Sang Playboy Mencari Cinta

Sang Playboy Mencari Cinta
Bab 11


__ADS_3

Suasana kota Paris, sejuk dan adem, angin semilir meniup, disebuah taman duduk seorang anak remaja laki-laki seumuran anak sekolah menengah sambil membaca sebuah komik berjudul Detective Conan. Anak lelaki itu ditemani beberapa pengawal bertubuh tegap, yang membuatnya agak berbeda adalah pakaian yang dikenakan adalah seragam sebuah rumah sakit untuk anak-anak yang mengalami sakit kanker.


Remaja itu adalah Hendra Ferdian. Ternyata orang tua Alan menyembunyikan penyakit adiknya selama ini. Katanya Hendra mau sekolah di Perancis itu sebagai alasan saja.


"tuan muda, sudah waktunya masuk, udara semakin dingin!"


"boleh 5 menit lagi?"


"baiklah tuan!"


tak berapa lama muncullah mommy Dian.


"Hendra.. nak!! kita masuk aja udaranya terlalu dingin."


" tapi mom, hendra mau merasakan hangatnya matahari pagi!!


Tak lama hendra berkata lagi:


"mommy, hendra pengen sekolah lagi!"


"mommy ngerti sayang, tapi kamu harus jalani kemotrapi lagi sampai kamu sembuh, setelah itu kamu mau ngapaian mommy bolehin!!*


"benar ya mom!! soalnya Hendra lelah harus bepergian lagi, hendra pengen pulang aja sama ka Alan juga!"


"Ya nak!!" mommy Dian memeluk erat anak laki-laki kecilnya itu dalam dekapannya. Hati seorang ibu benar-benar hancur melihat anaknya harus menderita penyakit kanker pada usia remaja. Seharusnya anaknya menikmati masa-masa itu bersama teman-temannya, malah sebaliknya setiap hari harus berhadapan dengan bau obat dan rumah sakit.


...****************...


Alan ternyata tidak hanya mengantar Nagita pulang, tapi disempatkan juga untuk mampir ke apartemen Nagita. Sebenarnya Alan keberatan tapi karena bujuk rayu Nagita membuatnya jatuh juga.


"tumben rapi apartemen kamu, Na! katanya kamu baru pulang dari singapura!"


"akulah yang bersihin, lalu siapa lagi!"


"oh..ya!!"


Alan kagum juga, ternyata Nagita bisa melakukan pekerjaan rumah.


"kamu mau makan apa? aku bisa masakin buat kamu!"


"apa aja, yang bahannya tersedia dikulkas kamu!"

__ADS_1


Nagita membuka kulkasnya ditemukan seafood diolahnya menjadi masakan seafood asam manis menu andalannya.Setelah menunggu 30 menit masakannya pun jadi juga. Keduanya akhirnya makan bersama.


"masakan mu lumayan enak juga!" ungkap Alan


"kok hanya lumayan ga pake banget!"


"sedikit belajar lagi deh!"


"gitu ya!"


Tak lama mereka menikmati makan malam itu, Nagita dan Alan duduk santai di ruang tengah.


Nagita pun angkat bicara :


"aku dengar kamu punya banyak gebetan Lan?"


"oh.. ya!! gebetan banyak ma wajar buat laki-laki kecuali pacar hanya 1 aja!"


"Lan.. apa kamu pernah falling in love?"


"i don't know"


"lalu apakah kamu mencintai aku?"


"Nagita, aku kenal kamu baru sebentar urusan cinta ma belakangan, hidup itu realita Nagita!"


"lalu bagaimana menurutmu mengenai pernikahan?"


"pernikahan hanyalah sebuah ikatan, bukan berarti cinta kan, banyak orang diluar sana bercerai karena terlalu memaksakan diri untuk saling terikat padahal cinta hanya perasaaan yang terkadang membuat orang akan berubah suatu waktu"


"hemmm" reaksi Nagita menyetujuinya


" Lan... kamu tahu!! aku hidup dalam keluarga yang broken home, aku bertanya demikian karena trauma itu masih melekat sehingga aku menjadi takut menjalani hidup ini"


Nagita bangun kembali dan memposisikan dirinya duduk berhadapan dengan Alan. Nagita sudah mulai menggoda Alan dengan baju yang dikenakannya sedari awal sengaja dibukakan kancing bajunya lepas dua di bagian atasnya.


Nagita meraih leher Alan untuk melingkarkan kedua tangannya, ditarik untuk mendekatkan pada kedua bibirnya. Keduanya pun bergelayut manja, tak lama ciuman itu semakin panas dan bergelora. Sudah hampir pertengahan adegan itu, berderinglah handphone Alan, dilihat layar monitor ternyata mommy Dian. Nagita agak kesal, dikiranya malam ini bisa menghabiskan malam yang panas bersama Alan.


"hallo mommy, apa kabar? kok baru dikabarin?"


"Lan, kamu dimana? kata mak Siti kamu belum pulang dari siang?"

__ADS_1


"mommy, Alan ada dirumah teman!"


"Lan, please!! mommy tahu kamu ada dirumah wanitamu, berhentilah Lan pacarin banyak wanita untuk apa kamu mencari cinta dengan cara seperti itu nak!"


"mommy telepon Alan hanya mau ceramah, atau apaan sih?"


"mommy.. bukannya ceramah tapi mau nasihatin kalau kamu belum menemukan cinta sebaiknya ingat satu hal pergaulan bebasmu itu dapat menyebabkan penyakit nak!!"


" ya.. ya.. Alan ngerti itu! Mommy kan cuma tahu urusin hendra dan jalan-jalan melulu"


"Lan.. jangan bawa adikmu dalam pembicaraan ini. kamu akan menyesal nanti!"


"ok-lah lalu mommy mau apa sekarang?"


"Kata mak Siti, Vila kita diBali mau kamu gunakan untuk kegiatan kampus?"


"ya.. kenapa? mommy mau melarang lagi!"


"bukan begitu Lan! mommy hanya mau pastikan kondisi villa dalam keadaan baik"


"itu sudah Alan beresin! Bli Wayan sudah Alan minta perbaiki beberapa kerusakannnya"


"syukurlah... semoga kegiatan kampusnya berjalan lancar nak! salam dari adikmu Hendra!"


"ya.. sehatkan si tengil itu mommy?"


"mommy... mommy... " seketika panggilan itu terputus.


Nagita hanya mendengar pembicaraan itu.


"Dari siapa Lan?"


"mommy!"


Keduanya hanya terdiam saja, Alan berusaha mendial lagi no hp milik mommy Dian tapi sudah diluar jangkauan.


Memgingat pesan mommy akhirnya Alan pun minta pamit pulang. Percuma saja Nagita coba menahan, Alan tetap kekeuh mau pulang.


Ternyata panggilan terputus dari mommy Dian itu karena Hendra jatuh pingsan lagi.


Hendra kembali dibawakan keruang gawat darurat setelah di kemotrapi.

__ADS_1


__ADS_2