
Saat membuka gerbang, Adel dikejutkan dengan adanya mobil Kaisar yang sudah terparkir rapi di hadapannya. Kaisar yang tadinya menunggu di dalam mobil pun segera keluar ketika melihat kedatangan Adel.
Pemuda itu terlihat lebih tampan ketika memakai topi dan kacamata hitam, Kaisar menghampiri Adel kemudian berkata, "Selamat lagi tuan putri."
"Kakak kok nggak bilang kalau ada disini?!" Tanya Adel.
Kaisar mengangkat bahunya dan menjawab, "Aku sengaja, ini namanya kejutan."
"Mulai hari ini, aku akan mengantarmu ke sekolah, kamu nggak perlu naik angkutan umum lagi." Lanjut Kaisar.
Adel memutar bola matanya kemudian menjawab, "Itu berlebihan kak. Lagian aku udah biasa naik angkutan umum."
"Sekarang nggak boleh!" Tegas Kaisar, pemuda itu kemudian membukakan pintu mobil untuk Adel, "Masuklah!" Ucapnya.
Tanpa berkata lebih jauh Adel segera menuruti perintah Kaisar untuk memasuki mobil dan diikuti oleh Kaisar.
Sembari memasang sabuk pengaman, Kaisar terus memandangi wajah Adel, yang menimbulkan pertanyaan dibenak gadis itu.
"Kenapa? Ada yang salah kah dengan wajahku?" Tanya Adel sembari menyentuh wajahnya.
Kaisar tersenyum kemudian menggeleng pelan sebelum menjawab, "Kamu jadi lebih kelihatan seperti anak kecil kalau pakai seragam sekolah kayak gini."
"Mulai deh mulai..." Jawab Adel dengan kesal.
Kaisar hanya menanggapi dengan tertawa kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
__ADS_1
Di dalam perjalanan Kaisar sesekali menatap Adel, dan dia mendapati gadis itu seolah ingin berkata sesuatu namun ragu.
"Ada apa? Ngomong aja nggak usah ditahan." Akhirnya Kaisar yang lebih dulu bertanya.
Adel menatap Kaisar dengan terkejut, "Eh? Kakak tahu ya aku mau ngomong sesuatu."
"Wajahmu itu tidak bisa berbohong. Katakan, ada apa?"
Adel meremas jemarinya, dia takut kalau dia berterus terang hal itu akan menyinggung perasaan Kaisar.
Adel menundukkan kepala kemudian berkata, "Kak... Besok-besok kamu nggak usah jemput aku ke rumah ya, aku berangkat sendiri nggak apa-apa kok."
Dan benar saja, hal itu membuat Kaisar tak bisa menyembunyikan keterkejutannya, "Kenapa? Kamu nggak suka aku antar jemput ke sekolah?"
Adel menatap Kaisar kemudian mengibaskan tangannya menyangkal pertanyaan pertanyaan pemuda itu, "Nggak, bukan itu. Aku senang, sangat senang kakak begitu perhatian, tapi ada hal lain yang aku takuti."
"Orang tuaku." Jawab Adel tanpa menatap ke arah Kaisar sedikitpun.
Di luar dugaan, Adel yang tadinya takut Kaisar akan marah atas permintaannya, tapi pemuda itu justru menganggukkan kepala tanda mengerti.
"Kakak nggak marah?" Tanya Adel lirih.
"Nggak, untuk apa marah? Aku mengerti keadaanmu." Jawab Kaisar tanpa mengalihkan pandangannya dari arah jalanan.
Adel menghela nafas lega kemudian berkata, "Syukurlah, harusnya aku nggak perlu ragu ngomong dari tadi."
__ADS_1
"Kalau aku nggak boleh jemput ke rumah berarti aku boleh jemput dari jalan yang dekat dengan rumahmu?" Adel yang sebelumnya merasa lega kini harus merasa khawatir lagi dengan pertanyaan Kaisar, namun pemuda itu justru memasang wajah santai.
"Ih sama aja kak, nanti kalo ada yang lihat terus laporin kita ke papa gimana?!"
"Ya hadapi aja lah, ngapain harus takut?" Kaisar bertanya sekolah itu bukan hal apa-apa.
Adel frustasi dengan sifat keras Kaisar, "Ya takut lah, kamu kan udah tahu papaku itu kayak apa."
Kaisar melirik Adel sekilas kemudian berkata, "Mau sampai kapan kamu sembunyi dari orang itu? Kamu itu bukan hewan yang dirantai dan harus menuruti tuannya. Kamu juga berhak bahagia dan memilih hidupmu sendiri."
"Tapi sekarang keadaannya nggak semudah itu kak. Ku mohon mengertilah, aku mau berhubungan dengan kamu dengan rasa aman tanpa kekhawatiran apapun." Adel memohon agar Kaisar mau menuruti permintaannya.
"Akan ku buat semuanya jadi mudah." Jawab Kaisar datar.
"Kak..." Panggil Adel lirih.
Kaisar menghentikan mobilnya karena mereka telah sampai di sekolah Adel.
Sebelum Adel turun dari mobil, Kaisar berkata padanya, "Adel selama ada aku, tolong jangan khawatirkan apapun. Aku janji akan melindungimu sehingga kamu bisa merasa aman dari rasa takut." Kaisar berkata lembut sembari mengusap lembut kepala Adel.
Namun hal itu belum bisa membuat gadis itu merasa tenang, bagaimanapun juga Adel lebih tahu keadaannya tidak semudah yang Kaisar katakan.
"Aku masuk dulu." Adel tak menjawab perkataan Kaisar, gadis itu tak mau berdebat lebih jauh dan memilih membicarakannya lagi di waktu yang tepat.
Tangan Kaisar menggantung di udara berniat menghentikan Adel, namun gadis itu turun dari mobil dengan lebih cepat.
__ADS_1
Hallo kakak, salam sehat dari author. Kalau suka novel ini jangan lupa dukung dengan like, komen, rate dan vote ya kak. Author sangat berterimakasih atas dukungan kakak-kakak semua. Semoga kita sehat dan selalu dalam lindungan Tuhan, Aamiin🤲