Sang Playboy Mencari Cinta

Sang Playboy Mencari Cinta
Bab 65


__ADS_3

Keluarga Ferdian benar-benar sibuk menyiapkan pertunangan Tuan muda Alan dan Nona Nagita. Rumah yang awalnya sepi ketika Alan tiba dirumah kini mendadak ramai oleh kedua bocah yang menggemaskan yaitu Si Manto dan Mitha. Alan tertidur di sofa setelah perbincangan singkatnya dengan Mak Siti mengenai Arini.


"Bang, kita kerjain uncle Alan yuk!" ajak Mitha pada abang Mantho.


"Mitha mau ngapaian emangnya?" tanya Mantho penasaran. Tapi malah Mitha si kecil langsung ke sebuah vas bunga yang gede, ditarik satu helai bunga dan langsung mengarah ke tempat Alan terbaring disofa itu. Dengan helaian bunga itu, Mitha mulai mendekatkan pada hidung Alan dan membuat sentuhan kecil, sehingga menimbulkan rasa yang menggelitik dihidungnya, terkadang Alan tanpa sadar mengusap hidungnya karena geli. Tapi tetap saja Alan masih belum sadar, Mitha mulai terkikih-kikih. Karena ekspresi Alan yang sangat lucu, Mantho yang tak kalah usil langsung mengambil hp dan merekamnya.


"Mitha, Mantho, kalian lagi ngapain sayang?" Mami Elisabeth penasaran menghampiri kedua anaknya.


"Ya ampun anak-anak,... " Mami Elisabeth agak kaget karena kelakuan anaknya yang jahil.


"Cukup Mitha, kasihan uncle Alan lagi cape masa dijahilin sih!"


"Sssuuuttt, be quiet mam!!" malah Mitha yang berlaga kayak orang dewasa. Mami Elisabeth langsung mendelikan matanya dan memperingatkan kedua bocah ini untuk segera menghentikan aktifitas mereka sehingga keduanya berlari. Seketika itu juga Alan pun terbangun.


"Aunty, iseng ya!" langsung saja Alan tanpa tahu malah mengira tante Elisabeth yang menjahilinya saat tidur, karena helaian bunga tadi berada ditangan Elisabeth.


"Tuh, kedua adikmu yang jahil" sambil menunjuk kearah kedua bocah itu yang berlari kegirangan.


"Awas ya, kalian berdua!!" Alan langsung mengejar kedua anak itu.


"Kena kamu bocil! Mitha, kamu mulai nakal ya gangguan uncle tidur. Lalu kamu Mantho, ngapain hp itu ditangan kamu?"


"Hahahhahaa..... geli uncle!" Mitha tertawa geli karena digelitikin sedangkan Mantho malah ngeledikin Alan lagi dengan video rekamannya tadi.


"Uncle lucu banget, hahahaha!"


"Kesini hpnya ganteng, kasih ke uncle aja ya! boleh?"


"Ga ah,...Mantho mau kirimin aja!"

__ADS_1


Mantho dengan random mengirim video tersebut kesalah satu nomor yang ada dikontak.


"Don't do that, please!" Alan dengan cepat menghentikan tapi sayang semua terlambat, Mantho cukup lihai dan video itupun terkirim juga.


"OMG, ini kan hp-ku. Kok bocil-bocil ini tahu password hp ku sih" gerutu Alan.


"Wah gawat! video tadi dikirim ke Arini"


"Awas ya kalian berdua, uncle ga kasih es cream loh!" Kedua bocah ini berlarian ke arah mami mereka untuk meminta perlindungan, karena Alan ikut mengejar mereka.


"Mantho, Mitha, please stop! Lan, kamu sebaiknya bersiap deh, telepon tunangan kamu katanya mau flight ke Aussee hari ini?"


"Oh iya Aunty, aku lupa. Hai bocil, mau uncle bawain hadiah ga?"


"Mau.. mau" kedua anak itu dengan cepat ke arah Alan lagi dan merengek untuk dibawain hadiah.


"Ok, tapi dengan satu syarat jangan nakal lagi!"


...****************...


Suhu udara sangat panas, walaupun waktu masih pagi. Langit terlihat agak berkabut bukan karena kelembaban udara melainkan polusi udara yang semakin meningkat. Nagita dan Alan sudah berada di airport. Nagita terlihat sangat bahagia, diwajahnya terlihat jelas garisan senyum sampai ke ujung matanya. Pasangan kekasih ini terlihat sangat serasi, Nagita menggandeng Alan dengan penuh kepercayaan, bahkan ada beberapa bodyguard yang berjalan beriringan dibelakang mereka. Alan dan Nagita duduk di sebuah lounge yang privat sambil menunggu persiapan keberangkatan mereka.


