Sang Playboy Mencari Cinta

Sang Playboy Mencari Cinta
Bab 10


__ADS_3

Nagita Wilson hilang kabar selama 2 hari dari Alan karena Daniel Pearl belum kembali ke Australia. Nagita harus menemani pria posesif itu selama ada di Indonesia, Nagita takut ketahuan apabila mencuri kesempatan untuk menghubungi Alan, pastinya Alan akan mendapat musibah. Inilah yang tidak diketahui Nagita sekalipun Alan masih berstatus mahasiswa tapi jaringan mafia dan konglomerat ada di negara ini sudah menjadi lingkup pergaulannya.


Keadaan dalam apartemen Nagita bersama Daniel Pearl.


Nagita sibuk menyiapkan makan siang, sedangkan Daniel dengan laptopnya untuk urusan pekerjaan.


Tak lama Daniel merangkul Nagita dari belakang dengan lembut dan mesra, sambil membisikan :


"I love you, My Angel!! "


Nagita hanya diam saja, malah semakin fokus dengan masakannya. Sehingga Daniel membalikan tubuh Nagita.


"why my baby?, hari ini kamu boleh jalan-jalan sama teman kamu!"


Mendengar perkataan Daniel Nagita agak legah.


"tapi bukan teman cowok! 20 menit lagi aku harus flight ke Bali untuk urusan bisnis selama 2 hari"


Mendengar penjelasan Daniel tersebut membuat Nagita tambah bergembira hatinya.


"terimah kasih Daniel!! soalnya aku harus ke kampus setelah ini bolehkan aku pergi! "


"boleh my angel!! tapi setelah aku berangkat karena kamu harus menyiapkan keperluanku!"


"baiklah! " dalam hati Nagita agak geram "enak aja!! biasanya kan ada asisten, bikin ribet aja! tapi tak apa yang penting aku bisa bebas selama 2 hari"


Setelah makan siang mereka selesai dan sementara Nagita menyiapkan keperluan Daniel dibantu asistennya, Daniel muncul dengan hanya menggunakan handuk tubuhnya masih menetes beberapa bulir air karena masih basah, tampak Daniel memberi kode kepada asistennya untuk keluar dari ruangan itu.


"Sayang!!.. " Daniel menghampiri Nagita yang sedang berada diatas ranjang membereskan beberapa potong pakaian untuk dimasukan ke dalam koper.


Nagita menjadi gugup, aliran darahnya berdesir keras. Nagita tahu pasti Daniel meminta jatahnya sebelum pergi ke Bali. Beribu cara berputar diotaknya untuk menolak ajakan Daniel.


Daniel sudah mendekapnya erat,


"kamu semakin cantik Nagita Wilson!! "


"Daniel, nanti kamu ketinggalan pesawat!!"


"hanya 20 menit sayang!"


"tapi... " belum sempat Nagita berargument bibirnya sudah disumpal oleh ciuman hangat Daniel membuat Nagita tak bisa berbuat banyak.


Nagita tak bisa mengelak cumbuan Daniel membuatnya lupa. Akhirnya kedua insan ini menikmati waktu singkat mereka dengan kemesraan yang tak dapat dilupakan Daniel. Karena setelah 2 tahun berlalu Nagita masih mau memberikan dirinya. Ini menjadi tanda buat Daniel bahwa Nagita masih mencintainya.


Daniel telah pergi selama setengah jam yang lalu, untungnya anak buahnya dibawa ikut juga dengannya, Nagita takut Daniel menyuruh bodyguard untuk stay menjaganya atau mematai dirinya tapi ternyata tidak.


Diaktifkan kembali handphone miliknya dan langsung menghubungi Alan Ferdian. Nagita merasa sangat bersalah.


Panggilannya pun langsung dijawab oleh Alan.


"Halo Lan... "

__ADS_1


"Nagita, kamu kemana aja?"


"sorry... Lan!! aku baru kembali dari singapura untuk menyelesaikan masalahku dengan daddy, seperti katamu pasti ada jalan keluar kalau dibicarakan baik-baik!" jelas Nagita mencari aman supaya hubungannya dengan Alan terus berjalan baik.


"baguslah!! tapi aku benci diabaikan Nagita Wilson" suara Alan agak tegas


"i'm so sorry, kamu marah Lan?? aku mau ketemu kamu sekarang, bolehkan? "


"aku dikampus untuk kegiatan besok!"


"aku bisa menunggu kamu Lan, aku akan ke kampus sekarang, karena aku juga harus mengambil tugas yang terlewatkan!"


" terserah kamu!" singkat Alan dan mematikan panggilan dari Nagita.Tak lama Nagita mendapat laporan e-banking bahwa uang 200juta masuk ke rekeningnya disusul sebuah pesan manis dari Daniel.


Ternyata menjelang siang, Alan dan Arini dipanggil oleh rektor, serta masing-masing dekan fakultas serta panitia penyelenggara untuk memfinalkan kegiatan camping rohani mereka.


Setelah pertemuan itu selesai, Alan dan Arini terlihat masih ngobrol serius dengan rektor dan Pak Abas di selasar ruangan, Nagita langsung saja menghampiri karena melihat ada Alan. Pembicaraan itu berhenti karena Nagita menghampiri Alan dan langsung merangkul lengannya didepan Pak Abas dan Pak Rektor. Alan seketika mendelikan matanya karena orang penting dikampus itu segera mengakhiri pembicaraan mereka, sehingga membuat Alan mwnjadi canggung. Tinggalah mereka bertiga situ,


"Nagita... apa-apaan sih? aku lagi ngobrol dengan Pak Rektor, kamu main nyelonong aja!"


