
Anggar, Denis dan Mulan pun akhirnya sampai di depan pintu kamar Anya, mereka pun satu per satu menggedor-gedor pintu kamar Anya.
"Anya,,sayang ini mbak, kamu ada di dalam ngga sayang" Mulan pun berteriak-teriak dan tak ketinggalan tangan nya yang terus nenggedor pintu kamar Anya.
"Anya cantik, ini saya Denis teman cekcok kamu yang cakep, buka dong cantik, please? Denis pun ikut berteriak, teriakan Denis membuat hati Anggar sedikit memanas.
"Minggir lo, biar gue yang panggil dia" Anggar pun menggeser tubuh Denis lalu dia mengetuj pintu dan berteriak.
"Anya cewek bawel yang bikin aku kesel, kamu ada di dalam kan? Please buka pintu nya, kalau kamu buka pintu nya, aku janji mulai sekarang aku ngga bakalan ngasih kamu kerjaan banyak dan aku ngga bakalan ketus lagi sama kamu" Panggilan Anggar beda dengan Mulan dan Denis yang teriak tapi suara Anggar lebih ke merdu.
"Bentar saya telepon, kali aja Anya mau menjawab nya" Kata Mulan sambil mengeluarkan ponsel dalam tas kerja nya.
"Tidak aktif" Kata Mulan yang kelihatan lesu, lalu menyimpan kembali ponsel nya ke dalam tas kerja nya.
Mereka pun bingung harus gimana menghubungi Anya, tiba-tiba terbesit di pikiran Denis untuk mendobrak pintu kamar.
"Gimana kalau kita dobrak saja pintu nya? Tanya Denis sambil menatap ke arah Anggar dan Mulan.
"Bener kata lu bro, kita dobrak saja" Jawab Anggar sambil membantingkan tubuh nya ke arah pintu, Denis pun turut membantu Anggar, sedangkan Mulan pergi ke sekitaran warga untuk meminta bantuan.
"Pak maaf mengganggu, saya mau minta tolong" Kata Mulan yang kebetulan laki-laki tersebut mempunyai bengkel motor yang lokasi nya tidak jauh dari mess, dan dia pun sedang betulin motor konsumen nya.
"Iyah mbak, mau minta tolong apa? Jawab sang pria yang bernama Joko itu sambil menyimpan alat yang dia pegang.
"Begini pak, saya lagi nyari teman saya di panggil-panggil di kamar nya ngga ada jawaban, di telepon ponsel nya malah mati, apakah Bapak bersedia menolong saya untuk membantu mendobrak pintu nya? Tanya Mulan dengan sopan.
"Saya bersedia mbak, ayo tunjuk kan dimana kamar nya" Jawab si bapak sambil mengambil alat yang sekira nya bisa untuk membuka pintu. Lalu mereka pergi ke mess dengan sedikit berlari.
Mulan dan Pak Joko pun tiba di mess dan langsung menuju kamar Anya, terlihat Anggar dan Denis masih berusaha mendobrak pintu walau pun badan mereka sudah di banjiri keringat dan lelah, tapi mereka pantang menyerah.
__ADS_1
"Pak Anggar, Denis saya bawa Pak Joko buat membantu membuka pintu nya" Anggar dan Denis pun menoleh ke arah Mulan dan Pak Joko, mereka pun mundur dan mempersilahkan Pak Joko yang membuka nya.
Pak Joko pun dengan lihai dan gesit membuka gagang pintu itu, hingga tidak berapa lama pintu kamar Anya pun terbuka, mereka bertiga tanpa pikir panjang langsung masuk ke dalam kamar Anya, dan betapa terkejut nya mereka setelah melihat keadaan kamar yang rapih dan bersih.
"Anya,," Panggil Mulan sambil mengetuk pintu kamar mandi, begitu pintu kamar mandi di dorong ternyata tidak di kunci sama sekali, dan Anya pun tidak ada di kamar mandi.
"Ya Allah, Anya kamu di mana? Kata Mulan sambil mengusap wajah nya dan menitik kan air mata.
Anggar dan Denis pun saling menatap dan diam seribu bahasa, entah apa yang ada di pikiran mereka masing-masing.
