
Jam sudah menunjuk kan jam sembilan, Pak penghulu dan para saksi sudah duduk di kursi masing-masing, Anggar pun sudah duduk berhadapan bersama Pak Baskoro dan pak penghulu, sebelah kanan dan kiri adalah keluarga dan para sahabat yang menjadi saksi, Pak Purnama dan istri sudah duduk menemani anak mereka.
Ibra kakak kandung Anya dan Hary kakak ipar Anya yang menjadi saksi dari keluarga Anya, sedang kan dari para sahabat Anggar ada Denis, Riko dan juga tidak lupa Doni pun ikut hadir dan menjadi saksi pernikahan Anggar dan Anya.
Doni dan Aya sengaja datang dari Bandung atas permintaan kedua mempelai, mereka sudah melupakan masa lalu dan saling memaafkan dan sekarang mereka sudah seperti keluarga.
Anggar pun menjabat tangan Pak Baskoro atas suruhan Pak Penghulu. "Gimana kita mulai yah? Tanya Pak Penghulu.
Pak penghulu pun berdoa dan memberikan petuah-petuah sebelum akad diucapkan sama mempelai laki-laki. Lanjut Anggar yang mengucapkan ijab.
"Saya nikahkan engkau ananda Raka Prima Hardian Bin Bapak Hardian dengan ananda Zievanya Putri Baskoro binti Bapak Baskoro dengan maskawin seperangkat alat sholat dan emas putih seberat 25 gram dibayar Tunai.
"Saya terima nikahnya Zievanya Putri Baskoro binti bapak Baskoro dengan mas kawin seperangkat Alat Sholat dan Emas seberat 25 gram dibayar Tunai"
"Gimana saksi, Sah? Tanya penghulu.
"***Sahhhhhhh***" Ucap mereka bersamaaan.
"Alhamdulilah" semua yang hadir dan menjadi saksi acara sakral tersebut mengucapkan syukur Alhamdulilah atas resmi nya kedua mempelai sebagai pasangan suami istri.
"Ayo dek, sekarang waktu nya kamu ke depan" Ajak Mery sang kakak.
"Adek kok deg-deg gan yah kak? Takut Anggar ngga bisa ngucapin ijab" Jawab Anya sambil berdiri.
"Sudah sah dek, kamu sudah sah jadi istri nya Anggar" Jawab Mery sambil menggandeng Anya.
"Alhamdulilah" Anya pun bersyukur lalu menggandeng kakak nya untuk keluar dari ruang make up.
Anya pun berjalan di gandeng sang kakak menuju tempat ijab kabul dilaksanakan, semua yang ikut menjadi saksi menatap ke arah Anya yang terlihat sangat cantik hari ini, Anggar yang lagi menunduk pun di tepuk Denis.
__ADS_1
"Lihat Anya cantik banget hari ini" Bisik Denis sambil menepuk bahu nya Anggar.
Anggar pun yang ditepuk bahu nya seketika melihat kearah Anya yang sedang berjalan menghampiri nya, Anggar menatap Anya tidak berkedip sama sekali.
"Cantik nya istriku ini" Gumam bathin Anggar yang terus menatap Anya dengan senyuman merekah di bibir nya.
"Cantik kan mantu mamah pah? Bisik Bu Carlota pada Pak Hardian.
"Mantu papah juga mah" Pak Hardian pun ngga mau kalah.
Anya pun duduk di samping Anggar dengan menundukkan kepala nya, dia masih malu dan deg-deg gan sehingga belum bisa menatap lama ke arah Anggar.
"Silahkan kedua mempelai menyematkan cincin ke jari manis nya pasangan secara bergantian" kata Penghulu.
Anggar dan Anya pun berhadapan, Anggar yang pertama menyematkan cincin ke jari manis nya Anya, lalu berikut nya Anya menyematkan cincin ke jari manisnya Anggar, senyuman pun selalu merekah di kedua mempelai, lalu Anya mencium tangan Anggar dengan khidmat dan Anggar pun mencium kening nya Anya dengan mesra.
Anggar dan Anya pun menandatangani surat nikah dan yang lainnya yang disarankan pak penghulu dilanjut oleh para saksi.
