
“Kamu!!” Tanya pria yang ditabrak Anya. Sedangkan Anya diam mematung, terlihat kening nya berkerut seperti memikirkan sesuatu. Anya pun teringat siapa pria yang ada dihadapan nya kini.
“Pak Anggar.” Seru Anya sambil memperlihatkan wajah terkejutnya. Yah, pria yang menabrak Anya itu adalah Anggar sang manager di perusahaan tempat Anya bekerja.
“Kamu itu setiap jalan emang selalu ga fokus yah?, selalu aja nabrak, makanya minum biar fokus.” Jawab Anggar dingin sambil berjalan menuju kursi taman tersebut.”Kenapa harus dia lagi sih yang nabrak, huh.” Gumam nya. Anggar pun duduk sambil menghembuskan nafas kasar.
Sedangkan Anya masih terdiam mematung sambil ngedumel “Dasar cowok jutek, dingin kaya es, datar kayak oenggaris anak tk, kayak apa lagi yah?” Gumam Anya sambil sebelah tangan nya nyentuh kening seperti orang yang lagi berpikir.
“Siapa yang kamu maksud heh,” Tanya seseorang disamping Anya.
Anya pun kaget dan langsung menoleh kearah samping.”Eh, Pak Anggar, ngga, kok Pak, em,,bukan siapa-siapa.” Jawab Anya terbata.
Anggar setelah ditabrak Anya memang pergi dan duduk di kursi taman, tapi dia penasaran dengan Anya yang masih terdiam dan mematung sambil ngedumel, Anggar pun berinisiatif untuk menghampiri Anya, dan Anggar mendengar semuanya, hingga Anya menyadari kedatangan nya.
“Kamu tuh udah kayak orang gila saja ngomong sendiri, kenapa pula aku harus ketemu disini sama kamu, jadi males.” Kata Anggar padahal jantung Anggar lagi berdisco ria. Entah rasa apa yang Anggar rasakan, padahal sebelum-sebelum nya ngga seperti ini, bahkan sama mantan nya pun biasa saja.
Anya tidak terima dengan omongan Anggar, Anya memang manja tapi dia tidak lemah, dia akan melawan orang yang telah menyinggung atau menyakitinya.
"Eh, Pak siapa juga yang mau ketemu Bapak disini, saya juga ogah, tapi ini kan tempat umum, siapa saja boleh berada disini, kalau Bapak ngga mau ketemu saya pergi saja sono ke hutan, nanti disana Bapak bakal ketemu sama kembaran Bapak." Jawab Anya emosi, tapi dia masih sadar kalau dia ada ditempat umum jadi Anya masih bisa mengontrol volume bicara nya.
Anggar kalah telak, apa yang diomongin Anya ada benar nya. "Kamu!!", Anggar pun sudah ngga bisa ngomong apa-apa lagi, lalu dia pun pergi meninggalkan Anya sendirian.
__ADS_1
"Dasar cowok ngga jelas, cowok jutek, aarrgghhh, pengen ku pites aja tuh bibirnya." Cerocos Anya sambil menatap punggung Anggar yang sudah menjauh dari hadapan nya penuh dengan kebencian.
"Aunty" Anya pun mengarahkan pandangan karena ada yang memanggil dirinya. "Vio?" lalu Anya menghampiri Vio dan kakak nya sambil tersenyum, dan melupakan kekesalan nya pada Anggar.
Vio pun mencium tangan Anya begitupun Anya mencium tangan kakak nya. Mereka berjalan menuju kursi taman yang tersedia disana.
Anya dan kakak nya Mery pun duduk disana, sedangkan Vio bermain sendirian, tapi mereka berdua tetap mengawasi Vio.
"Berdua aja kak?, kakak ipar ma Gerald ngga ikut?" Tanya Anya sambil memandang kearah Vio yang sedang bermain perosotan.
"Iyah dek, kakak ipar semalam pulang nya dah larut banget jadi capek katanya pengen istirahat, kalau Gerald jangan ditanya dek, dia mah udah ga mau ngikutin emak nya." Jawab Mery sambil tersenyum, lalu Mery balik tanya ke Anya.
