Sang Playboy Mencari Cinta

Sang Playboy Mencari Cinta
Bab 61


__ADS_3

"Selamat pagi mak Siti! Kok tumben hari ini rumah sepi, ayah sama mommy kemana?"


"Lah.. tuan muda lupa atau apa pura-pura lupa, lusa kan hari pertunangan tuan sama nona Nagita" jelas mak Siti yang membuat Alan kaget. Ternyata 1 minggu yang ditetapkan datang juga.


"Jadi?"


"Maksudnya?" tanya mak Siti bingung akan kata jadi yang menjadi kata tanya baginya.


Melihat raut wajah tuannya tak bersemangat membuat mak Siti tahu, ada satu hal yang membuat tuan muda itu sedang gelisah. Sehingga Mak Siti mendekatkan diri pada tuan muda karena prihatin.


"Maaf tuan muda, apa yang boleh mak Siti bantu?"


"Ga ada mak Siti, cuman cape aja!"


"Mau saya ambilkan secangkir kopi pahit, tuan?"


"Boleh deh!"


Alan duduk santai di sofa tengah ruangan, sambil dikeluarkan hp milik Arini, beberapa kali di amati, tampak ada senyum yang tergambar diwajah Alan. Membuat air mukanya yang awal muram tampak ada secercah keceriaan.


"Hemm.. hemm.. " Mak Siti berpura-pura berdehem, tepat berdiri dibelakang Alan, yang juga ternyata melihat tingkah Alan yang aneh saat melihat foto yang ada di hp tersebut.


"Cantik tuan! Oh.. pantesan tuan muda Alan jadi aneh"

__ADS_1


"Eh.. mak Siti, kagetin aja! Iya sih cantik, cuman orangnya udah pergi menjauh ke luar negeri!" Alan mulai mencair terhadap mak Siti. Karena sesungguhnya Alan pengen sekali dapat mencurahkan isi hati pada seseorang yang mengerti akan dirinya.


"Oh wanita spesial! Loh, tapi tuan Alan malah tunangan sama Nona Nagita kalau suka sama wanita itu!"


"Wanita ini namanya Arini, kami emang pacaran. Awalnya Aku hanya becandain saja mau pacarin ama Arini, tapi kenapa ya Mak Siti, saat dia sudah ga ada hatiku seperti kosong, sakit banget!"


"Maaf ya tuan! Mak Siti boleh ngomong dikit ga?"


"Boleh silahkan!"


"Gini tuan! Emang kalau cinta kayak gitu, apalagi tuan juga punya banyak gebetan dan pacarnya, sulit untuk menentukan perasaan yang sebenarnya, biasanya ketika udah pergi aja baru sadar kalau ada cinta"


"Lalu kenapa tuan mau bertunangan sama nona Nagita kalau ga cinta?" lanjut tanya mak Siti.


"Walaah... tuan muda mau kedua wanita ini jadi istri ya?"


"Ga gitu juga mak Siti!"


"Lalu maunya tuan, gimana sekarang? bentar lagi kan mau tunangan?"


"Itulah mak Siti, Aku masih ngebet nyari tahu keberadaan Arini?"


"Setelah tuan nyari Si Nona Arini itu, tuan mau ngapain?"

__ADS_1


"Mau menyelesaikan masalah antara aku dan dia. Dan mau bertanya sama dia Kenapa pergi begitu aja dari saya?"


"Maaf tuan, cuma segitu doang! ga ada yang lain?"


"Iya... "


"Tuan.. tuan!" mak Siti menggelengkan kepalanya merasa heran akan sikap Alan yang tak bisa menentukan perasaan yang sebenarnya.


"Emang kenapa mak Siti?"


"Kalau boleh mak Siti saranin, ga usah ngebet nyari anak orang di luar negeri sana, lupain! kasiham wanita itu, biarin aja dia mencari kehidupannya"


"Loh, mak siti kok gitu!"


"Lah iya Tuan mudaku yang ganteng dan baik hatinya, kalau mak Siti mah jadi nona Arini mana mau balik untuk suatu hal yang ga jelas apalagi hubungan tuan dan nona Arini hanya becandaan! ada-ada wae tuan mah!" Mak Siti hanya tersenyum, ingin tertawa, tapi ga tega melihat Alan yang kelihatan bego.


"Ya udah, mak Siti mau ngurusin kateringnya untuk pertunangan tuan entar!"


"Ok, makasih ya mak siti! Jangan cerita ama mommy ya?"


"Siap tuan muda!"


Alan masih melanjutkan kegiatannya dengan mengotak-atik hp milik Arini, pikirnya mungkin ada suatu yang dapat menjadi petunjuk buatnya untuk mencari Arini.

__ADS_1


__ADS_2