
Jam sudah menunjuk kan jam sembilan pagi, dimana semua keluarga sudah melaksanakan sarapan pagi nya, tapi mereka masih asik berbincang-bincang.
"Udah jam sembilan Anggar dan Anya kok belum muncul juga" Gumam Bu Aisyah yang masih terdengar oleh mereka yang ada di meja cafe hotel tersebut.
"Kaya ngga paham aja jeng, mereka kan pengantin baru, pasti semalaman begadang" jawab bu Carlota sambil tersenyum. Bi Aisyah pun tersenyum lalu mengangguk, "Iyah juga yah"
"Sudah ngga usah di pikirkan, kalau sudah lapar juga nanti kesini mereka" jawab Pak Hardian.
*
*
*
Sedangkan di kamar sepasang pengantin masih anteng dengan tidur sambil berpelukan tanpa menggunakan sehelai benang pun, Anya mengerjapkan matanya dia menatap kearah Anggar.
"Tak kusangka kamu orang yang selalu buat aku kesel sekarang menjadi suami aku, memang benar kita ngga boleh membenci orang berlebihan" Gumam Anya yang terus menatap wajah damai Anggar dikala tidur.
"Jangan dipandang terus nanti ngga bisa move on" Kata Anggar yang masih memejamkan matanya. Rupanya Anngar sudah terbangun dari tadi cuma dia pura-pura masih tidur.
Anya pun kaget dan melepaskan pelukan nya karena malu, Anya pun terbangun dan melihat jam yang berada di ruangan itu, sungguh dibuat kaget dia ternyata sudah siang.
"Ya ampun ternyata kita kesiangan, ini semua gara-gara mas Anggar, kita jadi kesiangan" Gerutu Anya, lalu dia hendak pergi ke kamar mandi, tapi baru juga mau menurukan kaki nya dari kasur dia berteriak.
"Aww,,ssshhhhh" Teriak Anya. Kamu kenapa Yang? Tanya Anggar yang langsung terbangun, tanpa sadar Anggar yang polos tanpa sehelai benang pun bangun dan megendong Anya ke kamar mandi
"Sakit yah? Ya udah sini biar aku bantu" Anggar pun bersiap mau menggendong Anya.
"Mas ih pake dulu celana nya napa, aku geli lihat nya" Suruh Anya yang merasa malu melihat Anggar dalam keadaan polos.
"Geli-geli enak yah, semalam aja minta nambah" Anggar pun menggoda Anya.
"Mas ih, udah ah aku mau mandi, kamu sekarang mes yah" Jawab Anya sambil mau melangkah, tapi langkah nya tertahan karena masih merasakan sakit di area pangkal paha.
Tanpa pikir panjang Anggar pun segera menggendong Anya masuk kedalam kamar mandi, lalu Anggar menurunkan Anya dalam Bathtub yang sudah di isi air hangat.
Anggar menggosok tubuh Anya dengan lembut hingga kelelakian Anggar mode on kembali.
__ADS_1
Anggar yang sudah mode on kembali tangan nya sudah tidak bisa dikondisikan lagi, tangan nya pun menjelajah kemana-mana, hingga mendapatkan protes dari Anya.
"Mas ih kondisikan tangan nya, ini udah siang juga, mereka pasti udah pada nunggu kita di bawah" Anya pun menepis tangan Anggar yang sedang menjelajah tubuh Anya.
Anggar mencium punggung Anya, "Sekali aja ya Yang? Pleasee" Anggar pun memohon sambil terus mencium tengkuk dan leher Anya, akhir nya Anya pasrah dan terjadi kembali apa yang semalam mereka lakukan.
*
*
*
Anggar dan Anya pun sudah rapi dan mereka mau menghampiri keluarga nya di bawah.
"Ini semua gara-gara mas, kita jadi makin siang nemuin mereka nya, mana aku lapar lagi" cerocos Anya sambil memoles wajah nya dengan bedak.
"Tapi kan kamu juga menikmati nya Yang? Anggar pun membela diri.