"Mbak bilang juga apa! harus nya kemarin kamu ajak Anya ke rumah mbak? Hik,,,hik,,hik,,," Teriak Mulan disela tangisan nya sambil memukul dada Denis, Denis pun hanya diam pasrah.
"Mbak sudah, kita jangan saling menyalahkan, lebih baik kita cari Anya" Kata Anggar sambil memegang tangan nya Mulan.
"Kamu juga,, kenapa sikap kamu seperti itu sama Anya, apa salah Anya sama kamu Apaa!!" Mulan yang sangat hawatir akhir nya kalap dan menyalah kan Anggar dan Denis.
"Andai kemarin aku ajak kamu Nya? Mungkin kamu ngga akan menghilang seperti ini" Kata Denis yang merasa bersalah, dia bersimpuh duduk sambil meneteskan air mata.
"Gue orang yang paling jahat sama kamu Nya, seharus nya gue kemarin ngga bentak kamu" Gumam Anggar yang masih terdengar oleh Mulan dan Denis.
"Apa maksud Pak Anggar? Bapak membentak Anya? Apa kesalahan dia sehingga Bapak membentak nya, Apa!!! Mulan pun penuh emosi, dan terus menyalahkan Anggar, dia bicara sambil menangis, Anggar pun cuma diam menunduk penuh penyesalan.
"Apa karena Bapak membentak nya terus Anya pergi? Kalau semua itu benar, saya akan mengundurkan diri dari kerjaan saya, karena saya ngga mau bekerja sama orang pengecut seperti Bapak" Kata Mulan sambil nunjuk-nunjuk ke arah Anggar.
Denis pun berdiri, dia membuka lemari baju Anya, dia cek semua nya alhasil semua masih lengkap tidak ada yang kurang.
"Semua barang Anya masih lengkap, itu tandanya Anya tidak pergi meninggalkan kita" Kata Denis sambil mengobrak ngabrik isi lemari nya.
Anggar dan Mulan pun langsung tersadar dan mereka ikut memeriksa barang-barang Anya yang ada di dalam kamar.
__ADS_1
Mulan yang lebih tahu barang Anya apa saja dia pun secara detail memeriksa semuanya.
"Ga ada satu barang pun yang dibawa nya kecuali tas slempang dan ponsel nya" Kata Mulan sambil duduk diatas kasur Anya.
Mereka pun terdiam dengan pikiran mereka masing-masing, hingga Pak Joko yang dari tadi cuma berdiri di depan pintu pun ikut berbicara. "Tunggu sampai besok aja mbak, kalau besok tetep ngga ada baru mas dan mbak nya lapor polisi" Kata Pak Joko memberi saran.
"Dan ini pintu nya sudah saya pasang kembali tapi untuk sementara pakai kunci gembok dulu biar aman, ngga ada yang masuk kesini" Kata Pak Joko
"Iyah pak, makasih banyak sudah mau membantu kami, ini ada sedikit buat beli makan" Anggar pun memberikan dua lembar uang seratus ribuan pada Pak Joko.
"Ga usah mas, saya ikhlas kok membantu" Jawab Pak Joko yang menolak pemberian uang dari Anggar.
"Ngga apa-apa Pak terima saja, ini tanda terima kasih kita buat Bapak" Anggar pun memaksa Pak Joko agar mau menerima uang nya.
"Kalau mas nya maksa, saya terima, maksih ya mas, mbak,. Kalau begitu saya permisi mau lanjut kerja" Pak Joko pun pamit dan undur diri dari sana.
"Maafin mbak Anya? Maafin mbak, seharus nya mbak kemarin ga terlalu malam pulang nya, hik,,,hik,,,hik,,," Mulan terus menangis dan merasa bersalah.
"Sudah lah mbak jangan menyalahkan diri sendiri, lebih baik sekarang kita cari Anya, walaupun kita tidak tahu Anya kemana, tapi aku berjanji akan terus mencari Anya, walau nyawa taruhan nya, demi sahabat kita aku rela mbak" Kata Denis sambil terus menitik kan air mata nya sambil memeluk Mulan menenangkan.
β. β. β. β
***Aahhhh Bestiee,. Sumpah aku nulis parr ini sambil nangis.
Kuy kita cari Anya bareng-bareng.
Siapkan setangkai mawar dan secangkir kopi buat bekal nyari Anya.
Love u allπ***
__ADS_1