Selamat Jalan Anya

Selamat Jalan Anya
Formasi


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit Anggar dan Denis pun turun dan langsung menuju ke kamar rawat inap yang di tempati Anya.



Dikamar rawat inap, Anya dan Mulan sedang berbincang sambil menunggu Denis. “Mbak, Pak Denis kok lama yah?, Apa terkena macet?”, Tanya Anya pada Mulan.



“Kayak nya iyah deh macet, secara jam segini kan jadwal nya orang-orang pada pulang ke rumah nya masing-masing.” Jawab Mulan sambil melihat kearah jam dinding yang ada dikamar itu.



“Makasih banyak yah mbak?, Aku ga tahu kalau seandai nya ga ada mbak.” Kata Anya sambil menggenggam tangan Mulan.



“Sama-sama Nya, ga usah sungkan, anggap mbak ini kakak kamu sebatas kantor, he,,he,,he,,” Jawab Mulan selalu dibarengin candaan.



“Kok sebatas kantor?, Kata Anya sambil cemberut.


*


*


*


Terdengar suara pintu terbuka, Mulan dan Anya pun menoleh kearah pintu, nampak lah wajah Denis dengan senyuman ciri khas nya.



“Sore mbak?, Sore juga Anya?, Gimana udah siap?,” Tanya Denis sambil masuk kedalam di susul Anggar dari belakang, Mulan dan Anya pun saling menatap.



“Pak Anggar,” Sapa Mulan dan Anya barengan.



“Kalau udah selesai ayo cepat, keburu malam.” Kata Anggar dengan wajah jutex dan datar nya.



Anya dan Mulan pun menatap kearah Denis seakan-akan meminta penjelasan, Denis yang ditatap pun lamgsung peka.



“Tas Anya ada di dalam mobil Pak Anggar, dan Pak Anggar yang akan mengantar Anya pulang ke rumah sebagai rasa tanggung jawab Pak Anggar kepada Anya, karena yang membawa Anya kesini tadi adalah Pak Anggar” Denis pun menjelaskan dengan jelas, padat dan akurat.



Mbak Mulan dan Anya pun terdiam mencerna semua yang dikatakan Denis, bagaikan mimpi di siang bolong Mulan pun mencubit tangan nya sendiri. “*Aww*,” Mulan pun menjerit.



“Kenapa mbak, ada apa?,” Anya pun kaget dengan teriakan Mulan.



“Ga papa kok, Ayo kita pulang nanti keburu terlalu malam.” Ajak Mulan yang mencoba menghilangkan rasa heran nya.


*


*

__ADS_1


*


“Den kamu yang nyetir,” Kata Anggar sambil memberikan kunci mobil nya kepada Denis.


“Mbak formasi duduk nya kaya tadi pas berangkat yah?”, Kata Denis sambil mengedipkan mata ke Mulan. Mulan pun mulai mengerti, lalu iya duduk disamping Denis.



Setelah semua masuk dengan posisi Anya duduk di jok belakang bersama Anggar, Mulan di kursi depan dan Denis yang mengemudi. Denis pun mulai melajukan mobil nya.



“Aku antar mbak dulu apa Anya dulu nih?, Atau aku antar diriku sendiri dulu yah?,” Pertanyaan yang membuat Mulan dan Anya tertawa, sedangkan Anggar jangan ditanya lagi, dia mah diam datar sedatar-datar nya.



“Ish Pak Denis selain tampan ternyata lucu juga yah orang nya?”, Kata Anya sambil ketawa.



“Ekhem,, Anggar pun berdehem, dia ga suka kalau Anya memuji Denis.



Semua terdiam, Denis fokus pada jalanan yang sedikit macet, Mulan memandang kearah depan tapi pikiran nya dipenuhi dengan rasa penasaran sama kelakuan Anggar. Anggar yang besrikap cuek, dingin dan datar duduk santay dengan gaya nya yang cool, sedangkan Anya memandang kearah samping jendela mobil, hati nya terus aja menggerutu.


"(Ya Allah, kok ada yah orang yang kayak disampingku ini, ganteng sih, tapi buat apa kalau kayak hantu, dingin, jutek, datar lagi kayak penggaris)", Anya pun mengetuk kepalanya sambil geleng-geleng.


"(Ish, ngapain juga aku memikirkan hantu yang satu ini)," Batin Anya.


