
Setelah Arini kembali ke tempat duduk semula karena Bento, Alan menjadi tak tenang soalnya terlihat jelas Arini ngobrol begitu akrab bersama Bento.
"berisik banget!" gerutu Alan tampak tak tenang.
Arini pura-pura tak mendengarnya, malahan dalam obrolan itu semakin seru, ada tawa, terkadang dengan manja Arini menyentuh lengan tangan Bento, dan juga sedikit memberi cubitan manja pada lengan itu. Sebenarnya Arini melakukannya bukan dengan sengaja melainkan itu mengalir begitu saja dengan alami. Hal inilah yang membuat Alan semakin geram, entah kenapa hatinya tidak mau terima jika Arini dekat-dekat dengan pria manapun.
"ayo... kita perlu ngobrol!" Alan beranjak dari duduknya menghampiri Arini dan menarik tangannya untuk mengikutinya ke area belakang.
"Lan, kamu mau ngapain?" larang Nagita sambil berdiri dan menggandeng sebelah tangan Alan.
"Na... sorry! kamu boleh kembali duduk, aku perlu bicara dengan Arini!"
"tapi Lan, bisakan dibicarakan disini!"
"aku perlu ngobrol dengan Arini hanya berdua, ini masalah penting mengenai camping rohani ini"
"sudahlah Lan! setelah tiba baru kita bicarakan!" sambung Arini menengahi perdebatan antara Alan dan Nagita. Alan langsung menepis tangan Nagita berlahan dan menarik kembali Arini dan membawanya ke area belakang yang menjadi tempat para pramugari.
Nagita tak bisa berbuat banyak begitu juga dengan Bento hanya melihat dan memperhatikan sahabatnya itu yang menjadi aneh.
"Ar... kamu itu juga pacar aku, bisa ga jaga perasaan aku dikit?"
"aku ga ngerti arah pembicaraanmu, Lan?"
"kamu memberikan aku banyak persyaratan untuk menjadi pacar kamu,lalu sekarang kamu bergelayut manja dengan Bento!"
"oh... jadi sekarang ceritanya kamu cemburu Lan?"
Alan tidak tahu harus mengatakan apa ketika Arini bertanya demikian, sebab Alan sendiri tidak tahu apa yang sedang terjadi dengan dirinya.
"cemburu...!! aku ga cemburu Ar, cuman merasa risih aja melihat kamu begitu akrab sama sahabatku"
"oh... jadi maksud kamu aku ga merasa risih melihat kamu beradegan mesra didepan kami!"
"jadi kamu pun demikian!" Alan berpikir Arini cemburu.
"kamu ga perlu GR Lan!! pasti kamu berpikir aku cemburu kan! aku merasa ga pantas aja kamu mengumbar hal privasimu didepan umum, kamu tidak berbuat demikian pun orang-orang pada tahu kamu adalah playboy!" terang Arini panjang lebar membuat Alan menjadi kesal.
"dasar gadis aneh!!"
__ADS_1
"kamu yang aneh, pria paling aneh di dunia"
"justru itu Ar, kamu akan sulit menemukan pria aneh kayak aku!"
"bukannya sulit tapi terlalu enteng buat aku!"
"apa maksud kata-kata mu itu?"
Arini menjadi gelagapan menjawabnya, maka akan ketahuan kalau ini adalah permainan Arini untuk membuatnya menjadi playboy kapok.
"ga ada maksud apa-apa, hanya asal bicara aja!"
Alan seperti semakin gemas melihat tingkah Arini ketika amarahnya dipancing oleh Alan.
Alan sengaja merapatkan kontak fisik mereka sampai Arini berjalan mundur takut Alan melakukan sesuatu hal diluar kendalinya. Arini tahu kebiasan Alan akan melakukan hal demikian jika sudah terdesak.Maka dengan sigap didorong Alan menggunakan kedua telapak tangannya tepat didadanya sehingga seketika Alan hampir terjerambab lagi.
"suka sekali kamu lakukan hal demikian! kamu pikir ini cerita sinetron atau drama korea, sehingga sang gadis akan jatuh cinta jika sang pria berbuat demikian?... so sorry Lan! aku udah tahu trik kamu!"
Alan berusaha menarik tangan Arini kembali.
"Ar... please?"
"apaan sih?"