"Kamu sendirian?, Ardie kemana?, tumben ngga bareng Ardie, biasa nya kalian kaya magnet yang susah dipisahkan.
"udah kamu tanya ke keluarga atau teman nya?" Lanjut Mery.
"Sudah, dan mereka pun ga tahu kemana Ardie, mereka juga pindah rumah kak, sebulan dia ngga kasih kabar, tiba-tiba kemarin dia chat adek dan bilang kalau dia mundur hidup bersama adek dia udah ga mau bersama-sama lagi, dia nyuruh adek melupakan semua tentangnya, semua tentang kita." Anya sudah ngga bisa menahan air matanya hingga lolos sudah air mata nya terjatuh.
Mery ikut merasa sedih melihat adek nya seperti ini, Mery pun memeluk Anya."Nangis aja ngga usah dipendam, keluarkan kesedihan adek semuanya, adek jangan merasa sendirian, kita semua sayang sama adek, ceritakan semuanya, kakak akan selalu ada buat adek, kakak akan selalu jadi pendengar buat adek, bahu kakak selalu siap buat sandaran adek dikala adek bahagia dan sedih, jangan ada yang ditutupin lagi biar beban yang adek rasakan jadi ringan, berbagi lah dengan kakak." Kata Mery sambil mengusap air mata yang lolos di pipinya, Mery pun ikut meneteskan air matanya melihat Anya seperti ini.
Tumpahlah semua kesedihan Anya, tumpahlah semua air mata Anya yang dia tahan sejak tadi, Anya sudah ga peduli dirinya ada dimana yang terpenting sekarang Anya mau meluapkan kesedihan nya dalam pelukan hangat kakak nya.
__ADS_1
"hik,,,hik,,,hik,,, kenapa kak, kenapa jadi seperti ini, apa salah adek sama dia kak apa!!, dua tahun kak, dua tahun kita bersama, kita lalui segala suka dan duka, tapi apa!, sekarang dia pergi ninggalin adek tanpa ada nya kejelasan, sakit kak, sakit!," Anya pun mengeluarkan semua unek-unek nya pada sang kakak sambil menangis.
Anya walaupun anak nya manja, tapi dia itu selalu menyimpan masalah dan kesedihan nya sendirian. Anya hanya memperlihatkan kebahagiaan nya di depan semua keluarga nya, terutama kedua orang tuanya.
Tapi hari ini, Anya sudah ga sanggup, Anya sudah lelah, Anya butuh sandaran seseorang, Anya butuh seseorang yang menguatkan dan menyemangati nya.
Lumayan lama Anya menangis dalam pelukan sang kakak, Mery dengan sabar nya menunggu Anya meredakan emosi dan kesedihan nya sambil mengusap punggun Anya.
Setelah Anya merasa baikan, Anya pun berhenti nangis dan melepaskan pelukan nya dari sang kakak. "Makasih kak, kakak selalu ada buat adek, adek ngga tahu harus cerita ke siapa lagi." Kata Anya sambil mengusap sisa air mata yang masih membasahi pipi nya.
"Kamu ngga usah berterimakasih sama kakak, kakak ini kakak kandung kamu, sudah seharus nya kakak jadi sandaran buat adek-adek nya, apalagi buat adek kesayangan kakak ini, jangan kan bahu duit pun akan kakak siapkan, he,,he,,he,," Jawab Mery sambil sedikit bercanda.
Anya pun tersenyum mendengar celotehan Mery. " Kakak ini bisa saja." lalu Anya pun memeluk Mery kembali.
"Aunty, ini ada yang kasih bunga buat aunty katanya jangan bersedih." Vio pun datang dan ngasih setangkai bunga mawar pemberian seseorang buat Anya.
⭐ ⭐ ⭐ ⭐
***Asli bestie aku nulis part ini sambil berkaca-kaca sedih manja.😭
Nah lo hayo,, siapa tuh yang kasih bunga buat Anya🤭
__ADS_1
Aku pun mau dong bunga nya walaupun cuma setangkai.
Kopi juga boleh biar ga ngantuk 🤪🤪***