Sang Playboy Mencari Cinta

Sang Playboy Mencari Cinta
Bab 54


__ADS_3

Nagita tak mendapat kabar dari Alan, dicoba beberapa kali menghubungi nomor handphone tapi tak ada jawaban. Alan terkesan menghindar darinya. Nagita berusaha berpikir positif bahwa Alan benar-benar sedang sibuk dengan bisnisnya. Tapi Nagita tak hilang akal, pastinya dicarilah Alan sampai ke rumahnya, dan hal ini sudah di prediksi oleh mommy Diana, bahwa Nagita akan sampai ke rumah hanya untuk mencari Alan. Namun mommy punya urusan bisnis sehingga harus pergi. Nagita memang sudah tak canggung lagi dengan keluarga besar Ferdian sejak menjadi tunangan Alan.


"Selamat siang mbok! Tuan Alan kemana?" Nagita langsung nyosor masuk aja sebelum mbok Siti mempersilakannya.


"Maaf nona, saya tidak tahu!" Mbok Siti pasang muka datar, tanda tidak suka akan sikap Nagita sok-sokan.


"Lalu mommy Diana, ada?" tanya Nagita lagi karena tidak puas atas jawaban mbok Siti.


"Oh, nyonya besar barusan pergi!" singkat tanpa alasan. Nagita pun akhirnya kesal akan jawaban mbok Siti, apalagi ditambah dengan air muka yang tidak suka padanya.


"Mbok Siti, bisa ga kalau mau memberi jawaban tu yang jelas!" sambil melotot.


"Nona Nagita yang cantik, saya cuman ART di rumah ini, tugas saya hanya mengurus kepentingan rumah saja bukan ikut campur urusan Tuan ama Nyonya, paham!" mbok Siti balas dengan suara yang tegas. Sebab selama mbok Siti bekerja di kediaman keluarga Ferdian tak sedikit pun keluarga ini pernah memperlakukannya tidak baik.


"Aahhh... bikin kesal aja! Awas lu ya...!!" ancam Nagita dan duduk di sebuah sofa di ruang tamu itu dan mbok Siti pun pergi meninggalkan Nagita sendiri di situ. Nagita memcoba menghubungi mommy Diana, akhirnya Nagita agak legah mengetahui bahwa mommy Diana ada dibutiknya dan juga sedang mengunjungi beberapa bisnisnya. Nagita memutuskan untuk menemui mommy Diana, daripada bengong dirumah.


Dalam perjalanan ke butik, Nagita terkejut ternyata tanpa sengaja Nagita memergoki seorang bodyguard dari Daniel Pearl.


"Hei... ngapain lu disini?" Nagita cukup was-was, pikirnya Daniel pasti ada juga ada disini.


"Iya non! Saya hanya mau belanja" Nagita menatap penuh selidik.


"Daniel..?"


"Maaf nona, saya sudah lama tidak bekerja lagi dengan Tuan Daniel!" anak buah Daniel berbohong.


"Gue ga percaya, elu pasti selama ini buntutin gue kan?" tanya Nagita lagi tidak percaya.


"Mana handphone elu?" Nagita tak kalah cerdik, karena tak ingin kebablasan, pasti anak buah Daniel sudah mengambil foto atau mengirim beberapa informasi kepada bosnya. Anak buah itu mulai ragu-ragu memberikan hp miliknya, sehingga membuat Nagita yakin bahwa anak buah Daniel berbohong. Karena kelamaan hp itu mau diberikan, Nagita dengan paksa mengambil hp itu dari tangannya.


"Nagita, kenapa?" muncul mommy Diana seketika dihadapan mereka, di saat Nagita sedang fokus memeriksa hp milik anak buah Daniel tersebut.

__ADS_1


"Hai mommy,... ga... ga ada apa-apa!" jawab Nagita agak gagap.


"Hei breng***! Kalau mau mengambil foto tanpa sepengetahuan orang itu tindakan melanggar hukum" tiba-tiba saja Nagita marah-marah seperti sedang berakting bahkan sambil membuang hp itu.


"Maafkan saya nona!" anak buah sepertinya tahu bahwa itu adalah nyonya Ferdian sehingga turut ikut dalam sandiwara Nagita.


