Ruang Dan Waktu

Ruang Dan Waktu
Usaha Nara


__ADS_3

Setelah mengantar Adel ke rumahnya, sesampainya di rumah Kaisar langsung merebahkan diri ke kamarnya.


"Manis juga." Gumamnya pelan sambil tersenyum ketika menggulir layar ponselnya.


"Eh apa ini, ngomong apa sih gue!" Kaisar memukul mulutnya sendiri kemudian melempar ponselnya ke sembarang tempat lalu memejamkan matanya berniat untuk tidur.


Saat matanya hampir terlelap, tiba-tiba ada suara ketukan pintu. Kaisar setengah duduk dengan bertopang pada tangan kanannya.


"Siapa?" Tanyanya.


"Mama nak, mama boleh masuk?" Tanya Anika dari balik pintu.


"Masuk aja ma."


Anika nampak membawa kardus kecil di tangannya, dia menghampiri Kaisar seraya tersenyum lembut.


Dengan wajah bingung Kaisar bertanya, "Apa itu ma?"


Anika meletakkan kardus itu di depan Kaisar sebelum menjawab, "Siang tadi Nara datang ke rumah, lalu menitipkan ini untukmu."


Kaisar memeriksa kardus yang masih tertutup rapih itu sebelum bertanya kembali, "Isinya apa? Ngapain sih dia datang ke sini terus Nara ngomong apa aja?"

__ADS_1


"Entahlah, mama belum lihat isinya apa, biar kamu aja yang buka. Terus Nara cuma kesini sebentar untuk memberikan kardus itu, lalu dia minta maaf ke mama karena hubungan kalian berakhir begitu aja."


"Udah itu aja?" Tanya Kaisar.


Anika mengangguk pelan, "Iya itu aja. Emangnya mau ngomong apa lagi kan?"


"Ya sudah kalau begitu, mama keluar lagi ya. Mama cuma mau kasih itu aja. Selamat istirahat sayang." Ucap wanita paruh baya itu lalu meninggalkan kamar Kaisar.


Setelah kepergian Anika, pelan-pelan Kaisar membuka kardus yang ada di depannya. Matanya terbelalak setelah melihat isi dari kardus tersebut. Diperiksanya isi dari kardus satu per satu dengan perasaan yang campur aduk.


Terdengar bunyi ponsel tanda pesan masuk, Kaisar melirik nama yang tertera di layar ponsel, pesan singkat dari Nara.


Kaisar, kamu sudah lihat barang yang aku titipkan ke Tante Ika? Maaf, mungkin kamu berfikir aku ini udah lancang, tapi anggaplah ini sebagai usaha terakhirku untuk bisa kembali sama kamu lagi. Tolong pikirkan tentang hubungan kita sekali lagi.


"Andai, andai kamu nggak pernah melakukan hal yang paling aku benci di dunia ini. Sekarang, mungkin kita masih baik-baik aja!" Ucap Kaisar yang kemudian membanting kardus kecil itu ke lantai dengan cukup keras hingga isinya ikut berserakan.


"Tidak peduli usaha apa yang akan kamu lakukan! Kesalahanmu kali ini tidak akan pernah ku maafkan!" Ucapnya sekali lagi kemudian beranjak dari tempat tidurnya berniat menemui Anika.


"Ah kebetulan kamu udah turun nak, tadinya mau mama panggil buat makan malam." Ucap Anika sembari menyiapkan makan malam ke tempatnya.


"Nasinya dikit aja ma, Kai lagi nggak nafsu makan." Pinta pemuda tersebut ketika melihat Anika hendak mengambil nasi untuknya.

__ADS_1


"Kenapa?" Tanya Anika heran, kemudian menuruti permintaan Kaisar untuk menyiapkan sedikit nasi untuknya.


Kaisar menggeleng pelan kemudian berkata, "Entahlah ma, Kaisar juga nggak tahu."


"Ya udah kita makan dulu, biar kamu punya tenaga buat cerita ke mama." Ucap Anika.


Keduanya menikmati makan malam tanpa ada yang bersuara. Hanya suara benturan sendok dengan piring yang menghiasi keheningan antara mereka berdua.


Setelah menghabiskan makanan dan minuman hingga tandas barulah Kaisar membuka suara, "Ma, mama bisa bantu Kaisar?"


"Bantu apa nak?"


"Tolong ma, mulai sekarang jangan biarkan Nara datang ke rumah kita lagi, apalagi sampai kasih barang-barang nggak berguna kayak tadi."


Anika mengangkat kedua alisnya merasa heran, "Emangnya yang dikasih Nara itu apa? Sampai kamu nggak suka banget kaya gitu?"


"Barang-barang yang nggak berguna sama sekali. Pokoknya Kai minta tolong sama mama mulai sekarang buat jangan urusin Nara lagi, Kaisar bener-bener nggak suka.


Anika meletakkan tangan ke atas meja, dengan tatapan tegas Anika bertanya, "Coba cerita sebenarnya apa yang buat kamu sampai kaya gini? Apa yang membuat kamu sampai sebegitu nggak sukanya sama Nara?"


Kaisar diam sejenak sebelum menjawab, "Kan waktu itu Kaisar udah cerita sama mama."

__ADS_1


"Nggak mungkin cuma karena hal itu kamu sampai nggak mau berurusan sama Nara lagi, kecuali Nara udah bikin kesalahan yang fatal." Anika terus memojokkan Kaisar agar pemuda tersebut mau cerita dengan jujur.


Karena dipojokkan terus menerus oleh Anika Kaisar reflek menjawab, "Nara selingkuh!" Ucapnya dengan setengah berteriak.


__ADS_2