Sang Playboy Mencari Cinta

Sang Playboy Mencari Cinta
Bab 28


__ADS_3

Arini tiba juga dirumah, ibu dan adiknya sepertinya sedang keluar. Arini memutuskan untuk beristirahat saja dikamar, lelah juga perjalanannya.


Baru sebentar tubuhnya di baringkan, ada sebuah panggilan masuk ke hp-nya, dan itu adiknya Tara.


"Halo dek!. Kamu dimana?, ibu juga ga ada?."


"Kak, sudah pulang?."


"Sudah!."


"Syukurlah Puji Tuhan!. Ibu kemungkinan hari ini lembur di kantor!."


"Oh gitu, kamu belum pulang dek?. Lagi maen sama teman ya?."


"Kak Arini, Tara boleh minta bantuan ga?, tapi nanti jangan bilang ibu, takutnya ibu jadi kuatir!."


"Loh ada apa dek?, kamu kenapa?," nada kuatir.


"Please kakak, jangan panik!. Kakak datang ke kantor polisi sekarang karena motor Tara di tilang sama pak polisinya. Tara ga bisa pulang sebelum orang tua datang menjemput!."


"Waduh Tara, emangnya kamu ga bawa surat-surat kendaraan. Kakak sering ingatin kamu dek!."


"Nanti dulu ceramahnya kak!. Kesini aja dulu, nanti Tara jelasin soalnya Tara di sini sudah hampir 3 jam-an."


"OMG, jadi kamu kena tilang setelah balik dari sekolahan?."


"Ya..., ya..., Tara tungguin ya kak!." Tara mematikan panggilannya.


"Tara, Tara..., kakakmu sudah cape di tambah masalah lagi dari kamu!." Arini menggerutu dan mengambil kunci motornya. Beberapa surat penting motor milik adiknya pun di cari tapi tak ada, hanya KTP milik adiknya yang ketinggalan.


Tak lama Arini tiba juga di kantor polisi, di lihat adiknya sedang di beri sanksi berdiri di panas bersama beberapa anak sekolahan lainnya yang masih menggunakan seragam sekolah.


"Selamat siang pak!."


"Selamat siang bu!. Ada yang bisa kami bantu?."


"Saya salah satu perwakilan orang tua dari anak yang di hukum itu."


"Oh..., siapa nama anak ibu?. Sekalian KTP-nya jika ibu membawanya!."

__ADS_1


"Ada pak!. Adik saya namanya Tara Andara Cipta. Kira-kira kenapa motor adik saya ditilang?."


"Ini adik ibu!. Kami sudah meminta keterangan ke adiknya, ternyata adiknya ga ikutan tawuran. Hanya tadi adiknya ga beruntung aja ada di situasi tawuran antar sekolah!."


"Loh, kenapa adik saya ditahan?. Kasihan loh pak dari siang adik saya belum makan di suruh berdiri di panas-panas, yang benar aja!." Arini mulai marah akan pernyataan Pak Polisi itu.


"Maaf ibu, maksud saya mba!.Kami tidak menahan hanya memberi konseling pada mereka termasuk adiknya. Dan juga kami mau memastikan mereka pulang dengan selamat ketika sudah di jemput oleh orang tua mereka masing-masing!."


"Ya udah, sekarang bebasin adik saya!."


"Tenang mba, mereka sudah di beri makan dan minum juga kok!. Jadi ga usah kuatir kalau mereka kelaparan!," nada Arini emang agak ngegas ketika mendengar kalau adiknya ga salah tapi masih di tahan,


Tak lama muncul seorang Pak Polisi yang gagah, ganteng, tegap bak seorang aktor.


"Selamat siang pak!." Berdiri hormat Pak Polisi yang sedang bersama Arini.


"Arini Anggraini Cipta!," sapa Pak Polisi tampan itu dengan suara kaget dan memastikan dalam hatinya bahwa benar itu adalah gadis pujaannya dan feelingnya tak salah.


"Ya saya pak!. Loh bapak bisa tahu nama saya!."