"Alhamdulilah sekarang kalian sudah sah menjadi suami istri, kalian berdua sudah tahu kan akan hak dan kewajiban sebagai seorang suami dan seorang istri" Tanya penghulu, Anggar dan Anya pun mengangguk.
Selesai sudah akad dan acara lain nya dilaksanakan hingga tiba lah saat nya acara resepsi.
Kedua mempelai pun berganti pakaian, karena acara akad dan resepsi beda busana. Anggar sudah duduk di kursi pelaminan dengan gagah dan wibawa, senyuman nya tidak luntur dari bibir nya.
Masuklah Anya ketempat resepsi dengan diantar putri yang cantik siapa lagi kalau bukan Viona. Mereka berjalan sambil pegangan tangan sedangkan tangan kiri Anya memegang bunga.
Para tamu undangan sudah banyak yang hadir dari para kolega, sahabat, tetangga, dan juga para karyawan tempat kerja Anya, Mereka semua memandang kearah Anya dan Viona sambil memuji kecantikan mereka berdua.
"Wah Bu Anya cantik sekali yah hari ini, keponakan nya juga, ih gemes aku" Bisik salah satu karyawan yang hadir diacara pernikahan Anggar dan Anya.
__ADS_1
"Bu Anya mah dari kemarin- kemarin juga udah cantik, tapi hari pake banget cantik nya" Jawab teman nya.
Begitulah bisik-bisik mereka yang hadir diacara resepsi pernikahan Anggar dan Anya.
Anggar berdiri dekat kursi pelaminan menyambut Anya yang sudah sah menjadi istri nya sekarang, dengan senyuman yang terus mengembang, Anggar pun mengulurkan tangan nya pada Anya yang disambut hangat oleh Anya.
Disini lah mereka sekarang berada, disebuah kursi pengantin dengan baju yang senada menampak kan aura kebahagiaan sepasang suami istri yang baru aja sah menjadi suami istri.
Acara demi acara mereka lalui hingga saat nya pelemparan bunga yang dilakukan oleh pengantin.
"1, 2, 3,." Mc pun memberi aba-aba sama sepasang pengantin untuk melempar bunga nya, Anggar dan Anya pun melemparkan bunga nya pas hitungan ke 3.
Gemuruh dan riuh nya para tamu khusus nya yang masih pada jomblo dan yang belum menikah walau sudah punya pasangan berebut untuk mendapatkan bunga yang dilempar oleh sang pengantin.
"Yeyyy gue yang dapat nih" Seru Denis girang, lalu dia memberikan bunga nya pada sang kekasih Sintia.
Denis pun merebut mic yang lagi di pegang MC lalu menghampiri Sintia dan berlutut depan Sintia dan disaksikan para tamu undangan, Denis pun ngajak Sintia nikah. Sintia yang kaget akan kelakuan Denis hanya bisa menutup mulut nya dengan sebelah tangan nya.
"Aku mencintaimu, untuk menikah denganku, bukan hanya karena aku tahu bahwa kita diciptakan untuk satu sama lain, tetapi yang lebih penting karena aku tahu bahwa aku tidak dapat menjalani satu hari pun dalam hidup ku tanpa kamu berada di sisiku, Sintia Nur Rahman Will You Marry Me? Tanya Denis yang masih bersimpuh dengan tangan kanan memegang bunga yang ia dapatkan dari pengantin dan tangan kiri masih memegang Mic.
Sintia pun menitikkan air mata bahagia, dia bahagia banget Denis melamar nya di depan banyak orang apalagi ini di acara resepsi pernikahan Anggar dan Anya.
Para tamu pun sontak berteriak "Terima,,,Terima,,,Terima,," Riuh dari teriakan para tamu undangan dan para sahabat nya.
"I will," Jawab Sintia sambil mengangguk dan menerima bunga dari Denis.
β. β. β. β
***Sory yah bestie kalau di ijab atau pernikahan nya ada salah kata, soalnya aku sudah lupa sama yang namanya ijab dan resepsi maklum udah terlalu lama menikah nyaπ€π€π€£π€£
Love u allπ***
__ADS_1