
Flash back on ( Nagita bertemu Daniel Pearl)
Hati Alan menjadi kacau setelah kembali dari rumah Arini. Alan mendapati suatu kenyataan bahwa Rendra adalah sahabat Arini waktu sekolahan dan bukan hanya itu Rendra kini menjadi orang yang sangat dekat dengan keluarganya. Dalam perjalanan pulang Alan menebak-nebak dalam hatinya "Apakah mereka sudah menjadi pasangan kekasih?". Karena hatinya diliputi kekacauan, tempat yang menjadi pelariannya adalah bar. Dengan menengak minuman memabukan Alan bisa sejenak tenang dan boleh melupakan sakitnya. Tak beberapa saat Alan disitu, terlihat sahabatnya Ronny juga disitu, sehingga kedua sahabat itu menghabiskan waktu bersama tapi Alan tak berani menceritakan tentang Arini pada Ronny sebab hanya Bento yang dapat menjadi tempat sampah buatnya untuk meluapkan segala emosinya karena Bento terlihat lebih dewasa dan mapan secara emosional.
Namun disisi bumi lainnya, ada Nagita menghampiri Daniel Pearl. Nagita dengan langkah yang gontai menuju lorong kamar hotel VIP walaupun ditemani seorang pelayan hotel yang mengantarnya, hatinya berdegub kencang karena Daniel Pearl pasti berbuat kasar. Tak lama sampailah mereka tepat depan kamar yang dimaksud, pelayan itu pamit pergi meninggalkannya sendirian dan memberikan sebuah kartu untuk akses masuk ke kamar hotel itu.
Nagita menarik napas panjang, berusaha menetralkan deru dadanya. Dengan berani Nagita pun masuk kedalam kamar hotel tersebut, tapi aneh seisi kamar terlihat amat gelap.
"Daniel,... Daniel... Please, Kenapa harus gini sih?"
Tak lama ada sosok yang mendekapnya dari belakang, memeluknya dengan tenang dan erat.
"Ssssuuuutttt...I'm here be quiet, OK!"
Daniel merasakan aroma tubuh Nagita, yang membuatnya tak bisa lupa serta selalu menghipnotis dirinya.
__ADS_1
"Daniel... Nyalakan lampunya!"
"Biarkan aku sebentar memeluk dirimu Nagita, I miss you!"
Entah kenapa, Nagita menjadi penurut kali ini, mau dipeluk Daniel, dan karena memang Nagita merasa kali ini Daniel berubah, ada kehangatan diantara meraka, bahkan Nagita menjadi tenang dan nyaman tak seperti dahulu lagi.
Tak lama muncul di kepala Nagita, penolakan dan penyangkalan bahwa tidak mungkin Daniel berubah secepat ini, pasti hal ini dilakukan Daniel agar dapat tidur dengan dirinya lagi. Maka dengan cepat dibuang tangan Daniel yang melingkar dipinggangnya.
"Kenapa sayang?"
"Nagita sayang, aku menyuruhmu kesini bukan untuk meminta kamu kembali padaku, melainkan aku hanya ingin membuat perpisahan yang manis diantara kita". Seketika Nagita kaget, Daniel segampang itu mau melepaskannya.
"Apa maksud kamu, Daniel?"
"Itukan yang kamu mau Nagita. Aku akan memberikan apapun yang kamu minta dariku sekalipun itu menyakitkan. Dunia dan nyawaku sekalipun siap aku berikan padamu asalkan kamu bahagia" dan sambung Daniel lagi.
__ADS_1
"Untuk apa juga aku mempertahankan dirimu tapi kamu tidak bahagia, karena aku tak ingin memaksakan segala sesuatu yang bukan milikku" ungkap Daniel. Nagita menatap penuh selidik terhadap Daniel, Nagita melihat ketulusan itu ada diwajah seorang Daniel yang dikenalnya kasar dan arogan itu.
"Apakah kamu benar-benar serius mau melepaskan aku untuk Alan Ferdian?"
"Iya... Kenapa? Kamu ga percaya?" suara Daniel terdengar lembut dan pasti, sehingga lagi-lagi membuat Nagita kembali terdiam.
"Tapi dengan satu syarat ; malam ini, kita harus menghabiskan waktu bersama!" Sambil Daniel menyalakan lilin beraroma terapi yang sudah disiapkannya.
Nagita masih ga bisa percaya bahwa Daniel akan menyerah terhadap dirinya, padahal tadi siang di perusahan Alan, Daniel masih sama, sehingga tak ada satu katapun keluar dari mulut Nagita untuk membalas pernyataan Daniel barusan seolah menyetujui keinginan Daniel.
Ternyata kamar ini sudah ditata dengan indah oleh Daniel, terlihat sangat romantis. Namun Nagita masih dalam kebingungan akan sikap Daniel yang benar-benar berubah.
"Ayo...jangan bengong disitu. Malam ini kita dinner disini aja, aku sudah siapkan semuanya"
Ada sebuah meja ditatahkan didekat balkon, dikelilingi lilin dan berbagai bunga indah. Nagita mengikuti Daniel yang berjalan ke arah balkon, dan mempersilakan Nagita untuk duduk agar mereka dapat dinner romantis bersama malam ini.
__ADS_1
Bersambung Flash back-nya ya!