"sudah Lan! rasanya ga perlu dibahas, playboy kayak kamu mah gampang kan cari wanita yang lebih cantik dari aku!"
Beberapa saat Arini mengatakan demikian terdengar suara dari Co-Pilot bahwa penumpang harus kembali ke tempat duduk semula kerena sebentar lagi pesawat akan landing di airport Ngurah Rai Bali.
Arini pun tak menunggu lama langsung kembali menghampiri Bento
"Ar.. aku perlu bicara lagi denganmu nanti!" Alan mengatakan demikian tapi Arini berlalu begitu saja.
Akhirnya pesawat pribadi itu landing dengan sukses di bendara tujuan mereka.
...****************...
"Tuan, aku ada laporan! nona Nagita sedang dalam perjalanan menuju Bali, dan pesawat yang ditumpanginya sudah landing!" laporan dari seorang bodyguard.
Daniel Pearl merasa senang mendengar itu, karena sang kekasihnya akhirnya menyusul dirinya.
__ADS_1
"tidak menjadi masalah buat aku! biarkan saja, nanti aku akan menjemput dirinya, kamu cari tahu hotel mana Nagita menginap?"
"tapi tuan.... " bodyguardnya tak bisa melanjutkan perkataannya, karena dia tahu tuannya pasti akan marah jika mengetahui kebenarannya.
"cepat katakan!! kamu tahu aku paling tidak suka dengan hal yang rahasia"
"nona Nagita tidak datang sendirian tuan, tapi dengan teman-temannya menggunakan pesawat pribadi!"
Daniel Pearl menjadi diam sejenak lalu memerintahkan anak buahnya
"kamu cari tahu untuk apa Nagita Wilson datang ke Bali bareng teman-temannya?"
"Baik tuan!" anak buahnya segera menjalankan tugas dari bosnya itu.
...****************...
Semua rekan-rekan mahasiswa/wi akhirnya sampai juga di Villa milik keluarga Alan. Semua tampak lelah karena melalui perjalanan yang cukup jauh sampai ke villa itu.Dari awal perjalanan mereka Nagita terus saja menggandeng Alan, Nagita takut apabila Alan pergi meninggalkannya karena Arini gadis cupu dan biasa aja menurut Nagita.
Alan bersama bersama panitia mengatur tempat dan kelompok untuk menempati villa itu. Dan Villa keluarga Alan ternyata sangat besar dan luas. Ada terdapat 3 persil yang masing-masingnya memiliki bangunan yang berbeda ukuran dan fasilitas. Untuk bangunan utama tidak dapat digunakan karena sangat privasi yang hanya dikhususkan untuk keluarga dan sedangkan bangunan 2 dan 3 dipakai untuk kegiatan camping rohani mereka.Setelah pembagian kamar sekarang giliran Arini yang belum mendapatkan kamar. Panitia menjadi bingung,
"maaf kak Arini! nama kaka tidak tercantum dipembagian kelompok kamar, gimana kak?" sambung salah satu mahasiswa junior.
"kok bisa, mana coba saya lihat!" Arini membaca daftar nama itu satu persatu dan memang benar namanya tak ada.
"daftar ini siapa yang mengaturnya?"tanya Arini
"saya tidak tahu kak!"
"kamu kan panitia yang mengurus hal ini?"
"maaf kak sekali lagi, nanti saya coba cross cek dengan daftar teman-teman! oh...kakak coba tanya aja sama kak Alan Ferdian!" terang junior itu.
Arini mendengar nama Alan, langsung berpikir bahwa ini adalah ulahnya karena perdebatan mereka di pesawat tadi.
" lalu dimana Alan Ferdian sekarang?"
" kak Alan mungkin berada di villa utama karena katanya hanya villa itu yang tak boleh digunakan!"
"ok.. kamu lanjutkan ke persiapan untuk sesi berikutnya"
__ADS_1
"ok kak Arini!" jawab junior itu dengan sigap dan pergi. Sedangkan Arini sedang menderek kopernya pergi ke villa utama. Sejak turun dari pesawat Arini sudah berpisah jalan dengan Alan dan sahabatnya, karena Arini tidak mau mencari masalah lagi, Bli Agung terus saja mengintimidasi Arini agar tidak terlalu dekat dengan mereka.
"