Sang Playboy Mencari Cinta

Sang Playboy Mencari Cinta
Bab 46


__ADS_3

Tak lama antar mereka pun terdiam,selama perjalanan. Rendra memperhatikan Arini terlihat kesal.


“Ar, aku minta maaf! Seharusnya dinner ini merupakan malam yang spesial buat kita, dan seharusnya tadi aku bisa menolak ajakan Tuan Ferdian!”


Arini menoleh ke arah Rendra yang sedang mengendarai mobil, dalam benaknya pasti Rendra berpikir muka muramnya karena Rendra. Dobellah rasa bersalahnya pada Rendra.


“Ga Rend, Akulah yang minta maaf! Aku hanya kekenyangan sehingga terlihat lelah, aku senang kok kita bisa bertemu keluarga Ferdian!”


“Wajahku pasti terlihat jelek pasti...makanya kamu kira aku marah dan kesal kan?” Arini berusaha mencairkan suasana dengan bersikap konyol.


“Hahaha....kamu lucu dan imut!” Rendra kembali mengelus ujung kepala Arini sehingga membuat Arini menjadi tenang.


“Beberapa hari sebelum kamu berangkat ke Italia, kita harus menghabiskan waktu hanya berdua, jalan-jalan, nonton, belanja, apapun itu harus dilakukan berdua!”


“Idiiih...segitunya Rend! Emangnya kamu ga kerja Pak Kasat Reskrim, banyak penjahat yang berseliweran dikota!”


“Don’t worry nona! Satgas Polri tangguh dalam hal tangkap-menangkap penjahat, kecuali cinta mereka belum berpengelaman!”


Arini mencubit manja lengan Rendra menggoda, membuat Rendra jadi hilang kendali. Bahagia bercampur kesem-sem melihat orang dicintainya mulai bermanja dengannya. Rendra mengantar Arini sampai kerumahnya dengan selamat dan mempertanggung jawabkan depan Ibu Yanti. Tentunya sikap Rendra ini mendapat nilai plus dari Ibu Yanti, fix bahwa Rendra adalah anak yang baik.


...****************...


Daniel Pearl akhirnya mendapat kabar dari anak buahnya bahwa Nagita Wilson sudah bertunangan dengan Alan Ferdian. Ternyata selama kepergiannya ke Ausse gerak-gerik Nagita dipantau oleh Daniel.


“Bagaimana Tuan? Apakah yang harus kita lakukan pada nona Nagita?”

__ADS_1


“Tak perlu melakukan apa-apa, tugas kalian hanya mengawasi dia dan melaporkannya pada saya. Ingat jangan sampai mereka ke jenjang pernikahan, apabila sampai demikian nyawa kalian taruhannya!”


“Siap Tuan!”


“Informasi mengenai Alan Ferdian, sudah kamu dapatkan?”


“Belum Tuan! Informasi mengenai Keluarga Ferdian tak segampang yang kita tahu Tuan, Belum media sosial dan entertaiment pun tak sembarangan mengekspos keluarga ini.”


“Tak ada cara lain! Informasi dari orang-orang terdekat juga bisa kan?”


“Justru itu Tuan, mereka seperti anjing-anjing yang tunduk pada tuannya!”


“Saya tidak mau tahu! Tugas ini tak bisa kalian kerjakan, saya habisi kalian semua sampai keluarga kalian tak mengenalnya!”


“Siap Tuan!”


Daniel tidak bisa berbuat banyak sekarang ini, karena pengaruh keluarga Ferdian juga berpengaruh pada bisnisnya yang baru dirintis di Indonesia. Maka untuk sementara Daniel masih mengikuti permaianan Nagita sampai menemukan titik kelemahan untuk serang balik dan mendapatkan kembali hati Nagita.


...****************...


Keesokan harinya kediaman keluarga Tuan Ferdian. Karena ini merupakan hari minggu Mak Siti sudah sedari jam 5 membangunkan Tuan Muda Alan namun tak kunjung keluar dari peraduan. Hingga jam 7.30 Tuan Ferdian sendiri yang sudah berada di ruang makan. Sudah menjadi aturan pagi diharuskan untuk breakfast bersama secara intimate, sebagai ruang bertukar pikiran dan berbagi cerita sebelum menjalankan aktivitas.


"Mak Siti! Dimana anak muda itu? Apa dia tahu hari ini adalah hari minggu? Bangunkan Alan segera!!"


" Baik Tuan!" Mak Siti segera kembali ke kamar Alan.

__ADS_1


Berulang kali diketuk pintu kamar, tetap tidak dibukakan pintu, Mak Siti coba membuka pintu kamar ternyata sudah tidak dikunci berarti Tuan muda sudah bangun dari tidurnya. Karena penasaran Mak Siti masuk memeriksa ke dalam, namun kamarnya kosong tempat tidur masih berantakan dan Mak Siti coba mendekati pintu kamar mandi ada terdengar gemericik air jadi kesimpulannya pemuda itu sedang mandi.


"Tuan muda sedang mandi, Tuan!"


" Terima kasih Mak Siti! Jam 9 nanti Mommy dari Paris tiba, tolong bersihin dan bereskan rumah ya! saya mau ke gereja"


"Baik Tuan!"


Tak lama kepergian Tuan Ferdian, muncul Tuan muda Alan.


"Wah... wah..... Tuan muda rapi, wangi dan tampan sekali! Mau kemana Tuan?" sapa Mak Siti yang kebetulan saling bertemu dibawah anak tangga.


"Ke gereja, Kenapa Mak Siti senyam-senyum kayak gitu?"


"Maaf Tuan muda! Mak Siti bahagia, Tuan muda akhir- akhir ini banyak berubah, hmmhmm... biasanya ini pasti berhubung dengan namanya jatuh cinta!"


"Oh ya! emangnya ada ditulis disini (sambil menunjuk kening)! Bahwa saya sedang jatuh cinta, ah... Mak siti ada-ada aja!"


"Di mata Tuan muda sangat terlihat jelas!"


"Ga lah! ke gereja harus karena Tuhan dan dari hati bukan karena hal lain Mak Siti!" jelas Alan


"Maaf Tuan, Mak Siti salah! kalau memang begitu, Semoga ibadah Tuan khusyuk dan diterima yang Mahakuasa"


"Amin...Terima kasih, aku pergi Mak Siti!"

__ADS_1


" Hati-hati Tuan muda!!" balas Mak Siti dibarengi dengan sebuah senyuman dan menghantarnya sampai pintu depan dan melihatnya berlalu pergi bersama mobilnya.


Rumah ini kembali sepi, beberapa bulan terakhir sejak nyonya rumah pergi ke Paris, keluarga Ferdian sepertinya sibuk dengan urusan masin-masing. Apalagi Tuan muda kecil tak ada kabar. Mak Siti hanya menarik napas dan menyadari bahwa keluarga ini sedang mengalami masalah. Mak Siti merasa demikian karena sudah puluhan tahun mengenal keluarga Ferdian. Dalam hati Mak Siti hanya bisa memanjatkan doa "Agar keluarga Tuan Ferdian baik-baik saja dan selalu diberkahi kesehatan berlimpah, serta segala usaha karya mereka berjalan baik, amin."


__ADS_2