
Hampir sepuluh hari mereka di Bali Anya disibuk kan dengan keliling Bali dan kuliner jajanan dan masakan khas Bali, Anya sangat bahagia sekali karena apa yang di cita-cita kan terkabul semua, berbanding balik dengan Anggar, dia tidak terlalu bahagia karena harus puasa hampir satu minggu.
Malam hari pun Anya berencana ngerjain suaminya karena ini adalah malam terakhir buat mereka di Bali dan Anya juga sudah selesai masa pms nya, Anya ingin sebelum pulang mereka menikmati malam indah bersama suami nya, karena besok sudah mulai kembali lagi ke Jakarta.
"Mas tolong packing dong baju-baju dan oleh-oleh nya, besok kan kita sudah balik ke Jakarta" kata Anya yang lagi rebahan sambil main ponsel.
"Terus kamu ngapain Yang, masa aku sendirian yang packing semua ini" jawab Anggar sambil melihat barang-barang yang akan di bawa ke Jakarta besok.
"Aku capek mas? Kamu mah ngga ngertiin aku is" Anya pun pura-pura merajuk.
"Bukan gitu Yang? Tapi kan masa aku yang packing semua nya, ini banyak lo Yang? Protes Anggar.
"Ya sudah terserah kamu aja lah mas, tapi awas yah kalau nanti kamu mau" jawab Anya sambil tengkurep menyembunyikan senyuman nya.
"Mau apa emang Yang? Anggar malah bertanya karena belum paham yang di maksud oleh istrinya.
"Emang mas mau nya apa? Ya udah kalau emang mas ngga mau, aku mau tidur aja" jawab Anya.
"Maksud ayang? Ayang sudah selesai? Bener kan Yang? Anggar terus saja bertanya dan Anya cuma diam menahan senyum nya.
"Yang jawab dong? Desak Anggar sambil menggoyangkan badan Anya.
"Kalau mas mau jawaban nya, makanya mas buruan beresin semua barang-barang yang akan kita bawa ke Jakarta, kalau ngga diberesin semua nya aku tinggal tidur" Anya pun mengancam Anggar.
"Oke siap, Ayang ku yang cantik dan sexy? Kata Anggar yang langsung membereskan semua nya dengan semangat empat lima.
Sedangkan Anya, dia malah melakukan panggilan video call bersama keluarga nya dan mertua nya, selesai sama keluarga dan mertua nya, Anya pun di lanjut video call bareng Mulan yang di recokin Denis,
"Hai mbak? Apa kabar? Tanya Anya yang sudah terhubung dengan Mulan.
"Hai sayang, alhamdulilah baik kamu gimana? Succes kan bulan madu nya? Mulan pun nanya balik.
__ADS_1
"Gatot mbak, gatot" teriak Anggar sambil memasukkan oleh-oleh kedalam koper. Anya pun mengarahkan kamera ponsel nya kepada Anggar.
"Ekh pak Anggar lagi ngapain? Lagi packing yah? Rajin amat pak? Takut ngga dikasih jatah ya? Tanya Mulan sambil tertawa.
"Iya lagi packing siapa tahu malam ini dikasih soalnya udah mau seminggu puasa" jawab Anggar.
"Sukurinnnn udah Nya jangan dikasih selama satu bulan aja kalau satu minggu tanggung" Teriak Denis yang baru datang bersama Sintia tunangan nya.
"Awas lo ya Den, nanti juga kamu bakalan ngerasain, dan kalau itu terjadi gue yang nyukurin lo" jawab Anggar dengan raut muka yang kesal.
"Sensitif banget yang puasa satu minggu" Kata Denis yang masih menggoda Anggar.
"Sudah-sudah sana, noh Sintia nungguin" Denis pun pergi menghampiri Sintia.
"Eh iya Nya, minggu depan Denis dan Sintia menikah kamu udah balik ke jakarta kan? Tanya Mulan.
"Mana Denis nya mbak? Kok ngga bilang ke saya kalau dia mau nikah? Tanya Anggar sambil mendekati ke arah Anya.