Anya pun cuma diam lalu berjalan keluar kamar yang disusul oleh Anggar, memang benar apa yang dikatakan Anggar, dirinya pun ikut menikmatinya, seakan sudah menjadi candu pengen lagi dan lagi.
*
*
*
"Wah kalau pengantin baru mah ngga merasakan lapar ya yang penting gaspol" Hary pun menggoda Adik ipar nya.
"Apaan sih kak, kami kesiangan bangun karena kami lelah" Jawab Anya sambil duduk.
\*Ya iya lah lelah orang di gas terus" sambung Mery yang satu server sama suami nya terus-terusan menggoda Adik nya.
"Sudah-sudah jangan di goda terus biar mereka sarapan dulu" Kata Bu Aisyah membela anak kesayangan nya.
"Sarapan apa jam segini, udah mau masuk makan siang bentar lagi juga" jawab Mery sambil melihat jam yang melingkar ditangan nya.
"Ya ngga apa-apa kita sarapan pagi plus makan siang di satuin sekali-kali mereka disatuin biar bahagia, selama ini kita kan selalu memisah kan mereka, he,,he,,,he,," jawab Anya sambil ketawa.
"Ha,,,ha,,,ha,,,ha,,, mereka semua pun tertawa mendengar celotehan Anya yang mereka anggap lucu.
*
__ADS_1
*
*.
Waktu terus berjalan tiba lah saat mereka pulang ke rumah masing-masing, tapi tidak dengan pengantin baru, mereka langsung terbang ke Bali untuk berbulan madu hadiah dari kakak dan kakak ipar nya.
Didalam pesawat Anya selalu tersenyum, baru pertama kali buat Anya naik pesawat dan perjalanan ke Bali adalah cita-cita nya dari dulu, dia mengingat perkataan semua keluarga nya sebelum dia berangkat.
"Nak? Hati-hati di jalan, ingat pulang harus membawa kami kabar baik dengan adanya anak dalam kandungan kamu" Kata Bu Carlota sambil mengusap perut Anya.
"Iyah nak, pokok nya kami disini tidak mau apa-apa, kami cuma minta satu, kasih kami cucu" Sambung Bu Aisyah sambil mencium putri kesayangan nya.
"Vio juga mau keponakan yang lucu, kalau bisa langsung bawa tiga yah Aunty" Kata Vio sambil mengangkat tiga jari nya.Mereka semua pun tersenyum dengan permintaan Vio.
"Kamu kenapa senyum-senyum Yang" Tanya Anggar sambil melihat kedepan dan kesamping. Semenjak di nyatakan sah oleh penghulu dan para saksi Anggar posesif kepada Anya bahkan sangat posesif menurut Anya.
"Ngga, aku cuma ingat keinginan keluarga kita tadi sebelum berangkat" Kata Anya.
"Oh itu, ya makanya nanti kita di Bali dari pagi sampai pagi kita gaspol terus kita rem nya kalau lapar aja" Bisik Anggar pada Anya.
Anya pun melotot pada Anggar, karena Anya tahu dan paham apa yang di maksud perkataaan Anggar, "Terus kapan jalan-jalan nya? Tanya Anya sambil menatap kearah Anggar.
"Ya, jalan-jalan nya kalau kamu sudah positif" jawab Anggar santai.
Anya pun kesal sama Anggar yang punya rencana terus-terus san diam di kamar, padahal Anya ke Bali ingin memanfaatkan waktu di Bali dengan kuliner dan jalan-jalan.
Anya pun diam dan cemberut, Anggar merasa aneh dengan sikap Anya yang tadi kelihatan bahagia sekarang malah diam dan cemberut.
"Kamu kenapa Yang? Tanya Anggar sambil memegang erat tangan nya mesra. Anya hanya diam tak bersuara, dia masih kesal sama rencana Anggar, Anya hanya menatap kearah kaca samping sambil melihat awan yang putih dan bersih.
β. β. β. β
***Bentar ya bestie kita mau jalan-jalan dulu di Bali.
Mereka mau bulan madu.
terus aku ngapain yah di Bali?π€
love u allπ***
__ADS_1