
Akhirnya Anggar dan Denis bergabung bersama Anya dan Mulan. Selama makan Anya diam ga bersuara, sedangkan Anggar selalu curi-curi pandang sama Anya, semua itu tak lekang dari perhatian Mulan dan Denis
Sedangkan tak jauh dari meja kantin yang mereka tempati, Rico menatap tajam kepada mereka. "(*Oke, untuk sekarang-sekarang kamu nikmatin bareng Anya, tapi lihat sebentar lagi kau bakalan nangis darah Anggar Prima Hardian*)," Batin Rico sambil mengaduk-ngaduk makanan nya.
"Lo kenapa sih Ric, dari tadi diam mulu, kasihan tuh makanan lo aduk-aduk terus, dimakan dong." Tanya Sani yang heran melihat Rico yang cuma melamun sambil ngaduk-ngaduk makanan nya.
Permasalahan Rico sama Anggar Sani tahu, tapi kalau masalah Rico yang ambisius pada Anya, Sani tidak tahu, karena Rico tidak cerita masalah Anya pada siapa pun.
"Ngga,, ga papa, lagi males makan aja." Jawab Rico sambil naro sendok dan garpu nya, tapi tatapan nya tidak lepas dari meja yang Anggar dan Anya tempati. "(*Tunggu tanggal main nya*)."
*
*
*
"Maaf saya ke toilet dulu." Mulan pun berpamitan, dia berdiri sambil ngasih kode sama Denis, Denis pun yang dikasih kode langsung mengerti, Setelah Mulan pergi kini giliran Denis yang cari alasan.
Tiba-tiba ponsel Denis berbunyi, Denis pun melihat kearah layar ponsel nya, tertera disitu nama "Mbak Mulan" Denis pun minta izin sama Anggar dan Anya.
"Bro, Anya,. Maaf aku terima telepon dulu yah?," Denis dan Anya pun cuma mengangguk, mengiyakan.
Tinggal lah Anggar dan Anya berdua an, kembali mereka berada di posisi seperti itu, hanya suara sendok dan garpu saja yang terdengar di meja itu, tidak ada pembahasan sama sekali.
Jam makan siang hampir habis tapi Mulan dan Denis ga kunjung kembali, Akhirnya Anya memutuskan untuk menghubungi Mulan, Anya pun memulai panggilan nya kepada Mulan dan langsung dapat jawaban.
π"(Hallo mbak, mbak dimana?)," Tanya Anya to the point.
π"(Ya ampun Nya, maaf mbak lupa, mbak udah diruangan)." Jawab Mulan memulai akting nya kembali.
π "(Ish mbak, kenapa ninggalin Anya)," Jawab Anya sambil mengerucutkan bibirnya, dan itu membuat Anggar yang melihat nya bikin gemas.
π"(Yah maaf Anya sayang, tadi mbak buru-buru mau nyiapin berkas buat meeting, jadi ga sempat bilang ke kamu, maaf yah?), Dibalik ponsel Mulan tersenyum bahagia.
π "(Au. Ah )," anya pun kesal dan menutup panggilan nya.
__ADS_1
Sementara Anya lagi menghubungi Mulan, Anggar pun menghubungi Denis.
π "(Bro, lo dimana sih, ini udah mau selesai jam makan siang nya)," Tanya Anggar dengan wajah datar nya,
π "(Upz, sory Bro gue tadi buru-buru ke ruangan soalnya belum nyiapin berkas buat meeting)," Jawab Denis dengan menahan senyum nya.
π "(Ahh, rese emang lo, ya udah gue balik ke ruangan sekarang)," Jawab Anggar menutup panggilan sambil melirik kearah Anya, Anggar gemas lihat Anya yang lagi manyun, tapi pas Anya berbalik menatap ke arah Anya, Anggar pun pura-pura sibuk dengan ponsel nya.
"Ekhem,, ya udah ayo balik ke ruangan." Ajak Anggar dengan ketus.