"Denis nya udah pergi sama Sintia, ada yang mau di beli katanya, kata Denis nanti saja kalau kalian sudah balik ke Jakarta baru akan bilang, soalnya dia ngga mau ganggu kalian yang lagi bulan madu" jawab Mulan.
"Mulan,,,, di panggil bapak nak? Terdengar suara ibu Mulan memanggil, beberapa hari ini Mulan emang nginap di rumah orang tua nya sampai hari H Denis dan Sintia.
"Iya bu,," teriak Mulan, "Eh Nya aku tutup dulu telepon nya ya, soalnya aku di panggil bapak, Assalamualaikum" kata Mulan sambil menutup panggilan nya.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" jawab Anya dan Anggar barengan.
Tangan Anggar pun sudah menjelajah berkelana menuju tempat favorite nya sambil terus mencium area sensitif nya Anya.
"Geli mas ih" kata Anya sambil ketawa dan so,. so an menolak.
__ADS_1
"Kamu udah janji yah Yang tadi, janji adalah hutang" kata Anggar yang bibir dan tangan nya terus menjelajah ke tempat-tempat favorite nya.
Seluruh tubuh Anya pun meremang dan membalas ciuman dan lu ma tan bibir Anggar dengan rakus tapi lembut.
"Emang sudah selesai packing nya? Kalau belum kita pending dulu" Anya pun menggoda Anggar.
"Sudah semua nya cantik, makanya sekarang aku minta bayaran nya, double yah? kata Anggar yang terus memberikan sentuhan-sentuhan lembut kepada tubuh Anya.
Tubuh Anya pun bagaikan ada aliran listrik yang bertegangan tinggi, seluruh tubuh nya meremang, apalagi ketika Anggar mencium dan menyentuh di titik area sensitive nya.
Hingga satu de sa han Anya lolos dan membuat Anggar semakin semangat memdengar nya.
Satu minggu Anggar berpuasa sudah bagaikan satu bulan bagi dia, rasa ingin melakukan nya pun dia tahan dengan sabar dan malam ini dia akan membalas dendam dengan bermain sepanjang malam.
Mereka pun kini sudah polos tanpa sehelai benang pun di tubuh nya, Anggar terus membuat Anya me rin tih dan men de sah, akhir nya penyatuan pun terjadi dengan di iringi suara beradu nya dua tubuh dan ce ca pan-ce ca pan suara bibir mereka yang selalu dan selalu ingin bertemu.
Mereka yang terus dan terus tanpa lelah benar-benar membalas satu minggu yang terbuang, membalas satu minggu yang tanpa ada nya penyatuan, hingga mereka benar- benar ada di puncak ke nik ma tan dunia.
Anggar yang terus-terusan meminta pada sang istri, seolah-olah tidak ada kata lelah bagi nya, dia tidak membiarkan istrinya tidur hingga dia benar-benar lelah dan tiada berdaya.
Anggar pun terkulai lemas disamping sang istri yang lagi merasakan lelah yang amat sangat efek suami nya yang terus terusan meminta penyatuan.
"Capek yah? Ya udah istirahat, makasih ya Yang? Kata Anggar sambil memeluk dan mencium kening Anya.
"Ya capek lah mas pake nanya lagi, udah ya jangan minta lagi, sumpah aku sudah ngga sanggup lagi mas" jawab Anya sambil mencari posisi nyaman di pelukan suami nya.
"Iya, mas ngga minta lagi sudah cukup untuk malam ini, tapi besok pagi entah lah kita liat aja besok" jawab Anggar sambil tersenyum.
Anya pun sudah tidak menjawab lagi, karena dia sudah terlelap dalam pelukan Anggar karena kecapean.
⭐. ⭐. ⭐. ⭐
__ADS_1
***Udah ah yang bulan madu nya aku suruh pulang , kalau ngga di pulangin nanti otakku terkontaminasi sama mereka🤭🤣
Love u all😘***