
Kaisar tiba-tiba berjongkok dihadapan Adel, "Naik!" Titahnya sambil menunjuk punggungnya.
"Mau ngapain?" Tanya Adel bingung.
"Kakimu kan sakit, kalo jalan ke arah parkir pasti lama. Sini gue gendong biar cepet sampe ke mobil." Jawab Kaisar.
Melihat Adel hanya berdiam diri, Kaisar kehilangan kesabaran, "Ayo cepet naik!Waktunya udah mau malem!"
Adel bergegas naik ke punggung Kaisar dengan hati-hati.
"Udah?" Tanya Kaisar saat Adel sudah naik ke punggungnya.
"Udah kak." Jawab Adel malu-malu.
Kaisar berusaha keras untuk berdiri, dia bahkan hampir kehilangan keseimbangan, "Ternyata lo berat banget ya walaupun badannya kecil."
"Ya udah si, turunin aja disini." Jawab Adel dengan nada kesal.
"Gitu aja ngambek." Goda Kaisar.
Kaisar tiba-tiba menghentikan langkahnya ketika dia berhadapan dengan orang yang dikenalnya.
"Kaisar?" Nara menyapa dengan wajah yang sedikit terkejut.
Adel pun sama terkejutnya, dia meminta turun dari gendongan Kaisar.
"Kak Nara? M-maaf kak, ini nggak seperti yang kakak pikirkan." Adel yang belum mengetahui hubungan Kaisar dan Nara telah berakhir mencoba menjelaskan.
__ADS_1
Kaisar menarik tangan Adel lalu menggelengkan kepalanya pelan sebagai tanda untuk Adel tak berkata atau menjelaskan apapun lagi.
"Kalian... Apa kalian pacaran?" Tanya Nara.
"Iya." Jawab Kaisar.
"Tidak." Jawab Adel.
Keduanya serempak menjawab bersamaan namun dengan jawaban yang berbeda.
Nara menyipitkan matanya karena merasa curiga, "Iya atau tidak?"
Kaisar memberi tatapan tajam ke arah Adel sebagai isyarat agar gadis itu diam. Di sisi lain Adel tak mengerti apa yang terjadi, kenapa Kaisar mengiyakan pertanyaan dari Nara, karena yang Adel ketahui mereka berdua masih menjalin hubungan.
"Mau kami pacaran atau nggak, memangnya apa urusanmu? Toh kita udah nggak ada hubungan apa-apa lagi." Ucap Kaisar.
Nara beralih ke Adel, "Aku betul-betul nggak nyangka, gadis polos sepertimu yang pernah ku bantu tega menusukku dari belakang.".
"M-maaf kak Nara, t-tapi ini sem-" Sebelum sempat Adel menjelaskan, perkataannya dipotong oleh Kaisar.
"Apa maksud lo menyalahkan Adel seperti itu? Lo bilang apa tadi, nusuk dari belakang? Kayaknya lo butuh ngaca deh." Ucap Kaisar tanpa memikirkan perasaan Nara.
Nara sudah hampir meneteskan air mata, dengan suara yang bergetar gadis itu berkata, "Maksud kamu apa Kai? Kamu masih marah sama aku? Kenapa kamu ungkit hal itu lagi?"
"Lo sendiri yang mulai, lain kali kalo mau nyalahin orang lain, lihat dulu diri lo sendiri. Lo sakit hari sama perkataan gue? Sorry, gue nggak peduli."
"Jahat banget kamu Kaisar!"
__ADS_1
Kaisar tak mau menanggapi Nara lebih jauh, pemuda itu lekas memapah Adel untuk pergi dari tempat itu.
Namun baru beberapa langkah dia berjalan, Kaisar membalikkan badannya dan berkata kepada Nara, "Mulai hari ini stop ngurusin hidup gue. Karena gue juga udah nggak peduli mau bagaimana lo di luar sana!" Ucapnya dengan nada dingin.
Lagi-lagi Nara hanya mampu menangisi kepergian Kaisar.
"Kak, kamu nggak seharusnya bicara kayak tadi sama kak Nara." Adel membuka suara setelah keduanya sudah berada dalam mobil.
"Itu keterlaluan tau, aku aja yang denger ikut sakit hati." Lanjutnya.
"Ya elo tinggal tutup telinga lah kalo nggak mau denger." Jawab Kaisar sekenanya tanpa menoleh sedikitpun ke arah Adel.
Adel rasanya ingin menjambak pemuda yang ada di sampingnya itu, namun dia berusaha untuk menahan emosinya.
Dengan ragu Adel bertanya dengan hati-hati, "Maaf kak, tapi sejak kapan kalian putus?"
Bukannya jawaban, Adel justru mendapat tatapan tajam dari Kaisar, yang membuat gadis itu segera menutup mulutnya rapat-rapat dan tak mau melanjutkan pembicaraan.
Di tengah-tengah perjalanan pulang, secara tiba-tiba Adel meminta Kaisar untuk mengentikan mobilnya, karena Adel seperti melihat papa sambungnya yang tak lain adalah Rendra.
"Ada apa? Apa yang lo lihat?" Tanya Kaisar dengan nada kesal karena Adel tak melihat situasi jalanan yang ramai dan langsung menyuruhnya berhenti.
"Papa... Aku lihat papa sambungku kak." Jawab Adel dengan suara yang sedikit bergetar.
"Dimana?" Kaisar ikut melongok ke arah jendela mobil.
"Sebentar aku turun dulu." Ucap Adel dan langsung keluar dari dalam mobil tanpa menunggu jawaban dari Kaisar.
__ADS_1
Kaisar ingin menyusul Adel tapi pemuda itu mengurungkan niatnya, karena berpikir jika itu benar papa sambung Adel, mereka berdua pasti akan membutuhkan ruang untuk bicara beruda tanpa melibatkan orang lain.