"Tuan, saya bisa saja laporkan anda ke polisi!" sambung mommy Diana.


"Sudah mommy, ga penting! Kita pergi yuk!"


"Nagita, kamu juga salah! Kenapa juga hp orang itu kamu lempar ke lantai, kita tidak bisa melihat buktinya kan!"


"Jangan-jangan orang itu, stalker atau orang mesum yang berbahaya!" lanjut mommy Diana, melihat tingkah Nagita agak ceroboh dan aneh.


"Sudahlah mommy, Nagita sudah buat perhitungan dengan orang itu, bahkan sudah mengancamnya!" Nagita membawa mommy Diana pergi dari situ, Nagita takut anak buah itu akan menyinggung nama Daniel Pearl yang nantinya akan menimbulkan sebuah masalah besar.


"Hhmmm, gini! Kita lupain kejadian tadi, Nagita temanin mommy hari ini deh!"


Nagita ingin menolak, nantinya Alan pasti curiga maka dari itu Nagita berpura-pura menerima aja tawaran mommy.


"Nagita sih, merasa aman-aman aja kok! Tapi menurut mommy ini yang terbaik, Nagita mah nurut aja!" mommy Diana tersenyum ke arah Nagita karena anaknya manis dan mau mendengar nasihat orang tua, pikir mommy Diana seketika.


Nagita pun tak ingin banyak membahas mengenai orang itu ( anak buah Daniel), sehingga mereka buru-buru pergi ke butik mommy.


...****************...


Alan masih bersama rekan bisnisnya dari Dubai itu. Kali ini Alan membawa Raiyan Casildo ke Bali menikmati indahnya alam pantai dan beberapa tempat hiburan bahkan beberapa jenis bisnis keluarga Ferdian pun diperkenalkan pada pengusaha muda kaya itu. Pastinya pertemuan bisnis itu tidak flat begitu saja, adapun pelayanan dari wanita seksi bahkan para model pun di undang menjadi hiburan mereka.


"Tuan muda, saya punya informasi penting!" ada seorang anak buah Alan menghampiri sambil berbisik.


Alan dengan sopan, keluar dari ruangan itu sambil di iringi oleh anak buahnya.

__ADS_1


"Informasi penting apa? Cepat katakan!"


"Tuan muda, aku punya foto mengenai nona muda!"


Alan mengambil amplop coklat besar itu, dibuka dilihat dan diperhatikan dengan seksama.


" Loh, ini kan Mension kita!"


" Benar tuan! Pria yang bersama nona muda ternyata seorang perwira polisi dan cukup berpengaruh di negara kita" jelas anak buah Alan yang membuatnya melotot.


"Elu mau saya pecat! Elu pikir, Saya tak punya pengaruh juga di negara ini"


"Maaf tuan!"


"Ngapain juga polisi hutan Afrika ini sok romantis?"


"Informasi yang saya peroleh bahwa nona muda sedang menjalin hubungan dengan perwira polisi itu"


"Elu memang ya! Saya musnakan elu daru muka bumi ini. Saya mau elu cari tahu, ngapain mereka di Mension keluarga Ferdian? Saya tidak butuh penjelasan elu" Alan marah.


"Ampun Tuan! Saya akan mencari tahu, tunggu 3 menit aja!"


Tak lama anak buah itu mencoba menghubungi orang suruhannya dan mencari tahu seperti permintaan tuannya.


"Tuan muda, maaf! Ini ada hubungannya dengan Tuan besar Ferdian. Jadi apa tidak sebaiknya tuan muda saja yang langsung bertanya" jelas anak buah itu lagi.


"Ayah..?" suara kaget


"Baiklah, elu sana pergi! berjaga-jaga lagi. Cari tahu lagi kabar selanjutnya nona muda!" Alan memerintahkan anak buahnya lagi, karena Alan masih penasaran mengenai hubungan Arini bersama Rendra.


"Siap Tuan!"

__ADS_1


Informasi yang diterima Alan, membuatnya menjadi tak fokus. Sejak kejadian dari Yact itu, Arini ternyata baik-baik saja, bahkan sedikitpun tak merasa bersalah pada Alan. Hal inilah membuat Alan menjadi uring-uringan bahkan semakin tak terkontrol menengak minuman keras.


__ADS_2