
Anya pun sudah merasa baikan, dan akhirnya Anya diperbolehkan pulang sama dokter, Dokter pun berpesan pada Anya, ga boleh telat makan dan ga boleh lama membiarkan perut nya kosong.
"Alhamdulilah mbak, aku ga sampe nginep di rumah sakit, kalau sampe nginep pasti keluarga ku pada hawatir semuanya." Kata Anya sambil siap-siap mau pulang, terlihat dia nengok kesana kemari seperti mencari sesuatu.
"Kamu nyari apa Nya?" Tanya Mulan. "Ini lo mbak, tas ku mana yah?, mbak liat ga? Perasaan pas mau ke kantin aku bawa deh, soalnya ada bekal di dalam nya." Jawab Anya.
"Ya ampun Nya, jangan-jangan tertinggal di mobil nya Pak Anggar, bentar aku telepon Denis dulu." Jawab Mulan dan langsung menghubungi Denis.
*
*
*
Denis menuju ruangan nya Anggar, "Bro, lo mau ke rumah sakit lagi ga?" Tanya Denis sambil melangkah masuk keruangan Anggar.
"Ngapain gue ke rumah sakit." Jawab Anggar datar.
"Ya elah lo ga penasaran sama Anya gitu? Jadi cowok kok gitu amat, kalau gue jadi lo, wehh udah kuperhatikan tuh cewek, ku belai-belai manjah biar ga ada yang godain dia lagi," Seperti biasa kalau Denis yang bicara pasti mode Emak-emak nya keluar. Anggar cuma diam dan menggeleng sambil menatap tajam kearah Denis, Keberuntungan pun berpihak pada Denis, sebelum Anggar marah suara ponsel Denis pun berbunyi.
π "(Hallo, Pak Denis?)," Suara Mulan terdengar di seberang telepone.
__ADS_1
π "(Hallo juga mbak Mulan, kenapa mbak?, Anya ga apa-apa kan mbak?)," Denis sengaja bicara seperti itu sambil menatap kearah Anggar, lalu Denis pun keluar dari ruangan Anggar. Anggar pun sebenarnya kepo tingkat tinggi, tapi dia pura-pura ga mendengar nya.
π "(Ngga kok Pak, Anya baik-baik saja, dan alhamdulilah Anya sudah diperbolehkan pulang, em,, tapi maaf Pak Denis, saya butuh pertolongan sekali lagi, Pak Denis bisa menolong saya?)," Mulan pun berbicara lembut agar Denis mau menolong nya.
π "(Menolong apa mbak?)," Denis pun fokus mendengarkan permintaan nya Mulan.
π "(Gini lo Pak, tadi kan pas sampe rumah sakit kita buru-buru, terus tas nya Anya ketinggalan di mobil nya Pak Anggar, kita mau balik ke kantor lagi udah sore juga, jadi bisa ga Pak Denis anterin ke rumah sakit tas nyah, tapi kalau ga bisa suruh ob aja Pak nanti ongkos nya saya ganti)." Denis pun diam sambil berpikir.
π "(*Oke mbak, nanti saya ambilkan tas nya)."
π "(Makasih banyak yah Pak*)," Lalu Mulan pun mengakhiri panggilannya.
Denis pun tersenyum penuh arti, lalu kembali masuk keruangan nya Anggar. "(*Drama pun dimulai*)," Batin denis.
"Bro, pinjem kunci mobil, tas nya Anya ketinggalan di mobil lo, gue mau anterin tas sama motor nya, soalnya dia mau balik." Kata Denis meyakinkan, padahal Denis tahu kalau hari ini Anya ga bawa motor.
Denis pun mengangguk, Anggar tiba-tiba membereskan meja kerja nya, dia melihat jam dan ternyata sudah waktunya untuk pulang. "Ayo, buruan." Ajak Anggar pada Denis sambil melangkah keluar.
Denis pun mengikuti langkah Anggar sambil menahan ketawa. "(*Khawatir kan lo, makanya jangan sok ga peduli*)," Batin Denis sambil terus mengikuti langkah Anggar.
__ADS_1
"Bro, lo mau kemana sih buru-buru, kan gue cuma pinjem kunci mobil doang buat ngambil tas nya Anya." Goda Denis.
Anggar diam saja, lalu masuk kedalam mobil dan duduk di belakang kemudi, sekilas dia melihat ke jok bagian belakang, dan ternyata memang benar tas Anya ada disitu. "Udah ayo naik, kita anterin bareng-bareng, sekalian kita anterin dia ke rumah nya, gue orang yang bertanggung jawab, tadi yang nganter ke rumah sakit kan gue, jadi balik pun harus gue yang anter." Jawab Anggar datar, seolah-olah apa yang akan dia lakukan itu hanya rasa tanggung jawab saja.
Denis pun melipat bibir nya agar tidak tertawa, "(*Anggar,,Anggar,,, gue bukan anak kecil bro, gue tahu lu khawatir*).". Denis pun cuma bisa ngomong dalam hati sambil menatap jalanan.
β. β. β. β
***Babang Anggar,. Oee tunggu aku.
Aku juga kan pengen ikut ke rumah sakit.
Oh iyah bestie, kalau ke rumah sakit bagus nya bawa bunga, biar yang sakit cepet sembuh.
Ayo siapa yang mau kasih bunga buat Anya,. Setangkai pun ga apa-apa.
Terus kan mbak Mulan nungguin Anya tuh, kan kasihan kalau ga dikasih secangkir kopi.
Ayo kasih secangkir kopi mbak Mulan nya.
Makasih all yang udah mau mampir dan kasih gift buat karya recehan saya ini.
Kalau masih banyak typo atau jalan cerita nya ga bagus maaf yah, soalnya aku masih belajar.
__ADS_1
Love u all π***