Ruang Dan Waktu

Ruang Dan Waktu
Salah Paham


__ADS_3

Rani dan Adel keluar dari toko baju dengan tertawa renyah entah, apa yang mereka bicarakan sehingga mereka tak memperhatikan jalan dengan benar hingga menabrak seseorang yang hendak masuk ke toko yang sama.


Adel tak sengaja menabrak orang tersebut hingga barang bawaannya terjatuh, dengan sigap Adel mengambil barang tersebut sembari berkata, "Maaf, saya kurang memperhatikan jalan." Ucapnya sembari menyodorkan barang yang baru saja diambilnya itu.


Namun gerakannya terhenti kala melihat siapa yang tertabrak olehnya. Kaisar berdiri mematung ikut tak menyangka akan bertemu Adel di pusat perbelanjaan tersebut.


"Kakak?!" Ucap Adel lirih, lalu matanya melirik ke arah gadis yang berdiri di samping Kaisar.


"A-adel kamu di sini?" Kaisar bertanya dengan gugup.


Rupanya Kaisar pergi berbelanja dengan Nara, nahasnya dia tak memberitahu Adel sebelumnya hingga kini terjadi kesalahpahaman.


"Eh kamu Adel kan?" Kamu kesini sama siapa?" Nara bertanya di tengah-tengah keduanya.


"Adel... Yuk." Rani mengajak Adel untuk pergi dari sana.

__ADS_1


"Maaf kak tadi aku nggak sengaja." Ucap Adel dengan wajah kecewa sembari menyerahkan belanjaan Kaisar yang dijatuhkannya lalu pergi tanpa berkata apapun lagi.


"Del, tunggu!" Kaisar berusaha mengejar Adel yang berjalan cepat namun tangannya ditahan oleh Nara.


"Kai, mau kemana? Kita harus cepat sebelum pergi ke rumah sakit."


Kaisar menatap kepergian Adel hingga hilang dari pandangan, pemuda itu mengumpat dalam hati karena menyadari dia telah membuat kesalahan yang fatal. Di dalam benaknya dia memikirkan cara untuk menjelaskan kepada Adel agar gadis itu tidak salah paham atas apa yang baru saja dilihatnya.


Kaisar sebenarnya enggan untuk menemani Nara dan ingin sekali rasanya mengejar Adel, namun jika dijelaskan sekarang pun masalah tidak akan selesai begitu saja, dan lagi dia sudah berjanji untuk menemani Nara. Dengan berat hati, akhirnya Kaisar menemani Nara untuk apapun yang ia lakukan.


"Padahal hari ini aku mau ajak Adel motoran keliling kota, tapi karena dia sakit aku juga nggak bisa maksa." Kaisar bergumam pada dirinya sendiri sembari menatap langit-langit kamar dengan wajah masam.


Pemuda itu pun sama sekali belum meninggalkan kasurnya sejak bangun dari tidurnya. Merasa bosan karena tidak ada hal yang ia lakukan, akhirnya Kaisar memilih untuk memejamkan matanya lagi. Namun sebelum sempat terlelap, ponselnya berdering tanda panggilin masuk.


Dengan malas Kaisar meraih ponselnya yang berada di atas nakas, terlihat nama Nara tertera di layar ponsel.

__ADS_1


"Hallo, ada apa Nara?" Tanya Kaisar dengan suara serak khas bangun tidur.


"Iya aku senggang sih hari ini. Kenapa? Kamu butuh sesuatu?"


"Hari ini? Nggak minta pak Andi buat anterin?"


Kaisar diam beberapa saat berfikir untuk mengiyakan permintaan Nara atau harus menolaknya untuk menjaga perasaan Adel.


"Oh iya hallo, nggak kok aku nggak diem ya udah kalau gitu, aku siap-siap dulu nanti langsung kesana."


"Nggak kok aku nggak sibuk, ya udah aku matiin telfonnya ya, bye."


Kaisar menghela nafas panjang sebelum mengumpulkan niat untuk beranjak dari kasurnya dan mempersiapkan diri. Rupanya Nara menelfon karena ingin meminta tolong Kaisar untuk mengantarnya ke pusat perbelanjaan lantaran ada sesuatu yang perlu dibelinya sekaligus pergi ke rumah sakit karena hari ini adalah jadwal pemeriksaanya. Dan Kaisar yang merasa kasihan Nara tidak ada yang menemani, akhirnya pun menyetujui permintaan tolong tersebut meskipun secara sadar hati kecilnya merasa janggal saat mengiyakan permintaan Nara.


Dan benar saja, tanpa disangka sebelumnya, Kaisar harus berpapasan dengan Adel di pusat perbelanjaan yang membuat kesalahpahaman itu terjadi. Kesalahan yang dibuat oleh Kaisar adalah, dia tidak berusaha meminta ijin dengan Adel sebelumnya.

__ADS_1


Jangan lupa klik rate, vote, like dan komen ya. Jangan jadi silent reader yaa... Terimakasih 💜


__ADS_2