Ruang Dan Waktu

Ruang Dan Waktu
Hari Senin


__ADS_3

Tak peduli seberapa dalam sebuah luka, tak peduli semenyakitkan apa sebuah pengkhianatan, dunia akan tetap berjalan.


Sudah satu Minggu semenjak kejadian pengkhianatan itu, Kaisar tampak hidup dengan baik-baik saja bahkan terlihat jauh lebih bahagia, tak ada yang tahu hatinya hancur seperti apa.


"Weh yang baru putus, kelihatan lebih klimis dari biasanya nih, mau tebar pesona ya." Andre datang dari belakang dan langsung merangkul Kaisar yang sedang berjalan menuju kelasnya.


Kaisar menyikut perut Andre dengan cukup keras sampai membuat pemuda itu mengaduh kesakitan, "Mau penampilan gue kayak gembel sekalipun gue tetep laku, nggak kek elu mau sebagus apapun penampilannya nggak laku-laku!"


"Iye iye yang udah ganteng dari orok." Cibir Andre, tiba-tiba Andre menepuk pundak Kaisar dengan keras karena melihat seseorang, "Eh eh lihat deh, mantan terindah udah berangkat tuh!" Ucap Andre sembari menunjuk ke arah Nara yang berjalan tak jauh di depan mereka.


Nara yang samar-samar mendengar namanya disebut seketika menoleh ke belakang dimana Kaisar dan Andre berada.


Seolah tak ada sesuatu yang terjadi, Nara menyapa mereka berdua, "Hai, baru berangkat?" Sapanya dengan tersenyum ramah.


"Iya nih, lo berangkat sendirian?" Hanya Andre yang membalas sapaan dari Nara, sedangkan Kaisar hanya memasang wajah dingin dan berlalu melewati gadis itu tanpa mengucapkan sepatah katapun.


Andre langsung mengejar Kaisar yang sudah berjalan mendahuluinya, "Woi tungguin Napa!" Kemudian Andre menoleh ke arah Nara dan berkata, "Sorry Ra, gue duluan." Ucapnya yang langsung menyusul Kaisar.


"Eh tungg-" tangan Nara menggantung diudara hendak mencegah Kaisar pergi.

__ADS_1


Gadis itu menghela nafas panjang sorot matanya memancarkan kesedihan yang mendalam, "Aneh rasanya, orang yang dulu tak pernah mengabaikanku meski sedetik pun, kini bersikap seolah-olah acuh dan tak mengenalku." Ucap gadis itu lirih.


"Bukan hanya satu, tapi aku kehilangan keduanya." Lanjut Nara dengan tersenyum kecut sembari memandangi punggung Kaisar yang mulai menjauh.


***


"Woi Adel bangun!" Lila teman sebangkunya membangunkan Adel yang tengah tertidur pulas ketika seorang guru perempuan sedang menjelaskan mata pelajaran matematika.


Lila semakin mengguncang tubuh Adel yang tak kunjung bangun, "Adel bangun! Lo mau dihukum lagi kayak Minggu kemaren?!" Lila berkata lirih namun penuh penekanan didekat telinga Adel.


Sebuah tutup spidol tiba-tiba melayang tepat mengenai kepala Lila yang membuat gadis itu seketika berhenti membangunkan Adel.


"Ada apa ribut-ribut di belakang?" Bu April bertanya dengan dingin, entah kenapa guru matematika selalu terlihat menakutkan meski semenarik apapun penampilannya.


"Ee a-anu itu Bu..." Lila berusaha menjawab.


Bu April berjalan menghampiri bangku Lila dan Adel, "Astaga ini anak niat sekolah tidak sih? Minggu lalu tidur, sekarang pun tidur di jam saya."


"Bangunkan Adel, suruh dia keluar di jam mata pelajaran saya." Perintah Bu April kepada Lila.

__ADS_1


"B-baik Bu." Jawab Lila, kemudian Lila membangunkan Adel dengan lebih keras dari sebelumnya, "Adel! Kamu disuruh keluar sama Bu April!"


"Hah? Apa?" Tanya Adel yang matanya masih setengah terbuka itu.


"Cepetan bangun! Lo disuruh keluar sama Bu April!"


"Bu April? Astaga kenapa lo nggak bangunin gue?!" Mendengar nama Bu April mampu membuatnya membuka mata dengan lebar.


Dasar bocah nggak tahu diri, sudah dibangunkan sejak tadi masih saja bertanya kenapa tidak dibangunkan, begitu isi hati Lila sekarang.


"Lo keluar cepet! Daripada dikasih tugas bejibun ntar gue juga yang repot!" Lila melotot ke arah Adel.


"I-iya gue keluar." Jawab Adel yang langsung bergegas keluar kelas.


Adel menunduk saat berjalan melewati meja guru, "M-maaf Bu." Ucapnya, kemudian langsung keluar agar tak dimarahi oleh gurunya.


"Baru hari Senin tapi udah sial banget sih! Siapa suruh mata pelajaran matematika di jam-jam terakhir, ya ngantuk lah gue." Adel berjalan lemas menyusuri koridor sekolah.


"Kalo ke kantin kayaknya udah pada tutup karena udah mau jam pulang, ke UKS aja lah lanjut tidur, bodoamat sama absen!" Adel terus menggerutu karena kesalahannya sendiri, gadis itu memilih menuju ke UKS untuk melanjutkan tidurnya yang sempat tertunda.

__ADS_1


Gue di UKS, tolong bawain tas gue kalo udah pulang. Lopyu.


Sebuah pesan singkat yang Adel ke kirim kepada Lila, tak lupa dibumbui emoticon manja. Lila merupakan teman satu-satunya bagi Adel, mereka adalah teman dekat sedari SMP jadi sedikit banyaknya Lila sudah mengetahui tentang Adel, begitupun sebaliknya.


__ADS_2