Ruang Dan Waktu

Ruang Dan Waktu
Titik Terang


__ADS_3

Kaisar dan Adel berbagi cerita tentang banyak hal, latar belakang keluarga yang hampir sama, bahkan tanpa keduanya sadari masalah mereka saling terhubung satu sama lain, membuat keduanya semakin mengenal dan akrab.


"Eh gue mau tanya satu hal sama lo." Ucap Kaisar.


"Apa pak?" Jawab Adel.


Kaisar melipat tangan di depan dada, "Kenapa tiba-tiba lo panggil gue dengan sebutan pak?"


"Ah itu.... Ya karena sepertinya tidak sopan kalau saya berbicara informal dengan bapak." Jawab Adel malu-malu.


"Maksud lo? Kok aneh ya sebelumnya lo petakilan dan sekarang jadi kalem gini?" Kaisar menggelengkan kepalanya pelan sebelum melanjutkan, "Kalau diingat-ingat itu semua terjadi setelah gue bantuin lo di restoran itu, atau jangan-jangan..."


Kaisar tiba-tiba tertawa yang membuat Adel bingung, "Atau jangan-jangan lo ngira kalau gue ini anak pejabat kepolisian?" Tanya Kaisar dengan masih tertawa.


Adel tidak menjawab, ekspresinya menunjukkan dia semakin bingung tidak tahu dengan apa yang dimaksud Kaisar. Kaisar yang melihat itu tawanya semakin keras bahkan pemuda itu sampai terbatuk.


"Adel... Adel... Rupanya kau ini gadis yang polos." Kaisar memegangi perutnya yang sakit akibat tertawa terbahak-bahak.


"Maksud bapak?"


"Heh lo masih belum paham juga? O'on banget si, sini gue kasih tahu gue itu cuma gertak doang waktu nolongin lo di restoran, biar orang yang nggak tahu diri waktu itu percaya kalau gue anak pejabat dan nggak gangguin lo lagi." Jelas Kaisar.

__ADS_1


Adel membelalakkan matanya serasa di tipu selama ini, "Hah?! Jadi lo bohongin gue?" Ucap Adel yang sudah berdiri dari tempat duduknya.


"Heh duduk! Biasa aja kali nggak usah lebay, lagian gue nggak bohongin lo ya, lo nya aja yang main percaya gitu aja."


Adel kemudian duduk, dia menatap Kaisar dengan tatapan tajam seolah siap untuk menerkamnya.


"Apa?" Tanya Kaisar yang mendapat tatapan itu, bukannya takut Kaisar justru menganggap itu sebagai hiburan.


"Tau ah! Nyesel gue bicara sopan sama lo!"


"Hahahaha makanya lain kali itu nanya, bocil... Main tangkap gitu aja, pantes lo o'on." Kaisar menggelengkan kepalanya dengan tawa yang masih tersisa.


Adel tidak mau menanggapi lagi, dia memasang wajah masam karena merasa dibohongi oleh Kaisar selama ini. Gadis itu memilih melampiaskan amarah dengan memakan semua makanan yang ada dihadapannya, melihat itu Kaisar ingin sekali tertawa, tapi dia tahan karena sedikit Kasihan melihat Adel yang sudah sekesal itu.


Adel yang mengetahui itu segera membersihkan bibirnya namun tidak tepat sasaran.


"Bukan itu, sebelahnya lagi." Ucap Kaisar lagi namun Adel tetap salah membersihkan area bibirnya yang terkena saus.


Melihat Adel masih tetap salah, dengan reflek Kaisar mengulurkan tangannya untuk membersihkan bibir Adel, "Nah udah." Ucap Kaisar sambil tersenyum yang membuat Adel seketika membeku.


"Apa ini? Kenapa dia melakukan ini sih!" Hati Adel berteriak lantang mendapat perilaku manis seperti itu.

__ADS_1


"Nggak usah salting..." Seolah tahu isi pikiran Adel, pemuda itu mengambil kesempatan untuk menggodanya.


"Apaan sih!" Jawab Adel sewot, dia pura-pura memasang wajah masam walaupun apa yang dikatakan Kaisar itu benar.


"Kaisar, kamu ngapain disini?" Tanpa Kaisar ketahui, Nara tiba-tiba menghampiri keduanya.


"Lagi makan." Jawab Kaisar singkat meskipun dia sedikit terkejut dengan kedatangan Nara.


"Kok sama Adel?" Tanya Nara.


"Iya sengaja." Jawab Kaisar singkat.


Adel yang merasa tidak enak segera menengahi, "Kak maaf, tadi kami nggak sengaja ketem-" Belum sempat Adel menjawab, Kaisar sudah lebih dulu memotongnya.


"Kamu diam aja!" Perintahnya kepada Adel.


"Apaan sih, jangan-jangan kalian selingkuh ya di belakang aku?!" Ucap Nara yang menuduh keduanya.


Kaisar justru tertawa mendengar tuduhan Adel, "Selingkuh? Bukannya kamu yang selingkuh?" Pertanyaan Kaisar tidak hanya membuat Nara bingung tapi juga Adel yang ada disana.


"Bicara apa sih kamu, jangan nuduh sembarangan ya."

__ADS_1


"Harusnya gue yang bilang gitu." Kaisar membuka ponselnya, dan beberapa saat kemudian ponsel Nara berbunyi, "Lihat apa yang gue kirim ke lo." Lanjutnya.


Nara terkejut setelah melihat pesan yang Kaisar kirim kepadanya.


__ADS_2