1 siang akhirnya Erina datang ke cafe dengan raut wajah yang tidak bisa diartikan.
"Kamu kemana aja sih? tadi Cakra nelpon Kakak dan nanyain kamu"ucap Kak Dewi menghela nafas akhirnya adiknya datang juga jadi ia bisa tenang jika sewaktu-waktu Cakra datang.
Kak Dewi merasa ada yang di sembunyikan adiknya namun memilih menghargai privasinya.
Untung saja suasana cafe tidak terlalu ramai jadi Kak Dewi bisa menanganinya sendiri.
"Tuh kamu makan siang sana tadi Kakak masakin Mie tek tek sekalian tadi ada yang pesan"ucap Kak Dewi sambil fokus ke arah laptopnya.
__ADS_1
"Engga ah Kak, aku pengen salad aja aku ambil satu yaa nanti aku bayar kok"jawab Erina mengambil satu kotak salad buah.
Selain kopi di cafe Kak Dewi juga menyediakan berbagai menu makanan yang lain seperti Mie tek tek, salad buah dan yang lainnya.
Erina memakan salad buad sambil membuka ponselnya ia begitu terkejut banyak panggilan tidak terjawab dari suaminnya dan juga beberapa pesan masuk.
"Maafin aku Mas"batin Erina lalu membalas pesan Cakra.
"Tumben banget sih makan salad biasanya juga kalo Kakak masak Mie pasti pengen"ucap Kak Dewi yang merasa aneh.
"Kamu ga diet kan?"tanya Kak Dewi memastikan.
"Enggalah, bisa-bisa Bunda marah kalo aky Diet, aku cuma pengen makan buah-buahan aja Kak bukan Diet ya tapi Sehat"jawab Erina tegas.
"Oke awas aja kalo Diet Kakak aduin sama Bunda"
Erina memang tidak Diet tapi sedang berusaha hidup Sehat dengan mengkonsumsi buah-buahan dan makanan sehat yang lainnya.
__ADS_1
Karena tadi Dokter mengatakan jika rahim Erina sehat-sehat saja ia hanya perlu menjaga pola makan yang lebih sehat.