
"Kaisar, apa kamu bisa berjanji untuk tidak meninggalkanku lagi?" Tanya Nara tiba-tiba yang membuat Kaisar seketika terdiam.
Kaisar terdiam cukup lama sampai membuat Nara memanggilnya, "Kaisar?!"
"Eh iya kenapa?" Kaisar bertanya dengan tergagap.
Nara mengulangi pertanyaannya, "Apa kamu bisa berjanji untuk tidak meninggalkanku lagi?"
Pelan-pelan Kaisar melepaskan pelukannya, pemuda itu menunduk penuh kebimbangan, "Soal itu aku..."
"Aku tidak punya siapa-siapa lagi disini, kerabatku sibuk dengan keluarga mereka masing-masing. Di sini aku hanya punya kamu." Nara berkata dengan penuh kesedihan.
Sungguh Kaisar tidak bisa membuat janji itu begitu saja, dia harus menjaga perasaan Adel yang kini ada dihatinya.
Melihat Kaisar hanya diam dengan pikirannya, membuat Nara kembali berkata, "Nggak apa-apa Kai, aku nggak memaksamu. Aku tahu ini bukan hal yang mudah."
"Tapi setidaknya, tolong bantu dan temani aku agar aku bisa sembuh dari trauma ini." Lanjut Nara yang berkata sembari memaksakan senyumnya.
Kaisar yang merasa iba pun tanpa pikir panjang mengiyakan permintaan Nara, "Iya aku janji akan selalu ada untukmu."
__ADS_1
Sorot mata Nara seketika berbinar bahagia mendengar Kaisar yang berjanji untuknya.
"Benarkah? Terima kasih Kai. Aku juga akan berjanji untuk sembuh secepat mungkin." Ucap Nara kemudian berhambur ke pelukan Kaisar.
Entah apa yang ada dipikiran Kaisar, tanpa pemuda itu sadari, dia telah menyakiti hati gadis yang telah memiliki hatinya.
"Sekarang tidurlah." Ucap Kaisar kemudian menuntun Nara kembali ke kamarnya.
Setelah mengantar Nara ke kamarnya, Kaisar kembali duduk di sofa, pemuda itu menghela nafas berkali-kali merenungi pembicaraan dengan Nara tadi.
"Apa yang sudah ku lakukan?" Kaisar mengacak-ngacak rambutnya kemudian bersandar ke sofa dengan lemas.
Rupanya pemuda itu baru menyadari telah membuat kesalahan yang bisa saja menyakiti hati Adel. Bagaimana tidak, Kaisar adalah tipe pemuda yang sangat memegang teguh janjinya bahkan hampir sama sekali tak pernah ia ingkari janji yang dia buat sendiri.
Pemuda itu memilih untuk tidur meski matanya sulit terpejam.
***
Adel bangun dari tidurnya dengan perasaan yang bahagia, yang biasanya dia hampir tidak pernah memeriksa ponsel setelah bangun tidur, tapi kini hal pertama yang dicarinya setelah bangun tidur adalah ponsel.
__ADS_1
Senyumnya semakin mengembang karena hal pertama yang dilihat dari ponselnya adalah pemberitahuan pesan dan panggilan dari orang yang istimewa. Terlihat dari pemberitahuan ada tujuh pesan dan lima panggilan tak terjawab.
Bangun Nadella Putri! Atau ku culik sekarang juga!
Salah satu pesan pertama yang Adel dapat dari Kaisar setelah keduanya menjalin hubungan.
Iya bawel!
Balas Adel, meskipun di pesan menggunakan emoticon kesal, namun yang sebenarnya terjadi adalah Adel tak henti-hentinya tersenyum sumringah.
Ah akhirnya bangun juga, selamat pagi sayangku. Mandi dan jangan lupa sarapan.
Balasan dari Kaisar tersebut berhasil membuat Adel kegirangan, gadis yang masih berbaring itu menutupi wajahnya kembali dengan selimut sembari menghentakkan kakinya di tempat tidur.
"Aaaa apa si kenapa dia begitu kan aku jadi malu." Gadis itu berkata pelan di balik selimutnya antara senang dan malu karena balasan dari Kaisar, bahkan wajahnya yang putih seketika memerah.
Adel merubah posisi ke duduk lalu memegangi dadanya kemudian berkata, "Kok deg-degan?" Tanyanya pada diri sendiri.
Adel melihat balasan dari Kaisar sekali lagi sebelum membalasnya.
__ADS_1
Iya, kamu juga jangan lupa sarapan.
Senyuman sama sekali tak menghilang dari bibir gadis itu hingga ia bangkit dari tempat tidurnya bersiap untuk membersihkan diri lalu pergi ke sekolah.