
"Dan apakah papa lupa siapa aku sebenarnya?" Ucapnya sembari menunjukkan senyum seringai.
Kaisar menunjukkan sisi yang berbeda, Tidak! Dia bahkan bukan Kaisar yang Rendra kenal. Sungguh, cinta membutakan siapa saja yang menggenggamnya.
"Sadarlah Kai! Satya bukanlah orang sembarangan!"
"Lima tahun lalu! Lima tahun lalu, aku berhasil mengungkap kejahatan berkedok cinta yang tidak bisa diungkap oleh papa sendiri!" Kaisar menyela dengan menunjuk kelima jari tangan kanannya.
"Papa ingat sekarang?! Selama bertahun-tahun papa mengkhianati mama dan hidup dengan kebencian yang tidak berdasar! Selama itu juga papa menuduh mama yang berkhianat, padahal papa sendirilah yang mengkhianati mama dengan menikah dengan Rani, wanita yang telah menghancurkan rumah tangga impian mama!!!" Lanjut Kaisar dengan menggebu-gebu.
Rendra tak bisa membalas perkataan Kaisar, laki-laki paruh baya itu sangat lemah jika diingatkan tentang kesalahannya di masa lalu.
Kaisar kembali memojokkan Rendra, "Dan selama bertahun-tahun itu juga papa berusaha mencari pembelaan atas perbuatan papa dengan mencari bukti kuat tentang perselingkuhan yang tidak pernah dilakukan oleh mama, tapi hasilnya nihil. Papa berharap mama lah yang salah, bukan?
__ADS_1
Pemuda itu berhenti sejenak untuk mengatur nafasnya, dia kembali berkata dengan suara pelan namun penuh penekanan, "Hingga tiba saatnya, aku, ya aku lah yang berhasil membuktikan kebenarannya bahwa mama tidak pernah melakukan kesalahan yang dituduhkan oleh papa! Justru papa lah yang dibodohi dan dibohongi oleh Rani agar papa bertanggung jawab atas kehamilan Rani yang sebenarnya itu bukan anak papa!!!"
"Apa kamu belum cukup menghukum papa sehingga kamu mengingatkan papa kembali soal itu, Kai?" Tanya Rendra dengan suara lemah.
Kaisar tertawa kecil seolah sudah hilang kewarasannya, "Hahaha bukan, bukan aku sedang menghukum papa. Tapi aku ingin papa ingat siapa aku." Kaisar menepuk dadanya sendiri dengan cukup keras sebelum melanjutkan, "Aku ingin papa tidak meremehkan ku, apalagi jika berkaitan dengan Satya, laki-laki kejam nan licik yang sudah menghancurkan kehidupan mama sampai harus merelakan rumah tangganya demi papa yang lebih memilih Rani wanita sialan itu!"
Rendra membentak Kaisar agar tak melewati batas, laki-laki itu takut kalau Adel akan mengetahui kebenaran yang sudah disembunyikannya selama ini, "Pelankan suaramu, Kaisar! Jika Adel mendengar, dia akan-..."
"Akan apa? Kalau aku dengar, aku akan apa?" Kaisar dan Rendra sama-sama tersentak kaget ketika mendengar suara Adel, gadis itu tiba-tiba muncul di tengah-tengah perdebatan keduanya.
Adel tak lagi sanggup menyembunyikan tangisnya, air mata gadis itu sudah tumpah ruah membasahi pipinya, "Jadi ini rahasia yang kalian sembunyikan dariku?
"J-jadi orang tuaku lah yang menjadi penyebab perceraian papa Rendra dengan tante Anika?!"
__ADS_1
Adel jatuh tersungkur, tubuhnya seketika menjadi lemas tak berdaya. Energinya hilang tak bersisa kala mendengar kenyataan pahit yang Kaisar katakan kepada Rendra.
Kaisar hendak menghampiri Adel namun ditahan oleh Rendra, "Diam di sana!"
Rendra dengan cepat membantu Adel untuk duduk di sofa dan menenangkan dirinya. Kecewa bercampur sedih yang dirasakan Rendra terhadap Kaisar. Rendra tak bisa menyalahkan Kaisar atas semua yang dikatakannya, namun yang paling Rendra sesali adalah, Adel harus mengetahui kebenarannya secepat ini sedangkan Rendra sedang menunggu waktu yang tepat untuk menceritakannya kepada Adel, paling tidak saat Adel sudah siap secara keseluruhan.
"Papa tidak menyangka, kamu harus tau secepat ini meskipun papa sadar, cepat atau lambat kamu memang harus mengetahuinya." Rendra meraih Adel ke pelukannya.
Kaisar diam, tidak seperti sebelumnya yang bicara tanpa memikirkan perasaan Rendra, kali ini melihat Adel yang demikian membuat hatinya tersayat. Dia menyesali semua perkataannya beberapa menit yang lalu.
"Tapi Adel, kamu harus tau, seperti apapun keluargamu, aku akan tetap memperjuangkanmu. Karena aku akan hidup denganmu, bukan dengan orang lain." Kaisar sungguh-sungguh dengan ucapannya.
"Apa yang aku lakukan pa? Bagaimana mungkin aku hadir ditengah-tengah kalian setelah apa yang dilakukan mama ke Tante Anika?" Adel menangis di pelukan Rendra.
__ADS_1
"KAMU TIDAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN INI!" Kaisar berteriak lantang, bukannya menjadi tenang, Adel justru semakin terisak.
"Bagaimana bisa ini tidak ada hubungannya denganku?! Sedangkan mama menjadikan aku alasan agar papa Rendra mau menikahinya!!!" Adel berdiri, menentang perkataan Kaisar.