Ruang Dan Waktu

Ruang Dan Waktu
Anniversary


__ADS_3

Kai melewati anak tangga dengan berlari-lari kecil, tangan kirinya memainkan sebuah kunci mobil dan mulutnya bersiul ria, seperti baru pertama kali pergi berkencan dengan wanita pujaannya, padahal hubungan Kaisar dengan Nara sudah berlangsung selama tiga tahun.


"Kai pergi dulu Ma." Pamit Kaisar saat melewati Anika yang masih asyik tertawa sendiri sembari memainkan ponselnya.


"Hati-hati" Jawabnya dengan sedikit tertawa tanpa melhat ke arah Kaisar. Sedangkan pemuda itu hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Mamanya itu, sepertinya baru pertama kali dia melihat Mamanya begitu, entah trend apa yang tengah terjadi di dunia sosial media, yang penting Mamanya bahagia, begitu pikir Kaisar.


Saat sudah berada di dalam mobil, Kaisar memeriksa penampilannya sekali lagi melalui kaca spion mobil, dia menyisir rambutnya menggunakan jari jemarinya.


"Sepertinya aku harus potong rambut besok, ini sudah terlalu panjang." Gumamnya pelan yang kemudian langsung menancapkan gas mobil dengan kecepatan sedang.


Malam itu malam begitu tenang ditengah hiruk pikuk kendaraan berlalu lalang, kota yang tak pernah tidur, begitulah julukan yang disematkan oleh kota tersebut.


Sembari menikmati jalanan, Kaisar mengingat pertama kali perjumpaan dengan Nara dulu, malam ini begitu spesial, malam ini adalah peringatan jalinan asmara mereka yang tepat ke tiga tahun.

__ADS_1


Sebelum menjemput kekasihnya, Kaisar mampir ke sebuah tempat terlebih dahulu yang rupanya adalah sebuah toko bunga.


Pemuda tampan itu memilah bunga yang akan ia hadiahkan kepada Nara. Akhirnya setelah beberapa saat, Kaisar menjatuhkan pilihannya ke bunga mawar yang berwarna merah dan putih yang sudah terbungkus cantik menjadi satu. Dia menciumnya sekilas lalu pergi untuk membayar bunga pilihannya.


Kemudian Kaisar langsung menuju rumah Nara, dia melirik buket bunga yang sudah ia letakkan rapi di kursi belakang, "Cantik sekali, seperti Naraku." Gumamnya pelan, senyum manis terukir indah dibibirnya.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam sampailah Kaisar di rumah Nara, ia memastikan kembali tampilannya agar rapih, saat dia hendak mengetuk pintu rumah, Nara sudah lebih dulu membuka pintu tersebut seakan sudah tau kedatangan Kaisar.


Kaisar membuka tangan kanannya, Nara yang melihat itu langsung melingkarkan tangannya ke tangan Kaisar.


"Sudah siap?" Kaisar memastikan, sekali lagi Nara hanya membalas dengan senyuman dan anggukan kepala sekali.


Kaisar menyingkirkan anak rambut Nara yang menutupi mata indahnya, mendapat perlakuan seperti itu wajah Nara memerah karena tersipu malu. Dibalik sifat dinginnya Kaisar adalah pemuda yang sangat penyayang kepada orang didekatnya. Selain Mamanya, Kaisar juga sangat menyayangi Nara, gadis manis itu merupakan alasan kedua bagi Kaisar agar semangat menjalani kehidupan beberapa tahun belakangan ini, tentu saja alasan yang pertama dan yang paling utama adalah Anika.

__ADS_1


Keduanya kemudian berangkat menuju ke sebuah tempat makan, tempat dimana mereka biasa merayakan hubungan mereka dari tahun ke tahun.


"Sayang." Panggil Nara kepada Kaisar yang sedang menyetir.


"Hem? Apa sayang?"


"Rasanya baru kemarin kamu menyatakan perasaanmu ya, sekarang sudah tiga tahun saja kita bersama."


Kaisar tersenyum tipis kemudian tangan kirinya menggenggam tangan kanan Nara, "Seperti itulah sayang, kalau kita bersama orang yang kita cintai, maka waktu akan berlalu dengan begitu cepat."


"Aku berharap kita akan terus bersama sampai kapanpun, dan kamu akan selalu bersikap manis kepadaku."


"Tentu sayang." Jawab Kaisar yang kemudian mengecup tangan Nara dengan lembut, ia hanya melirik sekilas ke arah Nara karena dia harus fokus menyetir.

__ADS_1


__ADS_2