Sang Playboy Mencari Cinta

Sang Playboy Mencari Cinta
Bab 29


__ADS_3

Dari Airport Alan langsung mengantar Nagita kembali ke apartemen, memang Alan agak tidak bersemangat hari ini. Inginnya hanya tiduran dikamar menyendiri, entah apa yang membuatnya begitu. Pastinya kejadian dipantai bersama Arini terus menari-nari dalam ingatannya.


"Tuan mau makan siang sekarang?. Tuan besar sudah menunggu diruang makan!." Mak Siti sudah berada di balik pintu kamar Alan. Mendengar ayahnya juga sudah kembali Alan beranjak dari ranjang dan membukakan pintu tersebut.


"Kapan ayah pulang?, Mommy sama Hendra juga?."


"Tuan besar tiba tadi pagi dan Nyonya sepertinya belum pulang. Mak siti kan sudah mengatakan kalau Nyonya 3 bulan ke depan masih di Paris bersama Tuan muda kecil Hendra!."


"Oh ya...,ya...,saya lupa Mak Siti. Saya turun sekarang!."


"Baik Tuan muda!."


Mak Siti kembali dan mengurus segala sesuatunya seperti biasa. Selang beberapa menit Alan juga sudah berada di ruang makan. Ayahnya menunggu untuk makan bersama. Alan menuju ayahnya mengambil tangan untuk di salami dan itu kebiasaan keluarga mereka. Ayah dan anak ini menikmati makan siang dengan diam saja pada mulanya. Namun pas di pertengahan ayah Ferdian membuka obrolan.


"Alan, bagaimana kegiatan kampus di Bali?, lancar?."


"Hemm, lancar yah!," jawab Alan singkat saja.


"Baguslah!."


"Ayah punya teman bisnis sekalian teman sekolah waktu SMA sekarang ada di Singapura. Katanya anak gadisnya satu kampus sama kamu. Teman ayah itu meminta bantuan untuk menjaga anaknya itu, bolehkan kamu bantu ayah mencari tahu?." Ayahnya mengatakan dengan perlahan dan takut menyinggung perasaan Alan.


"Memangnya ayah ga punya anak buah untuk melakukan itu?. Alan sibuk!, bentar lagi jadwal magang keluar dari Fakultas. "


Mendengar jawaban Alan, membuat ayah Ferdian menjadi salah lagi atau memang mood Alan sedang tidak bagus karena sangat terlihat jelas di wajahnya.


"Ok-lah, kalau kamu ga mau membantu ayah!."


"Alan tahu arah pembicaraan ini. Ayah mau menjodohkan Alan sama gadis teman ayah itu kan?."

__ADS_1


Ayah Ferdian memang tidak bisa menutupi lagi akan hali itu.


"Ayah hanya ingin kamu kenal aja dulu, bukan mau menjodohkanmu?, ayah tidak memaksa kalau kamu tidak cocok dengan gadis itu!."


"Itu sama saja yah!, ujung-ujungnya pasti ayah akan menyuruh Alan nikah sama gadis itu!," nada suara Alan agak keras.


"Satu hal lagi, ini zaman milineal yah, biarkan Alan menentukan jalan hidup Alan sendiri apalagi berhubungan dengan wanita yang nanti menjadi pasangan Alan nantinya, " sambung Alan panjang lebar. Ayan Ferdian tak bisa lagi memaksa Alan untuk mengikuti ingin mereka sebagai orang tua.


"Alan sudah selesai makan, maaf Alan kembali ke kamar!."


Mak Siti melihat ayah dan anak ini dalam keadaan tidak akur, pelan-pelan membersihkan ruang makan itu tanpa bersuara. Tuan besar pun tak bisa berbuat banyak malah kembali sibuk dengan handphone miliknya yang mendapat telepon dari salah satu asisten yang di tugaskan menjaga villa di Bali. Sepertinya asisten itu membuat laporan akan apa yang terjadi selama kegiatan berlangsung.


...****************...


Keadaan Nagita Wilson malah mencekam, karena Daniel Pearl sudah berada di apartemen miliknya, Nagita siap di adili oleh Daniel.


"Dasar pela*** murahan!."


"Daniel, kasar sekali kata-katamu itu!," balas Nagita


"Lihat ini!." Daniel membanting sebuah amplop yang berisi foto-foto dirinya bersama Alan yang sedang mesra-mesraan. Seketika mata Nagita melotot, ketakutan menghinggapi dirinya juga.


"Apa ini bukan bukti kalau kamu sama murahnya dengan pela*** ah...!."


Daniel menghampiri Nagita dan meremas mulutnya dengan keras.


"Katakan Nagita!."


"Maafkan aku Daniel!. Aku bersamanya sebelum kamu datang ke Indonesia, lagi pula aku menjalin hubungan dengan siapa pun bukan urusan kamu?."

__ADS_1


"Kamu tahukan konsekuensinya. Pria itu akan aku hancurkan!."


"Daniel apa mau kamu?. Jangan mempersulit keadaan!."


"Aku sudah katakan, yang aku mau itu kamu Nagita Wilson. Tidak boleh ada pria lain selain aku."


"Kita sudah putus 2 tahun lalu Daniel. Untuk apa juga kamu datang menghancurkan masa depan aku!."


"Oh... jadi, beberapa kali kita tidur bersama itu tidak pernah di anggap oleh kamu."


Daniel mulai murka, nada suaranya semakin keras membuat Nagita semakin takut dan gemetar.


"Atau kamu sudah tidur dengan laki-laki itu?." Kembali Daniel menghampiri Nagita dan menariknya dengan kasar serta kembali meramas mulut Nagita agar mau bicara dan menjawab dengan jujur pertanyaannya. Wajah Daniel di dekatkan padanya sambil menatap penuh selidik dan amarah terlihat di wajah Daniel yang memerah.


"Jawab aku Nagita!." Nagita tidak tahu harus berkata apa. Jika jujur pasti Daniel semakin geram. Daniel melepas genggamannya supaya dapat mendengar jawaban Nagita. Daniel cukup penasaran akan hubungan kekasihnya itu.


"Itu tidak benar Daniel!. Kami tidak pernah melakukan hal itu!."


Mendengar itu, Daniel agak legah karena wanitanya bisa menjaga dirinya. Daniel kembali duduk di sofa, untuk menenangkan dirinya. Beberapa menit kemudian Daniel berkata,


"Duduk di sini Nagita!." Daniel meluluh hatinya.


Nagita mengikuti saja perintah itu dan duduk di sampingnya.


"Aku mau kembali ke Ausiee malam ini. Anak buah, aku tinggalkan beberapa di sini untuk menjaga kamu!."


"Aku semakin cinta kalau kamu menjadi lebih penurut Nagita!," ungkap Daniel.


Daniel mengusap wajah Nagita yang terlihat berantakan. Di kecup dengan manis bibir kekasihnya itu. Setelah itu Daniel memeluknya dengan erat, agar Nagita tak ketakutan lagi.

__ADS_1


"Maafkan aku Nagita!. Aku mencintai kamu, sekali pun kamu belum mencintai aku. Dan aku akan tetap menunggu kata cinta itu keluar dari mulut kamu!." Nagita hanya mengangguk perlahan dan membalas pelukan Daniel.


"Sebelum aku berangkat, kita dinner bareng ya!. Aku sudah reservasi restaurant di hotel. Dandan yang cantik sayang!." Nagita pun beranjak pergi ke kamar dan mempersiapkan diri. Daniel tak lama memanggil salah seorang anak buahnya untuk di beri perintah selama kepergiaannya.


__ADS_2