Sang Playboy Mencari Cinta

Sang Playboy Mencari Cinta
Bab 60


__ADS_3

“Kamu kenapa Nagita?” Nagita karena saking takut dan gugup Daniel akan mengejarnya sampai tidak melihat bahwa Alan di depannya dan menabraknya.


“Hai beib!” suara yang tersengal langsung di normalkan perlahan dengan menarik napas.


“Kamu ketakutan sayang! Apa yang terjadi?” Alan masih menyerangnya dengan pertanyaan.


“Hhm..huah...” suara tarikan napas Nagita


“Nothing, beib! So let’s go” Nagita tak perlu menjelaskan panjang lebar, karena berhasil menarik Alan keluar dari gedung tempat kerjanya, karena Nagita tahu Daniel masih berkeliaran didalam perusahan Alan.


“Kita mau makan dimana sayang?” Nagita kembali bersuara supaya tidak menimbulkan kecurigaan Alan terhadap dirinya agar tidak lagi banyak bertanya.


“Terserah kamu aja! Tapi kenapa kamu terlihat gugup dan ketakutan tadi?” tanya Alan yang masih penasaran.


“Oh..itu.., ada itu,....kecoak di toilet!” Nagita langsung mendapat alasan yang tepat yang muncul disaat genting.


“Oh....aku kira kamu kenapa-kenapa?”


“Kamu kuatir ya beib!”


“Aku sih mikirnya wanita kayak kamu kok bisa takut sama kecoak sih!”


“Pada umumnya kan wanita takut kecoak sayang!”


“Ow..gitu ya!”

__ADS_1


“Kok, kamu ga yakin gitu sih Lan, kalau aku takut kecoak! kamu ga lihat apa kalau aku ketakutan tadi!”


“Ya...ya, aku percaya! Tapi Aku kan ga bilang gitu Nagita!”


“Baiklah! Tapi kenapa juga kita harus bertengkar karena kecoak sih! menguras energi saja!”


“Kamu tuh!” sambung Alan


“Sorry deh! Kita cari restoran yang enak aja sayang, yang ada private roomnya, soalnya aku masih tidak nyaman!”


“Hemmm” pendek Alan lagi.


Dalam perjalanan menuju sebuah restoran, tak lama ada sebuah mobil yang tak asing bagi Alan yang berjalan beriring disampingnya. Karena memang kecepatan mobil yang dikendarai oleh Alan dalam keadaan stabil atau kecepatan sedang. Dilirik sebentar pengemudi mobil itu, dan ternyata ibunya Arini yaitu ibu Yanti. Seketika langsung teringatlah pada Arini.


Alan mengatakan demikian karena langsung teringat bagaimana mencari tahu tentang kabar Arini di Italia. Ingin secepatnya Alan ingin membuntuti mobil ibu Yanti tapi dirinya tersadar bahwa Nagita masih bersamanya.


“Kamu kenapa Lan?” Nagita bertanya melihat Alan seakan tersadar akan suatu hal.


“Ga ada, asal menggrutu aja!” jawaban Alan yang random


Anehkan kedua insan ini, masing-masing mempunyai rahasia. Yang membuat mereka bersikap seakan seperti orang bego ketika masing-masing dari mereka tidak menyadari akan perasaan masing-masing terhadap orang yang tak pernah di anggap. Biasanya cinta datang terlambat bagi orang yang egois, merasa hancur dan terluka baru tersadar, dan akhirnya bingung! So amazing about love.


...****************...


"Hei Arini...!! Kenapa melamun aja sih?" sapa Juliatte yang merupakan pimpinan Arini yang ternyata juga sangat fasih berbahasa Indonesia. Dia adalah Juliatte La Vergne, designer terkenal itu, berdarah Indo-Perancis.

__ADS_1


Arini sudah seminggu di Italia, banyak hal yang berubah dalam hidupnya, banyak orang baru yang bertemu dengannya. Nona Juliatte termasuk orang yang cukup akrab dengannya.


"He.. Nona Juliatte! menggagetkan saya saja!"


"Hati-hati loh! ini project besar perusahan, designnya jangan sampai keliru apalagi salah, pengaruhnya besar untuk perusahan" Juliatte La Vergne sedikit memberi nasihat pada Arini yang sedang memperbaiki beberapa desainnya untuk dapat di kolaborasikan dengan tema fashion show musim semi kali ini.


"Sorry nona! Jangan kuatir, saya akan memberikan yang terbaik buat perusahan, soalnya ini merupakan pengalaman pertama yang sangat luar biasa buat saya!"


"Baguslah kalau begitu! ingat kita bekerja dengan orang barat beda; disiplin, tanggung jawab itu penting bagi mereka, ingat masalah pribadi jangan disangkutpautkan dalam pekerjaan artinya profesionalitas diri sangat dibutuhkan, ok!"


"Thank You, nona atas perhatiannya! terima kasih sudah mau memberikan saya banyak nasihat"


"Ahh.. lah.. jangan terlalu kaku Ar! kalau ada masalah pribadi yang mau kamu obrolin, saya siap jadi tempat sampahnya kok!"


"Eeehhh nona! bisa becanda aja!"


"Lagi lamunin pacar ya? biasanya cewe gitu tuh kalau sudah jauh"


"Ada sih! tapi bolehkan saya cerita pada nona nanti, kita cari waktu untuk ngobrol aja. Saya senang bisa kenal nona Juliatte!"


"Aku juga Ar! Ayo.. lanjutkan dulu kerjaannya!"


"Siap nona!"


Arini menjadi legah, obrolan singkat antara dirinya dan nona Juliatte membuatnya berpikir bahwa dirinya tidak sendiri di negara yang sangat asing baginya. Tuhan mengirimkan orang baik padanya agar dapat saling berbagi.

__ADS_1


__ADS_2