"Sorry Lan, I miss you so much" Nagita mengatakan itu didepan Arini yang kebetulan masih disitu.


"Alan nanti aku kabarin susunan acara kegiatannya seperti yang dimaksudkan Pak Rektor tadi!" Arini segera pergi karena ikutan muak melihat dua sejoli itu mengumbar kemesraan di kampus.


"Sorry ya Ar.. aku ga bisa bantuin kamu, tapi kamu jangan kuatir masalah teknisnya aku yang atur!"


"sip deh, see you"


"kalian lagi sibuk urusin tugas apaan sih Lan? katanya kalian mau bepergian ya?"


"ya.. di matkul Pak Abas kali ini diadakan camping rohani ke Bali"


"itukan matkul umum diawal semester masa kamu juga ikutan bareng Arini?"


"ga tahu lah! kalau kamu mau ikutan camping rohani besok kita sama-sama dengan sahabat-sahabatku!"


"aku mau Lan, asalkan ada kamu!"


Setelah menjawab demikian Nagita baru tersadar bahwa Daniel juga berada di Bali.


"Lan kita nginap dimana?"


"di Vila keluarga aku, kenapa?"


"jauhkan dari perkotaan?"


"ya lumayanlah kira 16 km dari perkotaan, kenapa nanya kayak gitu?"


"ga.. aku pengin suasana sunyi dan damai aja, buat ngilangin stress!"


Alan segera mengambil mobilnya di parkiran, sedangkan Nagita menunggu tepat di depan kampus.

__ADS_1


Tak berapa lama Alan mau menghampiri mobilnya terlihat Arini sedang mengendarai matic, Alan pasti akan usil dan menganggu Arini.


Ketika Arini mulai mendekat dengan laju motor pelan, Alan berpura-pura ketabrak dengan sengaja menyenggol motornya. Arini mulai hilang kendali karena mau menghindar, melihat suasana menjadi kacau karena ulahnya dengan sigap dan tanpa berpikir panjang ditarik Arini dari atas motor itu, karena tidak demikian Arini akan menabrak tiang beton pastinya Arini akan terluka.


wow.. terjadilah adegan seperti di sebuah sinetron, karena ditarik tubuh Arini mental tapi untungnya jatuh tepat diatas tubuh kekar Alan yang membuat mereka saling menindih satu sama lain. Tapi tubuh Alan seperti remuk, seakan tulangnya patah.


Alan merintih "auuu... auuu.. aauu"


"kamu sih! becandanya ngancam nyawa tahu! kalau terjadi sesuatu gimana?"


" ya.. ya aku salah!! tapi bisa ga kamu bangun dulu, marahnya nanti aja, tulang belakang aku patah nih!"


Arini jadi tersadar bahwa dirinya masih berada diatas tubuh Alan. Arini bergegas bangun, langsung menuju motor maticnya yang sudah terjungkal sambil menggrutu, Alan pun demikian


"nih cewe, bukannya nolongin orang yang kesakitan malah motornya didahulukan!"


"tuh kan, rusak motor aku Lan!"


"siku tangan aku berdarah loh Ar... "


"biarin aja, salahmu!! kamu ganti kerusakannya loh Lan!"


"tolongin aku dulu Ar,.. aku butuh tisu!"


Arini berpikir Alan becanda kalau dirinya terluka, dihampiri Alan lagi sambil mengeluarkan tisu dan melihat luka gores di siku tangannya.


Arini tidak hanya mengeluarkan tisu tapi juga alkhohol kesehatan yang sering digunakan sebagi antiseptik untuk mencuci tangan. Dengan perlahan dibersihkan luka itu dengan kelembutan.


"ingat setelah pulang ke rumah dikasih obat betadine, agar tidak infeksi! " ucap Arini.


"hemm" Jawab Alan singkat


Arini mendongakan kepalanya melihat Alan


"apa yang kamu liatin? mesum ya?"


Alan ketahuan memandangi Arini dalam diam itu.


Langsung ditoel kepala Arini..


"kamu..!! pede banget sih, sedikitpun tak ada yang menarik dari kamu untuk dijadikan fantasi liarku Ar"


"apaan sih kamu Lan? ngomongnya kok gitu! "


"habis.. kamu selalu bilang aku mesum!!"


"ahhh... terserah deh!!" Arini kembali lagi mengangkat motornya, ada goresan dibody motor itu, untungnya masih bisa dinyalakan.


"tunggu Ar!! aku periksa dulu motor kamu, takutnya ada kerusakan, bahaya untuk kamu dijalan nanti! "


"sudahlah ga penting! aku mau balik, urusi dirimu tak usah pedulikan aku! "

__ADS_1


Untungnya motor Arini tidak mengalami kerusakan, dan masih bisa dijalankan sehingga mengantarnya sampai pulang ke rumah. Alan bergegas mengambil mobilnya dan menuju Nagita yang sudah lama menunggu. Nagita melihat luka di siku tangannya, Alan hanya menjelaskan bahwa hanya tergesek dinding, sehingga Nagita pun menyuruh Alan singgah ke apotik untuk mengobati tangannya yang luka itu.


__ADS_2