"Lan, Kamu tahu hari ini aku sungguh bahagia, kita bisa pergi bersama" ungkap Nagita.


"Iya, Aku sih berharap semuanya berjalan lancar dan sukses sampai hari -H"


"Pasti sayang!" Nagita mendekati Alan dan memberi kecupan manis di pipinya. Alan tak tinggal diam malah menarik Nagita masuk ke dalam pangkuannya.


Alan cukup tergoda akan rayuan Nagita yang membuatnya terpana akan keseksiannya. Sehingga Alan tidak hanya menarik kedalam pangkuannya, dan melanjutkan mengecup punggung tangan Nagita dengan lembut.

__ADS_1


"Aku mencintaimu Lan" suara lirih Nagita.


"Heemmmm, aku juga" Alan membalasnya dengan lembut. Nagita masih dalam pangkuan Alan, kedua menikmati kemesraannya sampai diatas jet pribadi mereka.


Pada awalnya pasangan ini membahas tentang pertunangan mereka nanti, segala persiapan sudah 80%. Namun pada akhirnya membuat Alan boring juga, ketika perjalanan masih terasa lama. Alan pun tertidur sampai pernerbangan tiba ditujuannya.


"Alan Ferdian!" suara keras memanggil, seorang wanita, Alan pun menoleh ke sumber suara itu. Alan melongo dan sempat kaget, ternyata itu adalah Si Silvi, mantan kekasihnya yang reseh dan ngebet banget sama Alan. Silvi memang melanjutkan kuliahnya di Australia oleh keluarganya. Silvi pulang ke Indonesia karena mendapat kabar bahwa Alan akan bertunangan. Dan bagai alam sedang berpihak padanya, Silvi tanpa sengaja bertemu Alan dan Nagita di airport saat menunggu jemputan.


"Silvi...?"


"Hai Lan, apa kabarmu?"


"Wow,... aku pikir kamu benar-benar sudah pindah ke planet mars, ternyata masih dibumi toh" canda Alan seperti biasanya. Silvi malah dengan manja mencubit lengan Alan, tapi Alan tak menanggapinya.


"Kabarku baik, kenapa?"


"Aku mau balik ke Indonesia,... hmhmm"


"Mau menghadiri pertunanganmu" suara Silvi pelan, sengaja mendekatkan tubuhnya ke arah Alan, dan berbisik, berusaha membuat Nagita cemburu. Berita pertunangan Alan bukan lagi menjadi rahasia keluarga tapi sebaliknya, seantero kampus pun tersebar, bahkan dikalangan para konglomerat dan pejabat pun gempar, media masa apalagi tak ketinggalan.


"Ngapain sih kamu, dekat-dekat tunangan ku?" Nagita ternyata termakan juga akan umpan Silvi.


"Kamu,... tunggu aja, hadiah besar untuk pertunangan kalian nanti, pasti membuatmu bahagia sampai menangis" Silvi dengan mata dan nada sinis terhadap Nagita, sepertinya kebenciannya semakin memuncak.


"Silvi, kamu berencana mau menghancurkan acara pertunanganku kan?" lanjut Alan penasaran, melihat tingkah Silvi karena Alan tahu tabiat Silvi.


"Ga lah sayang, hanya sebuah hadiah pertunangan kok! pasti kamu suka Lan" Silvi berusaha meyakinkan Alan bahwa tak ada niat apapun.


"Aku pergi sayang, selamat menikmati kemesraan kalian ya, see you later! (Dibarengi kiss by ditujukan pada Alan)" Silvi berlalu begitu saja. Alan tak ambil pusing dengan wanita yang satu ini. Tapi tidak dengan Nagita, malah penasaran akan ucapan Silvi barusan. Nagita tahu betapa posesifnya Silvi terhadap Alan tunangannya itu, sempat berpikir bahwa Silvi mempunyai niat jahat terhadap dirinya.

__ADS_1


Meninggalkan kejadian perjumpaan dengan Silvi di airport, Alan akhirnya disambut baik oleh keluarga Nagita, dan menghabiskan waktu selama 2 hari di Aussee.


__ADS_2