Anya cuma diam, dia pun berdiri dan beranjak dari sana yang disusul oleh Anggar, selama berjalan dari kantin menuju ruangan seperti biasa mereka ga ada obrolan, hening hanya suara sepatu mereka yang terdengar. Hingga tak disadari Anya, kalau lantai yang Anya pijak baru saja di pel sama OB, Anya pun kepeleset.
"Aww,,," Anya pun oleng dan hampir mencium lantai, kalau saja ga ada tangan yang menahan tubuh nya yang ramping.
Kedua tangan Anya berada di dada Anggar sedangkan tangan kanan Anggar berada di pinggang Anya, sejenak mereka saling menatap satu sama lain, jangan ditanya suara jantung mereka lagi pada berdisco ria loncat-loncat, seakan ada magnet yang begitu kuat mereka pun tanpa sadar saling mendekat hingga hembusan nafas mereka terasa menyentuh.
"Hay hantu jutex, kamu pikir saya kepengen jatuh gitu, dan satu lagi, saya juga alergi di pegang-pegang sama hantu jutex." Jawab Anya dengan ketus pula, dia ga terima dikata-kata in cari perhatian, Anya pun pergi menuju ruangan nya sambil ngedumel.
"*Dasar hantu jutex, jelek, dingin, datar kayak penggaris anak tk, arrgghhh sumpah ya Allah andai aku mampu aku pites tuh bibi nya*." Anya terus ngedumel, ga sadar kalau dia diperhatikan sama Mulan.
"Kamu kenapa Nya? Pulang dari kantin udah kaya habis melabrak pelakor saja." Jawab Mulan sambil terus menatap Anya.
"Ini semua gara-gara mbak tahu ga?" Jawab Anya yang pengen melampiaskan kekesalan nya.
"Loh,,kok gara-gara mbak, mbak ga tahu apa-apa lo." Mulan pun membela diri.
__ADS_1
"Iyah mbak ga tahu karena mbak ninggalin Anya di kantin bersama si hantu jutek dingin itu." Cerocos Anya yang masih dalam keadaan mode ngamuk.
"emang apa yang dilakukan hantu jutek sama kamu?, kamu diajak nya jadi hantu jutek juga?," Mulan tahu kalau Anya lagi kesel tapi dia tetap saja pengen menggoda Anya, karena cara itu lah akan membuat kemarahan Anya reda.
Anya pun mendelik kesal sama Mulan. "Au ah," Jawab Anya sambil duduk di kursi kerja nya.
"Makanya cerita yang jelas jangan nyerocos aja kaya emak-emak yang lagi rebutin kang sayur, kenapa?, ayo cerita ke mbak, sebelum cerita kamu tarik nafas dulu biar agak tenang dan rilex dalam bercerita," Mulan pun menunggu Anya bercerita.
Anya pun menghela nafas nya secara perlahan lalu bercerita. "Tadi itu kan mbak sama Pak Denis pada pergi, nah tinggal lah aku sama Pak Anggar, pas mau balik ke ruangan aku ga tahu kalau lantai nya masih basah dan akhir nya aku kepeleset Pak Anggar nyelamatin, tapi ternyata dia ga ikhlas terus ngata-ngata in aku lagi, pake bilang aku itu cari-cari perhatian." Jawab Anya detail.
"Eh,, tunggu,,tunggu,,aku ditinggal secara bersamaan sama mbak dan Pak Denis, apa semua,,,,," Anya pun terus berpikir dan mengingat kejadian siang ini.
Selagi Anya berpikir, Mulan buru-buru pergi meninggalkan Anya menuju ruang meeting, karena Mulan tahu pasti Anya akan menyadari nya.
"MBAK MULAAAANNNNNNN." Teriak Anya. Anya pun berlalu pergi dari ruangan nya menyusul Mulan ke ruang meeting.
β. β. β. β
*Dieh Anggar sok sok an jutek padahal dia juga menikmati momen meluk Anya.
kita kasih Anya bunga kuy biar ga nyerocos mulu.
Kayak nya Pak Anggar harus dikasih secangkir kopi ini mah, biar ga dingin lagi.
Love u all π*
__ADS_1