Sang Playboy Mencari Cinta

Sang Playboy Mencari Cinta
Bab 4


__ADS_3

Setelah selesai kuliah, Arini segera keruangan pak Abas untuk meminta maaf. Sebenarnya mata kuliah umum “Budi Pekerti dan Kerohanian” oleh pak Abas disemester awal tapi selalu diulang Arini dan Alan karena berdua selalu bolos membuat masalah, apalagi pak Abas tahu Arini selalu membantu Alan soal kehadiran/absensi. Pak Abas ingin Arini mengakuinya sendiri. Tepat diruangan pak Abas, Arini ragu-ragu untuk masuk tapi setelah dipikir-pikir masa sisa setahun lagi matkul pak Abas tak kunjung usai.


“selamat siang pak!” setelah ruangan diketok tiga kali dibuka pintu ruangannya Pak Abas sibuk dengan beberapa file dimejanya.


“masuk! Ada keperluan apa?, sangat menganggu sekali”,suara pak Abas datar tak berekspresi, terdengar keras alias galak.


“saya mohon maaf telah menganggu aktivitas bapak, maksud kedatangan saya adalah memohon pada bapak, supaya saya diperbolehkan mengikuti mata kuliah bapak, dan saya mohon maaf atas kesalahan saya!” dengan sangat hati-hati Arini berucap takut dipersalahkan lagi,berusaha sesopan mungkin agar mendapat empati dari dosen killer itu. Pak Abas hanya terdiam sesekali menatapnya dengan tajam, kurang dari 20 menit Arini hanya berdiri, tak sedikit pun di persilakan duduk, sampai file yang dikerjakan selesai diperiksa olehnya. Dalam hati Arini begitu dongkol akan sikap pak Abas tapi berusaha ditahannya. Batinnya lagi “awas kamu Lan,....aku akan membuat perhitungan denganmu, semua ini gara-gara kamu!” Arini mengumpat Alan dalam hatinya.


Akhirnya pak Abas memberi reaksi setelah kurang dari 20 menit berlalu.


“mana temanmu itu? siapa namanya?”


“Alan pak!” jawab Arini singkat, tapi pak Abas menatapinya dengan penuh selidik,tatapan tajam seakan mau menerkam dirinya.


“oh...jadi kamu menyuruh saya mengumpulkan yang namanya Alan sekampus ini keruangan saya, yang jelas kalau bicara katanya mahasiswi berprestasi segitu aja sudah belepotan”, tegas pak Abas membuat Arini gugup.


“maaf pak, maksudnya teman saya itu nama lengkapnya Alan Ferdian, fakultas manajemen jurusan bisnis semester 6, umur 23 tahun, alamat.....”


“cukup! Kamu pikir saya mau sensus, atau kamu pikir saya becanda!”


“maaf pak sekali lagi! saya pikir jika saja bapak butuh data lengkapnya!”


Pak Abas hanya menarik napas panjang, “lalu kamu?”


“nama lengkap saya Arini Anggriani Cipta, Fakultas Art and design jurusan fashion, semester 6” jelas Arini dengan seksama takut dibentak lagi.


Pak Abas menulis nama mereka pada sebuah berkas dan menyodorkan pada Arini “kalian berdua, selesaikan tugas yang tertera yang dalam file ini!!”, tanpa banyak bicara file itu diambil oleh Arini tanpa mengetahui isinya. Pak Abas pun segera pergi, Arini ingin bertanya apa yang mau dilakukan ketika dilihat bahwa file itu adalah proposal kegiatan mata kuliah Budi Pekerti Kerohanian.


“wah....bisa gila gue! Dasar dosen killer!”,Arini bergegas keluardari ruangan itu dan segera mendapati Alan, mencari difakultasnya .


“hai Bento, mana temanmu itu?”


“maksud kamu si Alan, mau ngapain? Ada tuh,sama pacarnya disudut ruangan itu?”, Bento menunjuk satu sisi ruangan paling pojok, disitu terdapat gazebo kecil tempat tongkrongan anak-anak dari jurusan bisnis. Dengan semangat dan langkah yang tegap agak tergesa- gesa Arini melangkah ke arah yang dimaksud. Tercenganglah Arini mendapati Alan sedang bermesraan bersama Nagita, Alan tidur dipangkuan Nagita dan lebih mengangagetkan lagi pemandangan itu dihiasi oleh rangkulan dan ciuman panas antar kedua sejoli itu, sehingga membuat Arini tidak sempat menghentikan langkahnya,


"Al.. Lan" dibarengi panggilan nama Alan yang awalnya terdengar keras dan perlahan semakin pelan segera ditutupi dengan tangannya agar tidak mengganggu aktivitas kedua sejoli yang dimabuk asmara itu.

__ADS_1


Arini segera berjalan mundur sepertinya kedatangannya tidak mengusik keberadaan mereka.


"Loh! Kenapa balik lagi Arini? Noh.. Situ tu si Alan berada! "


Bento menghampiri Arini dan menarik tangannya serta menuntunnya ke arah semula, tapi Arini menolak malah menarik tangan Bento kembali agar tidak ke arah pojokan itu, Bento menjadi bingung.


