
"Ini,,, ini kan punya Sintia adek nya mbak? Kata Mulan sambil melirik ke arah Denis dan Anya.
Anggar yang mau melangkah pun mengurungkan niat nya, terus ikut duduk disamping Denis.
"Kamu dapat dari mana dompet adek nya mbak Mulan? Tanya Anggar pada Denis.
"Nanti aja gue cerita, sekarang gue mau tanya-tanya dulu ke mbak Mulan" Jawab Denis sambil melirik ke Mulan.
"Yakin mbak kalau dompet itu punya adek nya mbak? Tanya Denis ingin memastikan.
"Sebentar mbak telepon dulu Sintia" Mulan pun mengambil ponsel lalu menghubungi Sintia. Deringan pertama pun langsung dijawab sama Sintia.
π. "Hallo dek, gercep amat angkat nya" Kata Mulan.
π "Iyah kak, pas aja kak, soal nya adek lagi cek postingan" Jawab Sintia.
π "Emang posting apa dek? Mulan pun kembali bertanya.
π "Ini kak, kemarin sepulang dari mall dompet adek terjatuh, terus adek posting, kali aja masih ada rezeki adek dan dompet nya kembali" Jawab Sintia.
π "Sudah hapus aja tuh postingan dompet, takut nya ada yang menipu, dompet adek ada sama kakak sekarang" Jawab Mulan.
π "Alhamdulilah? Serius kak? Kok bisa ada sama kakak? Tanya Sintia.
π "Iyah kemarin rekan kerja kakak nemuin dompet adek di taxi katanya, jadi gimana? Mau dianterin apa kamu yang mau ambil ke mess kakak? Tanya Mulan.
"Mbak,, Denis pun memotong pembicaraan Mulan dan Sintia, Mulan pun melirik kearah Denis. "Biar saya antarin saja, nanti hari sabtu" Sela Denis.
π "Dek, kata teman kakak nanti diantar hari sabtu, gimana? Tanya Mulan.
π "Ya udah kak, ngga apa-apa lagian adek juga belum perlu kok, yang penting kan udah ada di tempat aman" Jawab Sintia.
π "Ya udah kalau gitu kakak tutup telepon nya yah? Mau beli makan dulu soal nya" Jawab Mulan dan langsung mematikan panggilan nya.
π "Iyah kak" Sintia pun mematikan panggilan bersama kakak nya.
"Kalau begitu biar dompet Sintia saya yang simpan saja yah mbak? Aman kok mbak" Kata Denis.
Mulan pun terdiam lalu menjawab "Ya sudah saya titip dompet adek saya yah Pak Denis? Jawab Mulan.
"Yuk,, Nya kita beli makan? Ajak Mulan pada Anya,. Anya pun langsung berdiri dan tersenyum, sebenar nya Anya sudah pengen pergi dari situ dari tadi soalnya Anggar selalu menatap nya dengan tatapan tajam nya dan Anya merasa risih ditatap seperti itu sama Anggar.
__ADS_1
"Oke mbak, ayo" Jawab Anya yang langsung melangkah meninggalkan mereka.
Mulan pun berdiri dan melangkah, baru juga selangkah Denis sudah memanggil nya kembali.
"Mbak saya ikut dong, soalnya saya juga belum makan ini, boleh kan? Tanya Denis.
"Gimana Nya? Mulan malah berbalik nanya ke Anya.
"Ya udah kalau mau ikut mah ayo aja asal jangan minta dibayarin aja" Jawab Anya.
Mendengar jawaban Anya seperti itu bukan Denis saja yang tersenyum tapi si hantu jutex pun ikut tersenyum walaupun senyuman nya itu tipis dan hampir ngga kelihatan.
Denis pun langsung berdiri lalu mengejar Mulan dan Anya yang sudah duluan berjalan.
"Lo mau kemana bro? Tanya Denis yang melihat Anggar ngikutin disamping nya.
"Yah mau makan lah, gue juga belum makan kali" Jawab Anggar dengan terus melangkah mengikuti Mulan dan Anya.
Mereka pun sampai di warung nasi Bu Irah, wlaupun rumah makan nya sederhana tapi masakan nya serba enak dan murah, dan warung nasi Bu Irah menjadi tempat paforite nya para pekerja.
