
"Bu... tolong bantu Arini!"
"ada apa sih Ar? mulai ribet kan kamu sudah tahu mau berangkat ke Bali hari ini kamu masih nyantai aja dari pagi!"
"Arini baru tahu kalau jam 8 kita check in, bantu Arini masukin beberapa pakaian Arini ke dalam koper yang ada diatas ranjang soalnya Arini sudah tidak punya waktu lagi!!
"ya.. ya kamu jangan berlama-lama mandinya!!"
Ibu Yanti membantu anaknya membereskan beberapa hal yang belum diselesaikan. Tak lama Arini pun sudah bersiap untuk pergi namun waktunya sudah tidak keburu, pukul 7.50
"Tara dek.. tolong antarin kaka ke airport sekarang! pasti macet kalau kaka pesan go car!"
"ok kak!"
"bu... Arini pamit!!"
Ibu Yanti segera menghampiri Arini yang sudah berada dipekarangan rumah
"kamu baik-baik disana Ar! jangan lupa kabarin ibu kalau sudah nyampe, Tuhan memberkati selalu!"
"amin. ok-deh! Arini pergi ya bu!" sambil melambaikan tangan pada ibunya.
Arini sudah terlambat untuk check in dan itu memang benar, ketika tiba di airport teman-teman kampusnya sudah pada check in dan sudah berada diruang tunggu.
"gimana kak? pasti terlambat untuk check in, apalagi sekarang sudah pukul 8.10" terang adiknya Tara turut kuatir.
"kamu pulang aja, kamu telat ke sekolah entar!"
"hari ini telat ga apa-apa, hanya kegiatan ekstrakurikuler kok disekolah!"
"oleh karena itu Tara, kamu pulang aja!! kaka bisa sendiri."
"baiklah ka! ka bawain Tara ole-ole ya!"
"ya.. adikku yang ganteng! hati-hati dijalan dek!"
"sip ka! Semoga perjalanan kaka selamat sampai tujuan, Tuhan memberkati ka!"
"amin" jawab Arini.
Arini menjadi bingung, siapa yang harus dikontak untuk mencari informasi. Dicoba untuk mendial Feri salah satu panitia kegiatan camping rohani, tapi percuma no hpnya sedang sibuk. Arini mondar-mandir sudah beberapa kali Arini ke petugas untuk boleh membiarkannya check in, pikirnya waktu terlambatnya hanya 10 menit, tapi pihak petugas airport tidak membolehkannya. Berbagai alasan diberikan tapi tetap saja, malah disarankan untuk membuat reservasi ulang untuk penerbangan berikutnya dengan maskapai lain. Jadi ribet urusannya, tabungan Arini sudah tidak memungkinkan lagi untuk membeli tiket pesawat.
Arini tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain pasrah dan konsekuensinya dia harus mengorbankan prestasinya lagi hanya karena matakuliah Pak Abas. Dan juga kompetisi di Italia terpaksa Arini juga harus menyerah. Arini menjadi kacau.
__ADS_1
"Arini...!"
"Bento.. ngapain kamu disini?"
"mau ke Bali, nah loh kamu masih disini bukannya teman-teman sudah check in, malah bentar lagi mau naik pesawat tu!"
"itulah yang menjadi masalahnya, aku terlambat Ben! gimana donk? aku diminta reservasi ulang tiket pesawat dengan maskapai lain!"
Arini malu harus mengatakan sejujurnya pada Bento kalau uangnya tidak cukup. Karena dari awal Bento amat baik pada Arini tentunya dia tidak bisa membiarkan Arini susah donk!. Bento langsung menelpon seseorang dengan mengatakan bahwa nambah 1 penumpang lagi di penerbangan mereka.
"Ar.. kamu ikut kita aja! mana KTP kamu boleh aku minta sebentar?"
Arini memberikan KTP-nya sambil mengikuti Bento dari belakang.
"mari aku bantuin bawa koper kamu?"
"oh.. terima kasih Ben, aku bisa kok! "
Mendengar jawab Arini Bento hanya memberi senyum ramah padanya. Arini menjadi bingung mereka bukannya masuk ke petugas airport malah menuju pintu lain yang sangat private disitu hanya ada 1 petugas setelah melihat KTP mereka masing-masing, lalu diantarin ke sebuah pesawat yang berbeda terminal dan terlihat bahwa pesawat itu sangat mewah.
"Ben... ini pesawat komersil dari maskapai mana kok beda?"
Mendengar pertanyaan Arini yang polos Bento tersenyum lalu menjawabnya dengan enteng
"OMG... mewah dan bagus banget! emangnga punya siapa Ben?"
"kebetulan nih punya keluarganya Bli Agung, punya Alan juga ada tapi dipakai ayahnya dalam perjalanan bisnis" terang Bento
"cekcekcekcek..... sekaya apa sih kalian, sampe punya pesawat sendiri? keren deh!"
"Arini... Arini kamu baru pertama ya lihat private jet?"
