Ruang Dan Waktu

Ruang Dan Waktu
Lima Tahun Lalu Part 3


__ADS_3

Pagi itu semua orang dikejutkan oleh seorang tahanan wanita yang terkapar tak berdaya dengan darah yang mengalir deras dari kepala.


Beberapa petugas lapas dan tahanan yang lain tak menyangka bahwa wanita itu akan melakukan tindakan nekat di luar batas.


Rani sudah tak sadarkan diri, wajahnya pucat karena kehilangan banyak darah. Dari situasi yang terlihat, sepertinya hal itu terjadi sejak tadi malam. Petugas medis segera dipanggil untuk memberikan pertolongan pertama sebelum akhirnya Rani dibawa ke rumah sakit.


"Dasar wanita gila, ini bukan pertama kalinya dia berbuat seperti itu." Ujar salah seorang petugas yang ikut membawa Rani ke rumah sakit.


Petugas yang lain menyahuti, "Benarkah?"


"Iya, beberapa bulan sebelumnya dia pernah menggunakan bajunya untuk g*ntung diri, tapi untungnya ada petugas yang melihatnya dan langsung mencegah hal itu terjadi."


Petugas itu hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar cerita dari rekannya.


"Apa kamu sudah menghubungi pihak keluarganya?" Tanya petugas yang lebih senior itu.


"Sudah, mereka langsung menyusul ke rumah sakit."

__ADS_1


Setelah mendapat kabar tentang Rani, Satya langsung meminta sopir untuk mengantarnya ke rumah sakit saat itu juga. Tak lupa, dia menjemput Adel terlebih dahulu yang saat pada itu tengah berada di sekolah.


"Rani, kali ini apalagi yang kamu lakukan?" Satya bergumam dengan kecemasan memenuhi kepalanya.


"Pa, kenapa mama sampai dibawa ke rumah sakit?" Pertanyaan Adel membuat Satya tersadar dari pikirannya.


"Entahlah nak, papa juga belum tahu. Sebaiknya kita berdo'a saja ya, supaya mama baik-baik saja." Jawab Satya.


Tak ada pertanyaan lebih lanjut, keduanya sibuk dengan kecemasan masing-masing.


Di rumah sakit, Rani langsung mendapatkan penanganan dengan baik. Kepalanya mendapatkan beberapa jahitan akibat luka yang cukup dalam.


"Dokter belum keluar pak. Tapi Ibu Rani sudah mendapatkan penanganan." Jawab petugas laki-laki itu.


Ada sedikit perasaan lega ketika mengetahui Rani mendapat penanganan dengan cepat, Satya dan Adel pun ikut menunggu dengan dua petugas yang ada di sana. Hingga beberapa saat kemudian dokter dan beberapa perawat keluar dari ruang UGD.


Satya segera menghampiri dokter tersebut dan bertanya, "Bagaimana kondisi Rani dok?"

__ADS_1


"Pasien tidak apa-apa, lukanya juga sudah dijahit. Tapi saat ini masih belum sadarkan diri." Jawab dokter tersebut.


"Syukurlah, terima kasih dok." Ucap Satya.


Dari penjelasan dokter, Rani harus dirawat selama beberapa hari karena selain luka di kepalanya juga kondisinya yang menurun akibat tidak pernah menjaga kesehatan dengan baik selama di penjara. Satya segera mengurus semua itu agar mendapat persetujuan dari pihak lapas, dan tentu saja dengan berbagai persyaratan yang harus dipenuhi, seperti misalnya harus ada beberapa penjaga yang ikut menjaga Rani di rumah sakit, agar mencegah tahanan yang bisa melarikan diri kapan saja dari rumah sakit.


***


Malam sebelumnya ketika semua orang sudah tidur dan keadaan dirasa cukup aman, bahkan petugas yang lengah dari penjagaan karena menganggap situasi aman terkendali, Rani nekat membenturkan kepalanya sampai berulang-ulang kali ke dinding ruangan.


Hal itu dia lakukan supaya membuat dirinya bisa kabur dari penjara dengan melukai dirinya sendiri.


Rani terus membenturkan kepalanya ke dinding dalam waktu yang cukup lama, bahkan saat kepalanya sudah mulai mengeluarkan darah pun, tak kunjung membuat wanita itu berhenti seolah tidak merasakan sakit sedikitpun.


Buk buk buk


Hal itu terus dia lakukan berulang-ulang sampai pada akhirnya kepalanya mendapat luka yang cukup dalam dan sampai mengucurkan banyak darah yang membuat dia tak sadarkan diri selama sepanjang malam.

__ADS_1


Hallo kakak, jangan lupa dukung karya "Ruang dan Waktu" dengan cara like, vote, rate, komen dan share yaa... Dukungan dari kalian sangat berarti untuk author agar semangat menulis. Terimakasih sebelumnya untuk kalian yang setia mendukung karya saya. Semoga sehat selalu dan bahagia...☺️🙏


__ADS_2