"Pak, biar saya urus masalah mba ini!," sambung polisi tampan itu.


"Siap pak!."


"Saya Rendra Wira Ar!."


"Rendra, OMG kak Rendra!." Arini langsung memberikan pelukan hangat pada Pak Polisi tampan itu. Rendra menjadi salah tingkah karena Arini yang di kenalnya masih sama, centil dan terlihat tambah cantik. Polisi yang lain di situ menjadi keheranan dan takjub.


"Hehehemehemm," suara deheman dari teman polisi.


"Apa kabar kamu Ar?."


"Kabar baik kak!. Kakak pasti lebih baik dari Arini, soalnya Arini hampir ga kenal kak Rendra!. Heemm tambah ganteng!." Arini mengungkapnya dengan malu-malu.


"Oh ya!. Lalu Arini mau ngapain di sini?."


"Tara kak!. Katanya motornya di tilang makanya Arini kesini!."


"Baiklah, tunggu sebentar Ar!."

__ADS_1


Rendra memanggil anak buahnya yang menangani masalah tawuran anak sekolah tersebut.


"Brigadir, yang bersangkutan boleh pulang sekarang kan?."


"Siap pak!. Boleh Pak, adiknya mba ini tidak ikut dalam tawuran tersebut!."


"Terima kasih, Brigadir!."


"Siap pak!."


Arini melihat Rendra Wira sangat di hormati oleh Birgadir itu membuatnya bertanya, jabatan apa yang disandang Rendra. Arini terlihat sangat mengngagumi Rendra, di pandangnya tanpa kedip.


"Ar, Arini..., ayo!," panggil Rendra pada Arini yang terlihat bengong. Terkesima memandang Rendra.


"Oh ya kak!." Arini masih memghormati Rendra sehingga memandangnga seperti seorang kakak. Karena mereka adalah teman kecil, perbedaan umurnya palingan 3 tahunan. Namun kenangan antara mereka tak bisa dilupakan. Mereka berpisah karena ayah Rendra pindah tugas ke Papua. Waktu itu, Rendra dan Arini masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).


"Tara Andara Cipta!. Boleh keluar dari barisan karena wali dari orang tua sudah datang menjemput. Dan untuk anak yang lain masih menunggu orang tua-nya."


Tara mendengar namanya dipanggil langsung pergi bersama, mengikuti kak Arini dan Polisi Rendra Wira.


"Ar, bolehkan saya main ke rumah lagi?. Kangen ibumu!."


"Ya kak, Arini tunggu!. Pasti ibu kaget melihat kakak Rendra sudah setampan ini!."


"Kamu bisa aja!."


"Salam buat ibu ya!. Masih tugas, mungkin besok ada waktu senggang saya akan berkunjung!."


"Siap pak!." Arini berlagak bak seorang polisi. Rendra membalasnya dengan senyum sembari mengelus kepalanya seperti kebiasaan Rendra dulu.


"Hai bro, jaga kakak elu dengan baik ya!."


"Siap pak!." Tara mengikuti saja gaya Arini padahal dalam hatinya belum mengenal sosok yang ada di hadapannya yang terlihat sangat akrab dan sangat mengenal Arini.


"Kita balik kak Rendra!," pamit Arini.


"Ya, hati-hati Ar!," ungkap Rendra. Dan Arini membalasnya dengan senyum manis.


Sebelumnya Arini dan Rendra sudah saling bertukar nomor handphone. Sehingga gampang buat Rendra menghubungi Arini.

__ADS_1


Rendra sangat riang hatinya, bertemu orang yang pernah menjadi pujaan hatinya itu. Sejak di bangku sekolahan bahkan sampai sekarang perasaannya masih sama. Walaupun Arini masih menganggapnya sebagai seorang kakak.


Dalam perjalanan pulang Arini senyam-senyum sendiri karena perjumpaan pertama setelah sekian lama berpisah. Sebenarnya banyak hal yang ingin di perbincangkan Arini sama Rendra untuk melepas kerinduaannya selama ini.


__ADS_2