"Sssssttttt,. Kita jangan kesana sekarang! "


"Memangnya kenapa? "


"Ada sepasang kekasih sedang kasmaran" Jawab Arini agak berbisik


" Itu mah biasa...!!"


"Tapi maksud saya mereka sedang.... "


"Ciuman... Hahahahha" Sambung Bento tertawa mengejek Arini.


Arini dengan cepat menutup mulut Bento dengan tangannya karena tawa Bento sungguh menggelegar dan pasti kedua insan itu terganggu pikir Arini polos.


"Arini... Arini pantasan kamu disebut gadis lugu dan alim, kamu belum pernah melihat orang pacaran dan ciuman ya?" Ledek Bento lagi, membuat Arini menjadi keki.


"Hari gini... Udah deh loh mau kesana atau nanti aja ketemu tu si playboy gila itu, aku antarin! " Bento menimpali.


"Emang boleh! " Arini ragu


Bento dengan segera menarik tangannya dan menghampiri Alan bersama kekasihnya itu.


" Hai.. Lan! Nih ada yang cari lo? " Alan segera bangkit dari pangkuan Nagita dan menatap sumber suara itu, Alan melihat Bento bersama Arini. Tapi yang menjadi pusat penglihatan matanya adalah Bento memegang erat tangan Arini. Alan menjadi agak terganggu dengan pemandangan itu " Hemhemmhemm" Alan sengaja berdehem memberi kode pada Bento agar tidak terlalu dekat dengan Arini, tapi Bento tidak memahami itu, justru tanpa tersadari Arini semakin bergelayut dilengan tangan Bento.


" Maaf ya Nagita!”


“Apaan sih lo? Matamu pitak ya! Kedap-kedip tak jelas!" Suara Bento agak meninggi.


"Arini katakan maksud dan tujuanmu mencari dia?" Sambil menunjuk ke arah Alan yang terlihat geram akan sikap Bento yang tidak peka. Hampir Arini mengutarakan maksudnya Alan langsung menarik Arini agar berjauhan dan genggaman tangan mereka terlepas.

__ADS_1


" Ta, kamu disini bareng Bento dulu, aku selesaikan masalah dengan temanku! "


" I'm Ok, so i'm waiting for you" Jawab Nagita dengan lembut dibarengi dengan senyum menawanya.


Tangan Alan yang semula memegang tangan Arini, dengan sengaja dan terpaksa dilepaskan oleh Arini.


Alan hanya memasang muka masam melihat tingkah Arini, padahal tadi dia dengan senang hati merangkul tangan Bento.


"Nih gadis tadi aja pake rangkulan segala sama si Bento giliran aku aja memberontak! " Gerutu Alan dengan suara agak berbisik.


"Apa-apan sih lan! Terserah akulah,.. Mau rangkulan atau apapun itu" Balas Arini ternyata mendengar gerutuan Alan.


" Kamu membuatku kesal Arini!"


"Masa bodoh! Nih tugas dari pak Abas, kamu enakan pacaran mesra- mesraan"


Alan mengambil berkas itu dari tangan Arini sambil memandangnya tajam, tapi Arini hanya cuek pura-pura menyimpan kegugupannya.


"Ini proposal kegiatan rohani, tugas sereceh ini kamu tidak bisa menyelesaikannya Arini? "


" Masalahnya bukannya aku tidak bisa, Pak Abas mengatakan bahwa bukan aku saja tapi kita"


" Oh... Kesimpulannya pacar aku yang lugu ini juga mau bermesraan juga, atau kamu cemburu Ar! "


"Lan, serius donk!"


"Ok, aku punya ide! Kita kegiatan rohani di Bali aja! Di villa keluarga aku! "


" Bagaimana mengenai dana? Asalkan saja Pak Abas menyetujuinya! "


"Dont Worry Arini, masalah dana, aku yang bereskan kamu selesaikan proposal ini secepatnya agar besok dana yang kamu maksud sudah ada, mengenai Pak Abas aku yakin kamu bisa meluluhkan Si Dosen Killer itu! "


" Baiklah! Oh yach... Disini kita berdua yang paling senior, Pak Abas mengharapkan kegiatan ini berjalan sebaik mungkin dan aku harap kamu tidak berulah lagi lan! "


" Pastinya! Aku juga tak mau mengulang matkul dosen killer itu lagi!

__ADS_1


"Aku pikir semua sudah beres, besok pagi aku serahkan secara detail proposal rencana kegiatan rohani ini, besok aku calling lan", Sambung Arini merasa legah.


" Ok manisku! " Dengan cepat Alan langsung mencoel dagu Arini sehingga Arini tak sempat untuk mengelak, hanya memdelikkan matanya selebar-lebarnya tapi Alan membalasnya dengan mengedipkan mata sebelahnya untuk kembali mengoda Arini yang membuat Arini menjadi salah tingkah. Arini hanya menatap perginya Alan yang menghampiri Nagita, mau bagaimana lagi apapun tak bisa dicegah oleh Arini karena semua ini hanya permainan baginya dan Arini sekalipun tak boleh baper.


__ADS_2