*


*


*


"Iyah Pak Denis, saya belum pindah kok." Jawab Mulan sambil membuka pintu mobil. "Makasih Pak Denis, Pak Anggar udah mau nganterin saya pulang, Nya, mbak duluan yah?, Mari Pak?," Mulan pun pergi setelah mengucapkan terimakasih.



"Sama-sama mbak Mulan," Jawab Denis. Sedangkan Anggar hanya mengangguk saja.



"Oke mbak, bye." Anya pun melambaikan tangan nya.



"Nya, rumah mu dimana?" Tanya Denis, sambil melajukan kembali mobil nya.



"Kamu aja duluan yang pulang biar Anya saya yang antar." Kata Anggar datar.



Denis pun hanya tersenyum dan mengangguk. "(*Kok gue kayak supir yah?, dan mereka adalah tuan dan nyonya gue?, lo harus membayar mahal semua ini bro*)", Batin Denis sambil melirik kearah spion depan.


*


*


*


Sepeminggal Denis, kini tinggal lah Anggar dan Anya didalam mobil. Anggar sudah beralih kebelakang kemudi, sedangkan Anya duduk santay di belakang.

__ADS_1


Anggar menatap tajam kearah Anya. "Kamu kira saya sopir kamu," Kata Anggar dengan ke jutex kan yang hakiki.



"Ma,,,maksud Bapak?, Tanya Anya dengan gugup.



"Saya ini bukan sopir kamu, jadi kamu pindah ke depan." Ketus Anggar.



Anya pun tidak mau berdebat, dia langsung pindah ke depan sambil ngedumel dalam hati. "(*Ini orang yah, sumpah pengen ku pites aja tuh bibir nya, ga ada lembut-lembut nya sama perempuan, beda banget sama Ardie*)." Tanpa sadar Anya membandingkan Anggar sama Ardie, dan pada akhirnya Anya kembali teringat sama Ardie.



Sebelum Anggar menjalankan mobil nya, Anggar pun minta alamat rumah Anya. "Daerah mana?". Kata Anggar singkat.



"Maksud bapak?," Jawab Anya yang ga mengerti dengan pertanyaan singkat Anggar.



Anggar pun kesal karena Anya ga ngerti dengan pertanyaan nya. "Rumah kamu dimana?" Anggar pun bertanya dengan ekspresi kesal nya.



Anya pun memberikan alamat rumah nya ke Anggar, lalu Anggar melajukan mobil nya. Sepanjang perjalanan ga ada pembicaraan diantara mereka, hanya suara alunan music syahdu aja yang terdengar yang diputar oleh Anggar.



Anya terdiam mendengarkan lagu yang diputar Anggar dan lagu itu lagu kesukaan Ardie, akhirnya Anya mengingat kembali kebersamaan nya bareng Ardie. Anya pun secepat nya menepis semua bayangan Ardie yang bermain-main di pikiran nya.



"(*Stop,, Anya,, stop jangan kamu ingat-ingat lagi pengecut seperti dia*)," Anya pun mengetuk-ngetuk kepala nya sambil menggeleng-geleng kan nya. Anggar yang melihat kelakuan Anya cuman melirik dengan sinis. "(*Dasar cewek ga jelas*)," Gumam Anggar.



Anya pun melirik kearah Anggar, Anya mendengar Anggar bergumam tapi ga jelas Anggar ngomong apa, Anya kembali fokus kearah depan.



Sampai juga kedepan rumah Anya, Anya pun membuka pintu mobil. "Makasih Pak, sudah mengantarkan saya pulang." Kata Anya.



"Saya pun terpaksa ngantar kamu, karena rasa tanggung jawab saja." Jawab Anggar dengan ketus dan datar.



Anya pun kesal dengan jawaban Anggar, akhir nya dia membanting pintu mobil dengan keras, lalu pergi meninggalkan Anggar yang lagi marah sama Anya karena kaget.



"Dasar hantu jutex, hantu dingin, hantu datar, aarrgghhh pengen ku pites aja tuh mulut sadis nya itu." Gumam Anya sambil masuk kedalam rumah.



⭐. ⭐. ⭐. ⭐


***Aku udah panjangin nih cerita nya. Biar kalian puas.


Sekarang hari senin lo,. Vote nya yah bestie.

__ADS_1


Makasih all yang udah dukung karya recehan nya aku.


love u all😘***


__ADS_2