
Seiring berjalannya waktu, hubungan antara Kaisar dan juga Adel semakin dekat. Semesta selalu memberikan cara untuk mempertemukan keduanya.
Kini disebuah taman kota diakhir pekan, Adel tengah menghabiskan waktu sore dengan membaca komik dengan duduk disalah satu bangku yang ada di taman tersebut.
"Ice chocolat with cheese kesukaanmu." Adel melemparkan senyum kepada orang yang menyodorkan minuman tersebut sebelum akhirnya menerimanya.
"Terima kasih kak." Jawabnya yang kemudian langsung meminumnya dengan semangat.
Kaisar melirik komik yang ada ditangan Adel kemudian berkata, "Gue udah baca komik itu sampai tamat tiga kali. Ku akui, alur ceritanya tidak membosankan." Ucapnya yang kini sudah duduk di sebelah gadis berambut hitam panjang itu.
"Oh ya? Kenapa kakak nggak pernah merekomendasikan komik ini padaku?! Ah teganya, aku baru tahu sekarang!" Adel memanyunkan bibirnya tanda merajuk.
Bukannya minta maaf, Kaisar justru menarik bibir Adel dengan cepat, "Nggak usah sok ngambek, gue tahu lo udah baca itu duluan daripada gue."
Adel menggaruk kepalanya yang tidak gatal lalu berkata, "Hehe kakak udah hapal rupanya." Jawab Adel sambil nyengir.
"Cuaca yang cerah, sangat disayangkan kalau cuma dihabiskan duduk di sini." Ucap Kaisar sambil menatap langit biru tanpa awan.
"Mau sepedaan?" Tanya Kaisar kemudian.
__ADS_1
"Eh sepedaan?"
"Iya, kalo lo mau, di taman ini ada yang menyewakan sepeda untuk berkeliling di taman." Jelas Kaisar.
Adel terdiam sejenak, dia terlihat berfikir, "Tapi aku..." Adel terdengar ragu untuk menerima tawaran Kaisar.
"Kalo lo nggak mau nggak apa-apa, gue bisa pergi sendiri dan lo lanjut baca disini." Ucap Kaisar yang sudah beranjak dari tempat duduknya.
Adel mengibaskan tangannya cepat, "T-tidak bukan itu maksudku kak, aku mau saja tapi aku nggak bisa bawa sepeda." Ucap gadis itu dengan sedikit malu.
"Gampang soal itu, yok lah mumpung bagus cuacanya." Ajak Kaisar yang kemudian berjalan lebih dulu tanpa menunggu Adel.
Adel membelalakkan matanya, dia pikir dia akan ditertawakan oleh Kaisar karena dia tidak bisa mengendarai sepeda, sehingga dia sebelumnya ragu untuk berterus terang. Selain itu, Kaisar memang suka mentertawakan kekurangan yang Adel miliki, bukan bermaksud menghina, kekurangan Adel merupakan hal-hal remeh yang membuat siapa saja yang mengetahuinya akan memberikan respon yang sama seperti Kaisar.
Terkahir kali hal yang sampai saat ini masih terekam jelas diingatan Kaisar bahkan mungkin akan diingat dalam waktu yang lama untuk dia gunakan sebagai bahan mengolok-olok Adel ialah, Adel meminta bantuan Kaisar untuk mengalirkan minuman dari botol ke mulutnya, karena cukup sering mendapat olokan dari Kaisar, gadis itu pun enggan memberitahu hal-hal yang tidak bisa ia lakukan.
"Kenapa nggak minum langsung dari mulutku aja, kalo gini kan ribet." Perkataan itu pun masing terngiang-ngiang dikepala Adel hingga membuat bulu kuduknya berdiri jika memikirkannya.
Adel menggeleng kepala keras sebelum berlari kecil menyusul Kaisar yang sudah berjalan jauh darinya, "Hei tungguin kak!"
__ADS_1
Kaisar berhenti dan membalikkan badannya untuk menunggu Adel, "Eaa eaa eaa." Goda Kaisar ketika melihat Adel berlarian ke arahnya.
"Huh menyebalkan!" Adel bergumam lalu seketika menghentikan langkahnya.
"Cepetan bocil, gue tinggal nih!" Teriak Kaisar.
"Ya udah jangan kek gitu, nyebelin banget sih!" Teriak Adel tak kalah keras.
Tak ingin menghiraukan kekesalan Adel, pemuda tampan itu pun kembali melanjutkan langkahnya.
"Hei kakak nyebelin banget sih!" Lagi-lagi Adel berteriak, kali ini dia berlari secepat mungkin agar bisa mencapai Kaisar.
Kaisar hanya melambaikan tangannya tanpa menoleh ke arah gadis yang sedang berlari ke arahnya tersebut.
Setelah berhasil mencapai Kaisar, kemudian keduanya berjalan santai selama beberapa saat sebelum akhirnya sampai di tempat penyewaan sepeda, di taman tersebut memang banyak orang-orang yang memberikan jasa sewa permainan untuk kalangan anak-anak maupun dewasa.
"Pak saya sewa sepedanya untuk satu jam ya." Ucap Kaisar kepada penyedia jasa sewa tersebut.
"Oh iya mas, silahkan pilih salah satu."
__ADS_1
"Ini aja pak, ini sekalian uangnya ya pak." Tak banyak memilih, Kaisar hanya memilih sepeda yang ada didekatnya saja kemudian langsung membayar kepada pemilik sepeda tersebut.
"Ayo naik!" Ajak pemuda tersebut kepada Adel, tanpa ragu Adel langsung membonceng dibagian belakang.