
Flash back on (kejadian 4 jam yang lalu)
Dalam perjalanan Alan menuju kampus untuk segera menemui Pak Abas, tak berapa lama kemudian Alan mendapat panggilan masuk dihandphonenya.
“halo...sayang!!!”
“Na...kamu baik-baik saja kan!”
“Lan...please ke apartemen aku sekarang!”
“kenapa? Kamu dari kemarin tak memberi aku kabar..”
“so sorry, but I need you now,please!!!”
“tapi.....”
“ini penting Lan!! Hanya kamu yang bisa ngertiin aku”
“kamu sakit Nagita? Ok..deh aku kesitu!!”
“hemmm...” jawab Nagita singkat, langsung saja Alan mengakhiri panggilan teleponnya, dipercepat laju kendaraannya.
Alan sempat menimbang-nimbang mana yang harus didahulukan, pikirnya lebih baik dia dahulukan Nagita pacarnya itu, palingan urusan cuma sebentar setelah itu dia bisa ke kampus sebab Alan tahu Arini pasti menunnggunya.
Tak berapa lama Alan sudah berada di apartemen milik Nagita, terlihat lesu, dan sangat terpuruk atau ketakutan, terbaring di atas sofanya dengan kondisi apartemennya agak berantakan isi kamarnya, ada beberapa benda sudah terlempar sehingga membuat Alan kebingungan sebenarnya apa yang terjadi dengan Nagita. Mau dibilang pencuri mana mungkin, apartemen Nagita termasuk apartemen elite yang memiliki sistem keamanan yang luarbiasa.
Alan ingin bertanya tapi melihat kondisi Nagita yang tak berdaya membuatnya tak tega, Alan berusaha menenangkan dengan memberikan pelukan seorang kekasih yang paling hangat dan nyaman.
Sudah kurang lebih sejam Nagita berada dalam pelukan Alan, dan akhirnya Nagita bisa tenang, berhenti dari tangisannya. Alan pun mulai menyusuri rasa penasaran dengan pertanyaan yang sedari awal sudah ada di kepalanya.
“Na, sebenarnya apa yang terjadi?”
Nagita berusaha memposisikan duduknya menjadi senyaman mungkin, Alan juga demikian sehingga mereka duduk saling berhadapan sehingga Alan pun bisa melihat air mukanya dengan seksama. Pertanyaan Alan agak lama dijawab oleh Nagita. Disingkap dengan lembut beberapa helai rambut yang jatuh diwajah Nagita yang basah oleh air mata.
“ My daddy! Memaksa aku pulang ke Singapura, tapi aku ga mau”
“lalu semua ini perbuatan daddy kamu?, jangan-jangan kamu dipukuli juga?”
“ga..Lan!!!”
“syukurlah!! kan bisa dibicarakan baik-baik!!”
Nagita hanya menganggukan kepala menyetujui saran Alan. Dalam batin Alan “hanya masalah sepele ini, Nagita seterpuruk ini? Pasti ada yang disembunyikan oleh Nagita”.
Kejadian inilah yang membuat Alan jadinya berlama-lama di apartemen Nagita sehingga membuatnya lupa akan tugas bareng Arini mengenai proposal itu, karena Alan harus benar-benar memastikan bahwa Nagita sudah baik-baik saja baru bisa beranjak dari sana.
Sebelum Alan pergi sepasang kekasih ini terlibat dalam ciuman mesra dan hangat , hampir saja Alan kebablasan, tapi untung saja wajah Arini mampir dalam pandangannya sehingga membuatnya teringat.
Flash back off
__ADS_1
...****************...
Flash back on (Kejadian sebenarnya di apartemen Nagita).
Waktu sore hari keadaan apartemen Nagita, wanita berparas cantik keindoan ini sedang berdandan cantik, hendak hati ingin menelpon kekasihnya itu untuk dinner tapi sebuah panggilan masuk new number, Nagita sengaja tak mengangkatnya pikirnya pasti orang iseng, tapi sampai kali 4 nomor itu terus menghubungi, terpaksa diangkatnya karena mengganggu sekali.
“halo My Angel?”
