
Meskipun sudah kembali ke rumah, Adel tetap bersikap murung dan lebih memilih langsung menuju ke kamarnya untuk beristirahat. Tak ada pertanyaan dari Rani maupun Satya, karena mereka berfikir gadis itu kelelahan.
Adel langsung menjatuhkan dirinya ke atas kasur dan baru berniat mengaktifkan ponselnya kembali setelah dimatikan sebelumnya.
Barulah ia membaca pesan yang Kaisar kirim beberapa jam sebelumnya dan langsung terperanjat kaget, "Nggak! Dia nggak boleh datang ke sini, bisa mati aku!"
Gadis itu segera menghubungi Kaisar melalui ponselnya, namun sayangnya tak ada jawaban dari pemuda tersebut. Karena khawatir Kaisar akan benar-benar datang ke rumahnya, Adel mengambil inisiatif untuk menunggu di depan meskipun ia sangat kelelahan.
Adel menuruni anak tangga dengan terburu-buru sampai dia berpapasan dengan Satya yang kebetulan juga sedang menaiki anak tangga.
"Mau kemana kamu?" Tanya Satya ketika melihat Adel.
Adel berhenti sejenak lalu menjawab, "Mau beli seblak sebentar pa di depan." Jawabnya yang kemudian kembali berjalan menuruni anak tangga tanpa menunggu perkataan Satya lagi.
"Seblak? Barang apa itu?" Satya bergumam pelan dengan raut wajah kebingungan seraya memperhatikan Adel yang sudah berjalan menjauh.
Langit menunjukkan awan gelap karena mendung melanda ibukota, rintik gerimis pun ikut membahasi jalanan. Hal itu tak menyusutkan niat Adel untuk menunggu Kaisar di jalanan sekitar rumahnya.
__ADS_1
Sudah setengah jam menunggu tapi belum ada tanda-tanda kedatangan Kaisar, sedangkan Adel sudah kedinginan menunggu di luar, hal itu karena pakaian mini yang ia kenakan dan Adel belum sempat berganti baju tadi.
"Apa dia nggak jadi ke sini? Syukurlah kalau benar. Kalau begitu aku masuk ke rumah aja lah." Saat Adel membalikkan badan dan siap melangkahkan kakinya untuk pulang, terdengar suara klakson mobil dari belakang yang membuat gadis itu kembali membalikkan badannya.
Sebuah mobil sport hitam terparkir di dekatnya dan keluarlah seorang pemuda tampan nan tinggi berjalan mendekati Adel dengan senyum sumringahnya.
"Cantik sekali pacarku, cocok sama bajunya jadi kelihatan lebih gemesin." Kaisar mencubit pipi Adel dengan gemas.
Adel menepis tangan Kaisar dengan Kasar lalu mengajukan pertanyaan dengan ketus, "Nggak usah basa-basi, mau apa ke sini?!"
Adel tetaplah gadis SMA yang belum bisa mengontrol emosinya dengan baik, sehingga apapun yang Kaisar katakan akan menimbulkan kemarahan baginya.
"Kalo kakak nggak jelas gini mending kakak pulang, aku nggak ada waktu buat ngurusin hal kayak gini!" Ujar Adel seraya mendorong Kaisar pelan.
"Iya iya sabar dong sayang, aku kan cuma becanda, masa gitu aja ngambek." Kaisar meraih kedua tangan Adel kemudian berkata, "Kita ngobrol di taman aja yuk biar enak." Imbuhnya.
Adel melepaskan tangannya dengan cepat, "Nggak!"
__ADS_1
"Ya udah kalo nggak mau, kita ngobrol di rumah kamu aja gimana?" Kaisar tahu kelemahan Adel, bahwa gadis itu sangat takut dan belum siap jika harus mengenalkan Adel kepada orang tuanya, sehingga Kaisar sengaja berkata demikian agar Adel mau menuruti permintaannya.
Adel memijat kepalanya yang mulai terasa pusing, ia menghela nafas kemudian berjalan ke arah mobil Kaisar.
"Loh mau kemana?!" Tanya Kaisar heran.
Tanpa menoleh Adel pun menjawab, "Katanya mau ngobrol di taman?! Ya udah ayuk!"
Kaisar tersenyum bangga karena perkataannya berhasil membuat Adel menuruti permintaannya tanpa protes. Pemuda itu pun lekas berlari menyusul Adel dan membukakan pintu mobil untuknya.
"Pokoknya jam tujuh malam kakak harus anterin aku pulang." Ujar gadis tersebut dengan menunjukkan tatapan tajam.
"Iya-iya bawel! Ya udah masuk ah, ntar keburu hujan." Jawab Kaisar.
Keduanya pun pergi menuju taman kota, tempat biasa mereka bertemu.
Jangan lupa klik rate, vote, like dan komen ya. Jangan jadi silent reader yaa... Terimakasih 💜
__ADS_1