"yap... baru pertama melihatnya dan baru pertama dalam hidup aku terbang bersama pesawat ini, pasti kalian kemana aja gampang donk?"
"ya... gitu deh! ayo... kita masuk, teman-teman pasti sudah ada didalam semua!"
Arini mengikuti saja apa yang dikatakan Bento, soalnya ini pengalaman pertama baginya naik private jet mewah ini.
Ketika Bento dan Arini masuk pesawat itu, teman-temannya menatap heran kok Bento bisa datang bareng Arini. Apalagi Bli Agung yang sudah tidak menyukai Arini.
Arini menyadari kalau teman-teman Alan sangat tidak menyukainya. Mau bagaimana lagi Arini tidak bisa menolak, apapun yang terjadi Arini akan hadapin sekalipun nanti akan di olok-olok lagi oleh teman-temannya Alan.
Alan sudah duduk dibagian depan di private sit bersama Nagita, disitu masih ada satu pasang kursi lagi, dan terpaksa itu menjadi sit Arini dan Bento.
__ADS_1
"Ar.. kita duduk disini aja!" ajak Bento
Alan hanya melihat Arini dengan mata penuh selidik batinya " nih cewe alim dan lugu ngapain ada disini bareng Bento?". Alan dipenuhi beberapa pertanyaan di otaknya dan itu yang paling membuatnya mengganjal.
Arini berusaha menyapa pasangan sejoli hanya dengan senyuman, sedangkan Bento mencoba menyapa Alan dengan berdehem... "hemmmhemm"
Pesawat pun mulai lepas landas, sampai diketinggian tertentu akhirnya mereka santai menikmati suguhan berbagai layanan di private jet itu yang sungguh sangat fantastis oleh beberapa pramugari yang cantik-cantik.
Alan menjadi tak nyaman harus duduk berhadapan dengan Arini. Sehingga suatu waktu Alan mencuri pandang memperhatikan Arini, parahnya lagi Nagita mengetahui gerak-gerik Alan itu, sehingga membuat Nagita was-was akan sikap Alan. Nagita tak hilang akal, dia berusaha membuat sentuhan-sentuhan mesra depan Arini dan Bento, terkadang membisikan kata-kata mesra supaya Arini dan Bento menjadi risih dan berpindah sit di belakang. Batin Arini " jijik banget sih kelakuan kalian!!"
Nagita juga dengan berani menciun Alan. Kedua sejoli sungguh dimabuk asmara. Bagi Bento mungkin hal ini biasa, karena terlihat jelas Bento nyantai aja, tapi bagi Arini ini sangat jijik dan mesum.
Karena tak tahan melihat demikian, Arini pura- pura ke toilet.
"Bento.. gue ke toilet bentar!" Arini mengatakannya dengan berbisik.
Alan melihat Arini kok akrab banget dengan Bento, luwes banget pake bisik segala sampe berdempetan kayak gitu, justru Alan menjadi resah.
Arini mana peduli dan menuju toilet.Setelah keluar dari toilet Arini tak mau duduk lagi didepan, Arini ke area belakang tepatnya tempat duduk untuk pramugari cantik.
"hup... sorry!" Arini kaget lagi saat kain pintu antara sit penumpang dan ruangan pramugari di singkap, ternyata ada juga adegan seronok yang sedang di pertontonkan yaitu Si Agung dan salah satu pramugari cantik sedang bercumbu mesra. Langsung saja Arini beranjak pergi dari situ dan tidak berniat lagi duduk dibelakang.
Saat mau menuju ketempat duduknya semula Arini melihat sit kosong dekat pintu, langsung aja Arini duduk menenangkan dirinya.
"iiihhhh... " Arini jadi merinding mengingat kelakuan Alan dan teman-temannya.
Tidak berapa lama kira-kira 10 menit berlalu, Agung menghampiri Arini langsung dengan kata-kata kasar.
"he... cewe kampung!!! sadar ga elu itu ga pantas disini, elu buat mood gue hilang..."
"maaf deh, gue ga sengaja! ok deh lain kali gue ga akan bareng kalian lagi, soalnya gue juga kapok!"
"bagus elu sadar! sebaiknya kamu duduk disini! kalau elu berani ke depan lagi, gue bisa buang elu keluar dari pesawat ini, ngerti! "
"ya.. ya.. maaf" Arini berusaha kalem dengan tidak membalas kekasaran Agung, Bisa kejadian Arini dibuang dari pesawat itu.
Bento mulai merasa kepergian Arini ke toilet kok lama banget, disusuli lah Arini, malah ditemukan Arini duduk di sit belakang.
"Ar,.. loh kok duduk disini! ayo ikut aku!"
Arini berusaha mengelak, sambil melirik Agung sudah melototin dirinya agar menolak ajakan Bento, tapi percuma Bento dengan kuat menarik tangan Arini supaya ikut dengannya duduk ditempat semula. Sekarang mereka kembali ke posisi semula, Si Agung semakin geram apalagi Bento begitu peduli dengan Arini.
Untuk keadaan Rony, malah asik dengarin musik sambil tertidur.
__ADS_1