Sang Playboy Mencari Cinta

Sang Playboy Mencari Cinta
Bab 52


__ADS_3

Rendra memberi kejutan manis untuk Arini yang tak di duga-duga. Rendra melakukan hal romantic ini, mengingat sebentar lagi Arini akan pergi jauh untuk meraih impiannya. Jarak dan waktu pasti akan memisahkan mereka, hanya dengan kenangan kecilnya Rendra mengharapkan Arini tak pernah lupa pada dirinya bahkan rasa cintanya.


Heli yang ditumpangi kedua insan ini akhirnya mendarat disebuah pulau kecil yang indah. Hamparan ilalang bak savana menyambut pasangan ini.


"Ar, sebelum kita tiba di tempat tujuan, bolehkan aku tutup mata kamu pake kain hitam ini ya?"


"Loh kok gitu, aku ga bisa nikmatin view yang indah ini dong!"


"Ga apa-apa! Nanti bareng aku kita keliling, asalkan kamu bahagia."


"Baiklah, tapi pegangan ya, soalnya aku takut gelap Rend!"


"Aman, cantik! Aku bisa jadi matamu sekarang, untuk menceritakan keindahan alam ini untuk mu!".


"Ah.. Ren, kamu bisa aja ngegombalnya!" sambil Arini menepuk bahunya dengan manja. Rendra membalasnya Arini sebuah senyuman manis.


Rendra perlahan menutup mata Arini dengan kain hitam tersebut. Heli itu mendarat dengan sempurna.


"Kita dimana Ren? Sepi amat.."


"Disebuah tempat yang indah, yang pasti kamu bakal suka!"


"Hhhmmm,... pegang aku yang erat Ren, entar aku bisa jatuh!!"


"Iya Ar,... aku ga akan biarin kamu terjatuh, yang penting kamu dengar aja, apabila aku bilang angkat kaki tinggi dan langkah lebih jauh lakukan ya!"


"Oh gitu! Baiklah Pak Polisi ganteng!"


"Kamu mulai lagi kan menggoda aku!"

__ADS_1


"Hehehe.. " Arini tertawa kecil


Tibalah mereka disebuah villa, disitu Rendra sudah menghiasnya dengan bunga-bunga cantik, dan sebuah meja yang juga tak kalah indah penataanya. Diatas meja tersebut sudah ada seikat bunga mawar kesukaan Arini. Bahkan villa tersebut, dihiasi oleh bibir-bibir pantai. Bagi Arini situasi alam pantai tak asing lagi baginya walaupun matanya tertutup tapi telinga masih memdengar deburan ombak kecil serta bau pantai menelisik indera penciumannya serta angin pantai yang sudah mengibaskan ujung-ujung rambutnya.


"Ren, kita dipantai kan?"


"Yap, aku tahu kamu sangat menyuka pantai, tapi kita masih agak jauh dari garis pantai, i think this good spot for us!"


"Kain ini boleh dilepaskan sekarang, Ren!"


"Oh ya, aku hampir lupa. Mari aku bantuin Ar!"


Kain penutup itu, dilepaskan oleh Rendra perlahan.


"Buka matamu perlahan, agar ga pusing saat dikenai sinar matahari" Arini mengikuti kata-kata Rendra.


"Terima kasih Rend, Kamu niat banget membuat kejutan ini, aku terharu loh!"


"Aku hanya ingin kamu bahagia Ar! Ini bunga untuk kamu!" Bunga mawar tersebut akhirnya jadi milik Arini juga.


Tak lama seorang pelayan muda datang dengan membawakan sebuah gitar dan memberikan kepada Rendra.


"Gitar? Kejutan apalagi Ren? Kamu emangnya sudah bisa memainkan gitar ini?"


"Ar.. duduk yuk! Kamu ingatkan, waktu kegiatan wisata sekolah dulu. KEMESRAAN INI.... " Rendra sudah memetik gitar dan bernyanyi. Arini pun ikut bernyanyi bersama dan kedua insan ini pun bernostalgia.


"Kamu keren loh Ren! udah jago memetik gitar ya, aku sampai terkesima" Arini tersenyum sumringah melihat Rendra.


"Oh.. ya! "

__ADS_1


"SUATU HARI NANTI AKU PENGEN PUNYA PACAR YANG BISA MEMAINKAN GITAR, BERNYANYI BERSAMA PASTI ROMANTIS.....kamu ingat kata-kata ini Ar?" sambung Rendra sambil menatap Arini dalam dan teduh.


Arini berusaha kembali ke kenangan itu, mengenang perkataannya yang pernah keluar dari mulutnya ketika mereka bersama waktu masa sekolah dulu, namun waktu itu situasi berbeda karena mereka hanya sebagai sahabat. Sekarang Arini semakin tahu bahwa Rendra melakukan ini semua karena mencintai Arini. Yang membuat Arini semakin tertegun bahwa Rendra sudah menyukai dirinya sudah sejak lama.


"Ren, kamu masih ingat semua kenangan kita bersama waktu sekolah dulu ya?"


"Kamu sudah menyukai aku sudah sejak lama, Ren?" Arini banyak bertanya tapi Rendra tak menanggapinya.


Rendra sudah menghampiri Arini, dan berjongkok dibawah Arini yang sedag duduk,


"Ar, Hari ini aku mau mengatakan bahwa aku sangat mencintaimu, selama 10 tahun aku berusaha memendam rasa ini" Rendra sudah mengatakan cintanya dengan begitu romantis, dan menjadi anehnya malah Arini hanya merasa terharu saja, detak dan debaran jantung yang diharapkannya untuk Rendra, terdengar biasa bahkan Arini merasa sangat bersalah pada Rendra karena telah mengabaikannya sekian lama.


Arini tak banyak bereaksi, hanya diam menatap tapi malah Rendra sebaliknya,


"Ar, kesinikan kakimu itu!" Rendra meminta salah satu kaki Arini untuk diletakan diatas pahanya saat duduk jongkok tersebut dihadapan Arini.


"Mau ngapain Ren?" Rendra hanya mengedipkan matanya memberi kode bahwa tak apa-apa.Tapi Arini masih bingung, apa maunya Rendra, tapi dengan perlahan Rendra mengambil kaki Arini bagian kanan dan di papahkan pada pahanya. Rendra mengambil sebuah kotak berwarna biru kecil, tampaklah oleh Arini sebuah gelang kaki emas yang cantik, yang ternyata desainya sangat indah serta unik dan Rendra langsung memakaikannya dipergelangan kaki Arini.


"Cantik dan sangat cocok dikakimu yang indah Ar!"


"Terima kasih Ren! Tapi kenapa kamu kepikiran membuat gelang kaki Ren?"


"Kamu mau tahu alasannya? Aku berharap jarak dan waktu yang memisahkan kita kali ini tak lagi membuat mu menghilang begitu saja,tapi setidak ada jejak dikakimu membawamu kembali lagi padaku Ar!"


Wow.. sungguh luar biasa alasan Rendra, lagi-lagi Arini tak bisa berkata-kata sebab sesungguh hatinya bingung untuk menentukan pilihan saat ini.


"Ar, sedari tadi kamu hanya diam?"


"Aku mencintaimu Arini Anggraini Cipta" Rendra mengulang kata cintanya lagi untuk sekiranya mendapat balasan dari Arini.

__ADS_1


__ADS_2