Sang Playboy Mencari Cinta

Sang Playboy Mencari Cinta
Bab 47


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, tepatnya di kampus Alan bersama- sama sahabat-sahabatnya sedang mengikuti kegiatan pembekalan para mahasiswa magang. Kegiatan pembekalan ini ternyata jadwal pelaksanaannya di masing- masing fakultas dan berbeda jadwal. Tentunya Alan pun tak punya kesempatan lagi bertemu Arini. Karena terlalu sibuk ditambah lagi Nagita selalu mengekor dan menjadi bayangannya, dimanapun dirinya berada disitu Nagita pasti ada. Sejak Nagita dikenal sebagai tunangan Alan, seantero kampus jadi gempar akan berita itu. Banyak gadis yang menaruh harapan untuk menjadi gebetan Alan pun pupus sudah.


" Alan... Alan Ferdian!!," suara yang tak asing memanggil dirinya yang kala itu sedang jalan bergandengan bersama Nagita memasuki area fakultasnya.


"Silvi..!," lirih suara Alan ketika mengarah ke sumber suara, dan sosok itu sedang menghampirinya.


"Kamu sungguh tega dan sangat keterlaluan Lan!"


"Oh.. Jadi karena perempuan ini! Aku sudah berjuang dengan mempertaruhkan masa depanku kamu enak-enakan bersama tunanganmu ini!!" Silvi sinis kepada Nagita, malah Nagita semakin nyosor lebih dempet kepada tubuh Alan, bergelayut manja.


"Perempuan jala***! Kamu licik Lan!"


"Hei.... Hati-hati dengan kata-katamu Silvi!," nada peringatan Alan yang tak suka dibilang licik.


"Kamu yang jala***, mura***...! Alan, tunanganku sekarang, apa mau mu? Sebaiknya kamu beranjak dari sini!," sambung Nagita yang juga emosi.


"Kamu jangan kira, aku dikeluarkan dari kampus ini lantas perempuan ini bahagia menjadi tunanganmu, kamu akan lihat pilihanmu akan membuatmu menyesal nanti Lan! Aku akan buat perhitungan!"


Silvi langsung pergi begitu saja, dengan kejadian ini dia menyadari ternyata Alan ternyata sungguh kejam hanya karena ingin menyingkirkan dirinya, Silvi harus di keluarkan dari kampus. Sebenarnya juga kalau Silvi tidak terlalu terobsesi dalam mencintai pasti kejadian ini takkan terjadi tapi inilah yang disebut dengan Cinta Tanpa Logika seperti lagu Agnes Mo membuat orang menjadi bodoh dalam berpikir dan bertindak.


...****************...


"Rend, kita mau kemana?"

__ADS_1


Arini yang duduk di jok belakang sambil memeluk erat Rendra, motor melaju dengan kecepatan normal membuat pasangan ini terlihat sangat serasi dan mesra.


Tangan Rendra sesekali menempel dipermukaan tangan Arini yang sedang melingkar dipinggang saat mereka bercakap- cakap ringan di atas motor.


"Kita ke suatu tempat yang indah, pastinya kamu sangat menyukainya!"


" Oh.. Ya!" Arini mencubit manja pinggang Rendra, seketika Rendra menjadi gugup dan terasa menggelikan


"Ouw.... Kamu mulai manja dan berani ya Ar!"


"Kenapa emangnya? Kamu sih, mau jalan-jalan aja pake rahasia segala, aku jadi penasarankan."


Rendra menaikan kaca helm dan menoleh kebelakang tanpa aba-aba wajah kedua insan ini sudah saling menempel, seketika suhu tubuhnya berubah panas yang terasa dari daun telinga sampai wajahnya. Rendra yang ingin mengatakan sesuatu pun jadinya gagal karena hal ini.


"Oh jadi ini tempat rahasianya, aku pikir apaan?"


Rendra dengan lembut membuka helmet yang dikenakan Arini.


"Aku mau mengambil barang sebentar, kamu tunggu disini aja, gak lama kok!"


"Baiklah, barang apaan? Rahasia lagi?"


"Ya... Sebuah kejutan!!." Kembali Rendra memperlakukan Arini dengan manja mengusap ujung kepalanya dengan lembut. Dan Arini refleks membalas dengan senyum manisnya.

__ADS_1


Setelah Rendra mengambil barang dimaksud keduanya pun segera pergi ke suatu tempat yang tentunya sangat romantis. Rendra sudah menyiapkan sesuatu untuk Arini sebagai ungkapan rasa cintanya.


Akhirnya mereka tiba di suatu tempat, terlihat seperti sebuah tanah lapang seperti sebuah hanggar pesawat angkatan udara (AU) . Disitu ada sebuah helikopter yang cukup besar sedang bersiap untuk terbang.


"Rend, ngapain kita kesini?"


"Mau terbang bersama heli!"


"What? Are you kiding me? I'm so scary Rend, please!"


"Ga apa-apa Ar, ada aku bersamamu, dan pilot yang mengendarai heli sangat profesional dari AU!"


"Emang kita mau kemana pake heli segala Ren?"


"Surprise Ar! kalau aku kasih tahu berarti bukan surprise lagi dong!"


"Kamu kejutannya membuat jantungku copot Ren!"


"Kamu boleh pegang tangan aku selama naik heli, atau apapun yang membuat kamu nyaman, peluk pun aku mau..!"


"Iiihhh.... Rend jangan becanda dong!." Arini memberi pukulan manja pada dadanya.


"Iya.. I'm serious Ar!" Rendra memberi tangannya untuk diraih agar membuat Arini menjadi nyaman.

__ADS_1


Ada beberapa tentara AU memberi aba-aba kepada mereka untuk segera menaiki heli itu, mengenakan beberapa pengaman untuk mereka kenakan. Mereka sudah berada di heli tersebut, Arini menarik napas dalam karena takut, jantung berdegub kencang dan membuatnya agak gemetar, untung Rendra menggenggam tangannya erat setengah memeluknya dari samping. Arini bahkan menutup matanya ketika heli itu mulai tak berpijak lagi pada bumi.


__ADS_2