Ruang Dan Waktu

Ruang Dan Waktu
Makan Malam


__ADS_3

Adel mengerjapkan mata berulang kali, membuat Kaisar kesal dengan tingkahnya.


Kaisar menghempas tangan Adel lalu membuang wajah, "Udahlah lupain aja, nggak penting!" Kaisar mendengus kesal.


"Yee, kakak PMS ya? Tiba-tiba marah nggak jelas!" Adel berbalik kesal.


"Ya kamu, diajak ngomong serius malah gitu tanggepinnya."


"Ya habis kakak juga aneh sih! Tiba-tiba ngomongin tentang berjuang lah, bertahan lah, kayak mau kemana aja."


Dan perdebatan pun berlangsung lama dengan cukup sengit, keduanya baru berhenti ketika ponsel Adel berdering.


Kaisar melirik ponsel Adel namun tak bisa melihat dengan jelas nama yang meneleponnya.


"Hallo?" Sapa Adel kepada si penelepon.


"Iya bentar lagi pulang."


"Sekarang? Oh ya udah Adel jalan sekarang."


"Siapa?" Tanya Kaisar tepat setelah Adel mengakhiri panggilannya.


Adel menepuk jidatnya dan menjawab, "Oh ya lupa, aku mau sekalian kasih tau ke kakak kalo mama udah bisa ingat semuanya!"


"Benarkah? Syukurlah aku ikut senang dengarnya." Kaisar pun tak bisa menutupi kebahagiaan untuk Adel.

__ADS_1


"Nanti aku ceritain lagi ya kak, sekarang aku harus pulang, papa mau adain acara makan malam buat rayain kesembuhan mama." Ucap Adel yang sudah berdiri dan menggendong tas ke pundak kanannya.


"Aku anterin." Kaisar juga ikut berdiri.


"T-tapi kak..."


"Tenang aja, aku masih ingat pesan kamu kok. Yuk, biar kamu nggak terlambat."


"Emm baiklah."


Keduanya berjalan beriringan, Kaisar mengambil alih tas sekolah Adel untuk dibawanya, "Uh berat banget! Ini isi buku apa batu sih?!"


"Aku kan bentar lagi juga mau ujian, jadi banyak buku kumpulan soal-soal yang harus aku pelajari."


"Ya kalo nggak ikhlas nggak usah dibawain!" Gerutu Adel kesal.


"Ya udah nih!" Kaisar melemparkan tas tersebut begitu saja, yang membuat Adel harus menangkapnya dengan tergopoh-gopoh.


"KAKAK!!!" Adel berteriak lantang dan menghentakkan kakinya keras ke tanah.


"Ayo masuk, udah mendung tuh!" Kaisar yang sudah duduk manis di dalam mobil berkata dengan menunjuk ke arah langit yang sudah berawan hitam.


Mau tak mau Adel harus ikut masuk, selain untuk mengejar waktu, hujan juga sebentar lagi akan turun.


"Pasang sabuk pengamannya." Perintah Kaisar.

__ADS_1


"Hm." Adel hanya bergumam.


***


"Hati-hati, nanti ku kabari, makasih ya kak."


"Iya sayang, selamat bersenang-senang malam ini." Jawab Kaisar kemudian berpamitan untuk pulang saat itu juga.


Adel melambaikan tangannya dan memandangi mobil Kaisar hingga hilang dari pandangan, sebelum akhirnya harus berjalan beberapa menit lagi menuju rumahnya.


"Aku pulang..." Ucapnya tepat setelah kakinya menapaki lantai rumah mewah itu.


Tak ada yang menyambut, sepertinya semua orang tengah sibuk mempersiapkan acara makan malam yang Satya rencanakan malam ini.


Walaupun sudah terbiasa disambut oleh kesunyian di rumah sebesar itu, namun kali ini rasanya berbeda. Dulu, kesunyian dan ketakutan menyatu menjadi satu mengiringi langkah Adel setiap kali menginjakkan kakinya di ruma tersebut, namun kali ini perasaan itu seolah tak pernah ia rasakan semenjak Rani memperoleh kembali ingatan dan kesehatannya, serta Satya yang sudah sedikit berubah menjadi lebih hangat dari sebelumnya.


Adel menyusuri anak tangga dengan lompatan kecil, ia berniat untuk bersiap sebaik mungkin. Meskipun acaranya hanya dilakukan di rumah dengan sederhana, gadis itu tak mau momen ini terjadi begitu saja. Ini adalah kesempatan langka setelah sekian lama.


Adel melemparkan tas sekolahnya ke sembarang tempat lalu membuka lemari baju, "Baiklah, kita pakai apa malam ini?"


Diacak-acak seisi lemari dengan baju dilempar kesana kemari, hingga pandangannya jatuh ke sebuah dress yang belum lama ini dibelinya.


"Ah aku baru ingat! Ini kan dress yang dibelikan mama. Kalau gitu, aku akan pakai ini aja! Sungguh timing yang pas!" Ucapnya penuh kegirangan.


Adel memasuki kamar mandi dan persiapannya dimulai saat itu juga.

__ADS_1


__ADS_2