Ruang Dan Waktu

Ruang Dan Waktu
Kembali Berteman


__ADS_3

"Kaisar maaf ya." Ucap Nara, keduanya sudah dalam perjalanan menunju pulang.


"Hm? Maaf kenapa?" Tanya Kaisar heran.


"Melanjutkan pembicaraan tadi di rumah sakit soal kamu dan Adel."


"Santai aja Nara, nggak ada yang perlu minta maaf atau dimaafkan."


Nara menghela nafas berat kemudian berkata, "Selama ini kamu pasti kesulitan ya? Kamu harus bantuin aku tapi di sisi lain kamu harus jaga perasaan Adel."


Kaisar menoleh ke Nara dan menatapnya dengan senyuman tipis, "Nggak apa-apa, udah nggak usah mikirin hal yang nggak perlu dipikirin." Ujarnya.


"Pasti Adel salah paham ya sama kita yang keluar bareng?" Tanya Nara.


Kaisar mengangguk pelan dan menjawab, "Ya begitulah, tapi nggak apa-apa nanti juga baik lagi."


"Apa perlu ku bantu jelasin?"


"Nggak usah, kamu nggak salah. Disini aku yang salah karena nggak kasih tau dia sebelumnya."


"Beneran? Aku nggak enak nih."


"Iya bener, kalo aku bawa kamu nanti malah takutnya Adel salah paham lagi, udah nggak apa-apa kamu pikirin kesehatan kamu aja, nggak usah mikir yang macem-macem." Jawab Kaisar.


"Hmm baiklah." Sesaat kemudian Nara tiba-tiba membuang muka sembari memasang raut wajah kesal dengan tangan melipat ke dada, "Tapi aku sedikit marah sama kamu!"


"Hah? Marah kenapa?" Tanya Kaisar heran.

__ADS_1


"Dari awal kamu nggak mau jujur soal hubunganmu dengan Adel, kamu pasti berpikir aku nggak akan terima soal itu kan, itu sebabnya kamu nggak mau cerita?!"


Kaisar menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Eh soal itu..."


"Dan lagi, kamu pasti berpikir aku akan cemburu hingga akhirnya aku bakal cari cara untuk terus bergantung sama kamu supaya kamu nggak bisa ketemu sama Adel, iya kan?!" Lanjut Nara sembari menunjuk ke arah Kaisar dengan kesal.


Kaisar tertawa dengan dibuat-buat, "Ha ha ha kamu terlalu berpikiran negatif tentangku, mana mungkin aku begitu!"


Nara melirik Kaisar sinis, "Halah nggak usah ngelak kamu, aku tahu semuanya!" Nara kembali menunjuk ke arah Kaisar, "Asal lo tau ya, gue mungkin pernah ngelakuin kesalahan di masa lalu tapi bukan berarti hati gue busuk, camkan itu baik-baik!" Imbuhnya.


"Kayaknya lo perlu diperiksa lagi deh, gue putar balik ke rumah sakit lagi aja gimana?" Kaisar yang mulai jengah dengan ocehan Nara, mulai berkata sekenanya.


"Ngeselinnya nggak pernah berubah ya? Gue jadi khawatir sama Adel, jangan-jangan dia mentalnya terguncang gara-gara pacaran sama cowok kayak Lo!" Jawab Nara tak mau kalah.


Perdebatan keduanya pun berlanjut hingga cukup lama dan baru berhenti ketika hujan turun membasahi ibu kota.


"Siapa tadi, Del? Temen kamu?" Rani bertanya di sela-sela makannya.


Adel dan kedua orang tuanya tengah menikmati makan siang di salah satu restoran, ketiganya langsung keluar dari pusat perbelanjaan setelah berpapasan dengan Kaisar.


"Iya Tante." Jawab Adel singkat, gadis itu tidak mau berkata banyak.


Adel melirik ponselnya yang berdering beberapa kali namun tak ada niatan untuk menanggapinya karena tau itu dari Kaisar, gadis itu sedang malas untuk berbicara dengan Kaisar karena melihatnya pergi dengan Nara tanpa sepengetahuannya.


"Kenapa nggak diangkat?" Satya yang sedari tadi diam akhirnya membuka suara.


"Nomor nggak dikenal." Jawab Adel bohong.

__ADS_1


Melihat ponselnya terus berdering membuat Adel mengambil inisiatif untuk menonaktifkan ponselnya karena takut akan menimbulkan banyak pertanyaan dari Rani dan juga Satya.


Seketika Adel kehilangan selera makannya jika mengingat kejadian saat di pusat perbelanjaan. Gadis itu pun memutuskan untuk menyudahi makannya.


"Kok udahan makannya? Nggak enak?" Tanya Rani yang melihat Adel mengabaikan makanannya meskipun masih memenuhi piring.


"Adel agak pusing tante, jadi nggak bisa makan."


"Ya ampun, ya udah nanti kita mampir ke rumah sakit ya."


"Nggak, nggak usah tante, cuma pusing aja ini mungkin gara-gara tadi muter-muter di pusat perbelanjaan."


"Beneran nggak usah?" Rani memastikan sekali lagi.


"Iya, Adel ke toilet aja bentar."


"Mau tante anterin?"


Adel yang sudah berdiri itu pun menjawab, "Nggak usah tante, Adel bisa sendiri." Ujar gadis itu dengan tersenyum agar tak membuat Rani terlalu khawatir.


Selepas berkata demikian Adel pergi menuju toilet berniat untuk membasuh wajahnya agar lebih segar.


"Kenapa kamu tega kak? Susah ya kasih kabar ke aku dulu?" Adel berkata pada dirinya sendiri dicermin.


"Sebenernya aku ini siapa? Apa jangan-jangan aku yang masuk dihubungan mereka berdua?" Adel mulai mempertanyakan soal dirinya sendiri.


Adel berdiam di toilet cukup lama dan ketika dirasa sudah cukup tenang, dia kembali ke meja makan.

__ADS_1


Jangan lupa klik rate, vote, like dan komen ya. Jangan jadi silent reader yaa... Terimakasih 💜


__ADS_2