Mereka pun duduk di tempat yang sudah disediakan, Anya kaget karena dia duduk berhadapan sama Anggar.
"Kenapa tuh bibir, kamu ngga suka saya duduk disini? Tanya Anggar ketus dengan tatapan tajam nya.
"Percuma,, saya suka atau tidak juga toh warung ini bukan warung saya, jadi terserah anda mau duduk dimana, diatas kompor pun saya ngga peduli" Jawab Anya ga kalah ketus. Mulan dan Denis cuma tersenyum sambil menggelengkan kepala mereka.
"Kamu,,,,,," Anggar mau marah tapi makanan sudah datang, akhir nya Anggar pun diam.
"Silahkan mas, mbak, selamat menikmati" Kata pelayan nya Bu irah dengan ramah, lalu pergi meninggalkan meja mereka.
"Setelah mengucapkan terimakasih lalu mereka menyantap makanan yang mereka pesan.
*
*
*
"Mbak minta no nya Sintia dong? Kata Denis setelah menghabiskan makanan nya.
"Alah jangan di kasih mbak, modus itu" Jawab Anya yang pengen ngejahilin Denis.
__ADS_1
"Apaan sih Nya, kan kalau saya punya no Sintia nanti gampang buat balikin dompet nya" Jawab Denis beralasan.
Mulan pun tersenyum, Mulan ngga keberatan ngasih no nya Sintia, karena menurut Mulan Denis orang nya baik, ganteng, mapan lagi, Mulan berharap Denis jadi adik ipar nya, karena usia Sintia pun sudah matang buat berumah tangga. Mulan pun berharap dengan kejadian dompet Sintia yang ditemukan Denis, itu awal kedekatan mereka, bukan ngga bisa Mulan menyatukan mereka tapi Mulan menginginkan Sintia memilih dengan pilihan hatinya, karena cinta dan rasa nyaman ngga bisa dipaksakan.
"Kalau mbak kasih no nya Sintia, kamu mau ngasih apa ke mbak? Jawab Mulan pura-pura bernegosiasi.
""Saya traktir mbak makan sepuas nya" Jawab Denis.
"Saya juga yah Pak Denis yang tampan? Anya pun merayu Denis.
Anggar mendengar Anya memuji Denis pun kesal. "Kamu biar saya yang traktir" Jawab Anggar datar.
"Makasih Pak tapi ngga usah, saya juga masih mampu kok kalau cuma buat bayar makan" Jawab Anya ketus sambil menatap ke arah Anggar.
Anggar kesal dengan jawaban Anya, tapi ngga bisa marah juga karena ditempat makan itu banyak orang, lalu dia melirik kearah Denis dan memberikan kode kalau Denis harus menyetujui permintaan Anya tadi.
"Oke deh Anya yang cantik, nanti saya juga akan traktir makan kamu, udah jangan cemberut kasihan bebek, bukan begitu mbak? Jawaban Denis yang bilang Anya cantik membuat Anggar melotot padanya, Denis pun pura-pura tidak melihat nya.
"Is Pak Denis itu kata-kata saya lo? Kata Mulan.
"Unch, makasih Pak Denis yang tampan, berarti selama satu bulan ini makan pagi, siang, dan malam kita berdua di traktir Pak Denis mbak? Jawab Anya yang membuat Denis dan Anggar langsung melotot.
"APPAA!!! Anggar dan Denis pun kompak dengan keterkejutan mereka.
Mulan dan Anya cuma tersenyum penuh kemenangan.
"Kamu mau di traktir apa merampok sih Nya" Denis pun mendengus kesal.
"Ya sudah kalau begitu dompet Sintia nya ambil saja mbak, terus no nya jangan dikasih ke Pak Denis" Jawab Anya santai.
Denis pun melirik kearah Anggar, lalu Anggar pun mengangguk.
β. β. β. β
***Ya sudah kalau begitu sarapan pagi aku juga babang Denis yang traktir yah? π€ͺ
Dan buat para bestie aku traktir bunga aja yah setangkai atau belikan aku kopi secangkir.
Makasih bestie atas dukungan kalian semua
Love u allπ***
__ADS_1