
Sedari pagi Erina membantu Bunda mulai dari bersih-bersih, belanja ke pasar sampai membantu memasak, pak Cakra dan keluarganya akan datang pada sore hari.
" Udah mending kamu istirahat aja sana, ini biar Bunda yang urus" ucap Bunda
" Gapapa Bun aku aja"
" Udah sana Istirahat, nanti jangan lupa pake baju yang Bunda kasih tadi ya dan jangan lupa juga dandan sedikit ya biar makin cantik"
" Hmm yaudah deh Bun, aku istirahat aja"
Erina akhirnya pergi ke kamar, hanya beberapa jam lagi Cakra dan Keluarganya akan datang dan melamar dirinya, Erina seolah masih tidak menyangka, bagaimana Bisa sosok Cakra yang bisa dianggap sebagai Atasan ketika ia Dulu Magang waktu Sekolah Menengah kejuruan sekarang malah tiba-tiba datang melamar.
" Terasa seperti mimpi" gumam Erina yang sedanh berbaring di ranjang kamarny sambil mentap langit-langit kamarnya.
Karena kelelahan, Erina tertidur cukup lama sampai ia mendengar seseorang berteriak mengetuk pintu kamarnya.
" Erina bangunn " teriak Seseorang yang tidak lain adalah sang Kakak Dewi yang sekitar satu jam lalu datang karena sebagai Kakak ia harus hadir di acara penting adiknya dan juga ia sangat penasaran sosok yang telah melamar adiknya itu.
" Iya sudah Bangun" ucap Erina bangun, ia segera mengambil handuknya dan pergi keluar kamar.
" Buruan sana mandi " ucap Kak Dewi yang sedikit kesal
__ADS_1
Erina berlalu melewati Kakaknya dan masuk ke kamar mandi yang berada tepat di samping kamarnya.
\=\=
Erina dan Kak Dewi duduk di kamar, semantar di bawah Cakra dan keluarganya sudah datang.
" Lama bener sih, Kakak penasaram banget pengen liat seganteng apa sih calon adik ipar " ujar Kak Dewi
Erina tidak menjawab, ia berusaha menetralkan hatinya karena sangat gugup pertama kali bertemu dengan keluarga dari Cakra ia takut kedua orang tuanya tidak menerima Erina.
" Ayo waktunya kita keluar" ujar Kak Dewi menggandeng Erina.
sepanjang Jalan menuju tempat berkumpulnya Erina hanya menduduk tidak berani menatap orang-orang.
Erina menatap sekilas lalu memilih menuduk lagi karena malu.
Erina duduk di tengah-tengah Ayah dan Bundanya dan di depannya Cakra serta orang tuanya.
" ini Pak Bu perkenalkan putri Bungsu Saya namanya Erina " ucap Bunda
" Wah Cantiknya, Pantas saja anak saya klepek-klepek" ucap Seorang laki-laki paruh baya yang tidak lain adalah Papa Cakra
__ADS_1
" Iya Pa, calon mantu kita cantik banget"ucap Mama Cakra
Sementara Erina malu-malu karena di puji cantik, sedangkan Cakra berusaha kalem sambil sesekali matanha menatap Erina .
mereka melanjutkan mengobrol kearah serius tentang tujuan mereka datang, Ayah sepenuhnya mempercayakan keputusannya pada Erina, semua mata tertuju pada Erina karena ingin mendengar di terima atau tidaknya lamaran.
" Jadi gimana Nak Erina ?" tanya Papa Cakra
Erina mengucapkan bismillah, ia berdoa dalam hatinya semoga keputusannya memanglah yang terbaik dan semoga saja Cakra benar-benar jodohnya.
" Saya terima Lamaran Pak Cakra" ucap Erina malu-malu
Alhamdulilah semua orang sangat senang, Erina dan Cakra lalu bertukar cincin. setelah itu mereka menentukan tanggal pernikahan dan yang laiinnya.
Cakra mengajak Erina untuk keluar mencari udara segar biarkan para orang tua yang mengurusnya.
" Terimakasih Erina" ucap Cakra memecah keheningan
mereka duduk di bangku dekat kolam ikan, sembari mentap langit cerah di sore hari.
" Terimakasih juga Pak karena telah memilih Saya untuk menjadi istri " ucap Erina tanpq menatap Cakra yang duduk di sebelahnya.
__ADS_1
Cakra tersenyum ingin rasanya ia buru-buru untuk segera halal supaya bisa memeluk tubuh wanita yang sangat dicintainnya itu.