Ruang Dan Waktu

Ruang Dan Waktu
Ungkapan Isi Hati Part 2


__ADS_3

"Gue suka sama lo." Pernyataan Kaisar berhasil membungkam Adel hingga diam seribu bahasa.


Adel menatap Kaisar dengan tatapan tak percaya gadis itu bahkan tak berkedip sekali pun sebelum Kaisar menyadarkannya.


"Del?" Kaisar mengibaskan tangannya di depan mata Adel.


"Eh iya kenapa?" Tanya Adel, barulah gadis itu tersadar dari rasa terkejutnya.


Kaisar memegangi kedua pundak Adel kemudian berkata, "Gue suka sama lo Nadella Putri, gue sayang sama lo!"


Adel langsung menutup wajahnya menggunakan kedua tangan, pundaknya terlihat bergetar, rupanya gadis itu menangis.


"Eh kok nangis? Ada yang salah kah dengan ucapanku?" Kaisar bertanya dengan panik.


Adel menggeleng pelan dengan masih menutupi wajahnya, "A-aku, a-aku nggak tahu harus gimana kak."


"Kamu kaget dan bingung dengan pernyataanku yang tiba-tiba gini ya? Nggak apa-apa kok, kamu nggak perlu jawab sekarang, kamu bisa jawab saat kamu udah siap. Jadi keputusan yang akan kamu ambil bisa tepat."


Adel memberikan diri menatap Kaisar, meskipun matanya merah dan pipinya basah karena menangis, Adel masih tetap terlihat menggemaskan, "Bukan itu maksudku kak, aku nggak tahu harus jawab gimana karena aku juga suka sama kakak."


Kaisar membuka mulutnya tak percaya, pemuda itu mengusap wajahnya dengan kasar kemudian menatap ke atas sambil mengepalkan kedua tangannya ke udara, "Yes!!!"

__ADS_1


"Jadi kita resmi pacaran?" Tanya Kaisar dengan antusias.


Adel tertawa seiring dengan tangisnya, gadis itu mengangguk tak kalah antusias sebagai jawaban atas pertanyaan Kaisar.


"Whoho!!!" Kaisar tak henti-hentinya berteriak girang, pemuda itu meraih Adel ke pelukannya.


Adel menahan diri sebisa mungkin agar Kaisar tak bisa memeluknya, "Kamu mau ngapain? Jangan mesum ya!"


"Apa aku tidak boleh memeluk pacarku sendiri?" Kaisar bertanya dengan ketus.


Adel mengangkat bahu lalu menjawab, "Kata siapa kita sudah berpacaran?"


"Jangan terlalu percaya diri jadi orang." Jawab Adel.


Saat Kaisar hendak membalas perkataan Adel, gadis yang sudah resmi menjadi kekasihnya itu dengan cepat mengecup bibir Kaisar. Sehingga membuat Kaisar berhenti berbicara, bahkan wajahnya memerah karena malu.


Kaisar menyentuh bibirnya sembari berkata, "Apa yang barusan kamu lakukan?" Tanyanya.


Adel menjentikkan jarinya ke dagunya dan berkata, "Memangnya apa yang ku lakukan?"


"Lakukan sekali lagi." Pinta Kaisar.

__ADS_1


"Lakukan apa kak? Kakak ngigau ya? Orang aku daritadi nggak ngapa-ngapain." Adel berusaha tak mengakui perbuatannya.


Kaisar menyeringai tanpa berkedip, membuat Adel sedikit mundur dari duduknya, "Benarkah? Kalau begitu aku yang akan melakukan."


Tiba-tiba suara gemuruh petir menyambar di tengah-tengah hujan membuat dua sejoli yang baru saja mengikat hubungan mereka tersentak kaget.


"Tuh kan makanya jangan mesum!" Adel berkata kepada Kaisar sembari berusaha menahan tawa.


Kaisar hanya membalas dengan lirikan sinis sebelum berkata, "Kita jalan sekarang."


"Iya kak." Jawab Adel.


Keheningan kembali tercipta diantara keduanya, namun kali ini keadaan sedikit berbeda, mereka memang tidak saling bercakap-cakap, namun bahasa tubuh mereka tak bisa bohong. Sembari menyetir, Kaisar tak sedikitpun membiarkan Adel melepaskan genggaman tangannya hingga mereka sampai di rumah Adel.


"Mandi dan langsung istirahat." Kaisar berkata saat Adel bersiap memasuki rumahnya.


Adel mengangguk kemudian menjawab, "Kakak juga hati-hati di jalan."


Kaisar mengecup kening Adel sekilas kemudian berkata dengan tersenyum, "I love you."


Adel seketika mematung mendapat perlakuan tersebut, gadis itu tak menjawab perkataan Kaisar dan langsung masuk ke rumah begitu saja. Melihat tingkah Adel yang masih malu-malu membuat Kaisar merasa gemas sendiri.

__ADS_1


__ADS_2