Seketika Nagita menjadi kaget bercampur gugup mendengar suara itu dengan panggilan kesayangannya “My Angel”, ternyata diseberang sana adalah seorang pria yang pernah dicintainya “Daniel Pearl”.
“Daniel???”
“yes Baby, it’s me and i’m here ” .
“what do you mean?”
“I’m in Indonesia-Jakarta, I wanna see you baby because i miss you so much!!”
“what???”
Nagita menjadi tercengang, Daniel Pearl akhirnya menemukan dirinya. Salah satu alasan Nagita kembali tinggal di Indonesia adalah karena Daniel.
( maaf...ya!!! author menggunakan bahasa indonesia saja agar pembaca tidak ribet, sekalipun Daniel Pearl berasal dari Australia)
“ 5 menit lagi bukakan aku pintu sayang!!!”
“apa sayang? Kamu dari tadi hanya teriak memanggil namaku saja, kangen ya?”. Lanjut Daniel menggertak:
“ingat sayang, tak ada yang tak mungkin bagi Daniel juga kamu takkan pernah bisa lari dari aku, walaupun sampai ke ujung dunia sekalipun.!!!”
“please...!!!Biarkan aku hidup tenang, jiwamu sedang terganggu Daniel,sebaiknya kamu pergi ke psikiater”
“Nagita Wilson kamu masih menganggap aku gila?”
“Ya...karena kamu psikopat!!”
“itu tidak penting My Angel, sekarang aku hanya ingin bertemu dengan dirimu saja!! berdandan yang cantik baby!!”
Panggilan berakhir, Nagita menjadi takut. Hubungannya dengan Danel Pearl berakhir sejak 2 tahun lalu. Sejak Nagita minta pisah Daniel tak pernah mau, bagi Daniel Nagita tetap menjadi miliknya, karena sebenarnya Daniel memiliki sifat yang over protective, and possesif.Sikap Daniel terhadap Nagita terkadang menjadi sangat baik penuh cinta dan terkadang menjadi sangat emosional sehingga terkadang Nagita menjadi korban dari pelampiasan emosinya, sebab Daniel melukainya secara fisik juga mentalnya.
“ting...nong...ting..nong” terdengar suara bel pintu. Nagita tak menyangka secepat itu Daniel akhirnya tiba di apartemennya. Belum sempat Nagita untuk keluar melarikan diri, pria yang ditakuti itu sudah berada dihadapannya sekarang, mau kemanapun tak bisa dilakukan selain menghadapinya. Segera dihampiri pintu itu,ditarik napas 3kali berusaha untuk menenangkan diri.
“hai...My Angel!! Apa kabar??”
Benar, itu adalah Daniel menatapnya dengan senyum yang sangat lebar tidak dengan Nagita hanya senyum datar. Dipeluknya Nagita diberi kecupan manis dibibir, Nagita membiarkan saja.
Daniel tanpa segan lagi langsung saja menyusuri tiap sudut apartemen itu, Nagita tak berani bersuara hanya menatap pasrah melihat pria posesif itu kembali menatapnya dari ujung kepala sampai ujung kaki
“owh....My Angel-ku!!! Kamu terlihat cantik, ternyata kedatanganku telah disambut dengan kemolekanmu itu!” Daniel menghampiri Nagita semakin dekat sampai tak ada jarak wajah di antara mereka, menggoda Nagita dengan merangkul pinggang kecilnya itu.
__ADS_1
“My Angel,..kamu terlihat berbeda sayang!!!” Daniel mengusap pipi Nagita tapi tak ada reaksi apapun, berdiam terpaku menatap penuh selidik pada Daniel
“Daniel please!! Lepaskan diriku!!”
“owh...no..no My Angel, kamu adalah milikku selamanya!” Daniel berbisik saat masih dirangkul Nagita.
“tapi aku tidak mencintaimu lagi!”
Daniel mendelikan matanya seakan mau ditelan bulat-bulat, rangkulannya semakin kencang membuat Nagita kesakitan tapi ditahannya. Nagita terlihat takut melihat tingkah Daniel.
“hahahahhahahaa....” tawa Daniel menggelegar sambil dilepaskan Nagita dalam pelukannya dengan kasar hampir saja jatuh, karena keseimbangannya goyah.
