
"itu semua nggak seperti yang kamu pikirkan, Del." Kaisar menjelaskan dengan sungguh.
Karena hujan deras turun sebelum keduanya sampai di taman kota, akhirnya Kaisar memilih berbicara dengan Adel di Starbucks terdekat agar lebih nyaman dan supaya Adel bisa menghangatkan tubuhnya dengan minuman hangat.
"Adel, kenapa diem aja? Kamu nggak percaya sama aku?" Kaisar menggenggam erat kedua tangan Adel.
Setelah penjelasan panjang, akhirnya Adel mau membuka suara, "Apa aku sebegitu nggak pentingnya ya buat kakak?"
DUAR!
Bagai tersambar petir, satu kalimat pertama yang keluar dari mulut gadis itu mampu membuat Kaisar lemas, dia menyalahkan dirinya sendiri karena telah sampai membuat Adel berpikir demikian.
"Nggak! Kenapa kamu ngomong kayak gitu? Kamu tahu kan, kamu sangat berarti untukku?"
Adel menampilkan senyum tipisnya kemudian menjawab, "Kalau aku berarti buat kamu, kamu nggak akan bohong sama aku."
__ADS_1
Tidak seperti gadis seusianya, Adel mampu menghadapi Kaisar dengan cukup tenang. Sebelumnya Adel memang ingin sekali melampiaskan kemarahannya saat bertemu dengan Kaisar, namun saat berhadapan langsung dengan pemuda tersebut, rasa itu sirna begitu saja. Dan Adel mampu bersikap dengan cukup dewasa.
Kaisar tertunduk dalam dengan masih menggenggam erat kedua tangan Adel, "Aku tahu kamu sangat, sangat dan sangat kecewa sama aku. Tapi percayalah, aku bukannya sengaja pergi dengan Nara."
Kaisar kembali menatap Adel dengan lekat, "Kamu tahu kan? Nara hanya kenal sama aku dan mamaku di kota ini, dia udah nggak punya siapa-siapa lagi jadi aku benar-benar cuma membantu dia, nggak lebih! Kami pergi ke pusat perbelanjaan karena Nara mau membeli keperluan rumahnya dan sekalian dia mau beli baju, setelah itu kami langsung pergi ke rumah sakit, udah itu aja."
"Dan lagi, tadinya Nara mau ikut buat jelasin kalau aku sama dia nggak ada hubungan apa-apa. Tapi aku larang karena takut kamu semakin salah paham." Lanjut Kaisar.
"Aku nggak peduli kalian pergi kemana aja, apa yang kalian lakuin. Cuma satu yang aku pertanyakan, emang susah ya sekedar kasih tau aku kalo kamu mau pergi sama kak Nara, aku juga pingin dihargai kak."
"Iya aku tau aku salah, aku nggak minta izin sama kamu dulu sebelumnya." Kaisar menyadari perbuatannya.
"Maaf, maafin aku..." Genggaman Kaisar semakin erat. Ucapan maafnya tulus dari hati yang terdalam.
Adel menghela nafas panjang kemudian berkata, "Aku nggak tau sama diri aku kak, mungkin aku berlebihan atau gimana karena ini pertama kalinya aku pacaran. Tapi maaf, rasanya sakit banget lihat kamu jalan sama cewek lain dibelakang aku meskipun niatmu membantu."
__ADS_1
Kaisar segera menggelengkan kepalanya lantaran mendengar ucapan Adel, "Nggak, jangan minta maaf, kamu nggak salah, Nadellaku nggak boleh minta maaf."
"Sampai aku sempat berpikir kalau aku lah yang masuk ke hubungan kalian."
"Nggak ada yang masuk ke hubungan siapapun. Hubungan kita bukan kesalahan, jadi tolong sayang, jangan bicara seperti itu." Kaisar mencoba meyakinkan Adel.
Kaisar menatap lekat Adel dan kembali berkata, "Aku yang salah, aku juga yang harus disalahkan dan minta maaf. Aku yang kurang menghargai kamu dan bertindak semauku. Aku sangat menyesal, sungguh!" Ujarnya.
"Apa kakak mau berjanji untuk tidak mengulanginya lagi? Maksudku, bukan aku melarang kakak pergi dengan kak Nara, tapi aku mau kakak berjanji untuk selalu memberitahuku kemana dan dengan siapa kakak pergi." Pinta Adel.
"Pasti! Akan ku lakukan apapun untukmu." Kaisar menjawab dengan antusias.
Menurut Kaisar, dia memang salah dan Adel tidaklah berlebihan atas sikapnya yang demikian. Rasa cemburu itu wajar dirasakan oleh gadis manapun, selama Kaisar menyadari bahwa dia salah, dia akan menerimanya tanpa perlawanan dan sebisa mungkin memperbaiki hubungannya saat itu juga.
"Terima kasih banyak kak." Setelah pembicaraan panjang, barulah Adel mau menapakkan senyum manisnya.
__ADS_1
"Kenapa harus berterima kasih? Itu sudah menjadi tugasku." Kaisar pun tak mau ketinggalan ikut memamerkan senyumnya.
Pemuda itu merasa lega karena hubungannya dengan Adel kembali membaik dan kesalahpahaman pun dapat diselesaikan dengan baik juga.