“Nagita Wilson..!!! kamu tak mencintai aku lagi?” agak meninggi suaranya
“ya....kamu harus sadar Daniel, it’s not love but you are obsession!”
Daniel menatap kembali Nagita dengan saksama
“itu tidak penting sayang!! Yang harus kamu tahu bahwa kamu adalah cintaku” suara Daniel kembali normal bahkan setengah memelas.
“dan 1 hal lagi yang perlu kamu ingat!! Tak ada satu pria manapun yang boleh menjadi kekasihmu, ataupun sekedar dekat denganmu. Jika demikian ada, kamu tanggung konsekuensinya!!” jelas Daniel dengan nada peringatan. Mendengar hal itu membuat Nagita bergidik dan teringat pada Alan Ferdian yang kini menjadi kekasihnya itu.
“karena kamu sudah berdandan secantik ini,sebaiknya kita dinner!”
Daniel menelpon salah satu anak buahnya yang sedari awal kedatangannya ternyata sudah mengawasi apartemen Nagita. Daniel menyuruh anak buah itu untuk mereservasi satu restoran termahal untuk mereka dinner. Selang beberapa saat kemudian anak buah tersebut menginformasikan bahwa keinginan bosnya itu sudah terlaksana, sehingga mereka bersiap untuk pergi.
Nagita hendak mengambil tas kedalam kamarnya, lupa bahwa handphone miliknya ditinggal diatas meja, saat genting itu 1 panggilan masuk yaitu kekasihnya Alan Ferdian, belum sempat Nagita kembali mengambil handphone itu sudah berada ditangan Daniel. Seketika Nagita menjadi takut darahnya berdesir kencang sampe ke jantung membuatnya berdetak tak karuan dalam benaknya “mudah-mudahan itu bukan Alan.”.
Mau dikatakan apalagi, Nagita harus menghadapai kenyataan bahwa hari ini adalah hari sialnya.
Daniel segera menghampiri Nagita, dengan wajah yang tak dapat terlukiskan lagi dan lebih mengejutkan dilayar monitor handphone itu bukan hanya tertulis nama Alan Ferdian tetapi “Kekasihku Alan (emoji love)”
“jelaskan padaku Nagita Wilson apa maksud semua ini?”
Panggilan itu dibiarkan saja, Daniel menghampiri Nagita yang tak bisa berkata-kata apalagi, hanya pasrahkan nasibnya malam ini ditangan Daniel
Tak banyak berkata lagi Daniel langsung meluapkan emosinya dengan membuang hp milik Nagita, dihancurkan seisi ruangan itu, diobrak-abrik dan dipecahkan segala yang ada dihadapannya itu.
Nagita tak mau menanggapi akan perbuatan Daniel, jika demikian bisa-bisa dirinya juga binasa, sebab Nagita tahu sifat posesif Daniel.
“haaa......akan aku hancurkan pria ini!” teriak Daniel diremas rahang Nagita dengan keras, sehingga merintih kesakitan dihempaskan Nagita ke lantai dan untungnya tak membuat Nagita jatuh diatas pecah-pecahan kaca hanya serpihan kecil yang sedikit melukai telapak tangannya.
Suasana hati Daniel menjadi kacau, semula penuh kerinduan dan asmara seketika berubah jadi api amarah, tanpa berpikir lagi Daniel beranjak pergi,meninggalkan Nagita diapartemen itu. Kamarahan Daniel membuat Nagita terpuruk dalam ketakutan, seakaan trauma lama yang hampir hilang seakan kambuh lagi karena menghadapi sikap Daniel itu.
Kepergian Daniel tidak sekedar pergi begitu saja meninggalkan Nagita, tapi untuk mencari tahu pria yang bernama Alan Ferdian itu beberapa informan sudah disiapkan untuk menyusuri kota metropolitan itu untuk membuat perhitungan.
Tinggallah Nagita diapartemen itu sendirian, meringkuk, sampai kedatangan Alan pada malam itupun tak disadarinya,karena rasa takut Daniel kembali lagi.
Flash back off
__ADS_1