Selamat Jalan Anya

Selamat Jalan Anya
Semuanya Berduka


__ADS_3

Pagi hari orang menyambutnya dengan bahagia dan senyuman tapi tidak dengan keluarga pak Baskoro dan keluarga pak Hardian, pagi ini mereka sambut dengan kesdihan dan air mata.



Jasad Anya sudah di kremasi oleh pihak rumah sakit, Hary mengurus semua pembayaran rumah sakit, semua sudah pulang menyisakan Anggar dan Mery.



Bu Aisyah tiada henti menangis dan terus-terus san jatuh pingsan, pak Baskoro terlihat tegar dan menyiapkan semua nya dibantu para tetangga.



Zila yang diasuh Vio pun pintar dia tidak rewel sama sekali, mungkin karena melihat nenek nya yang terus-terusan menangis dan pingsan.



Vio sambil ngajak main Zila sesekali dia mengusap mata nya, dia juga pengen menangis kencang tapi melihat Zila Vio merasa kasihan sama Zila.



"Unna ana tak, ia angen unna" kata Zila sama Viona, Sungguh menyayat hati orang yang mendengarnya, anak yang baru berumur delapan belas bulan harus ditinggalkan ibu nya.



Viona pun kembali meneteskan airmatanya mendengar pertanyaan Zila. "Bunda ada dek, nanti bunda pulang dan ngajak main adek lagi, yo kita main boneka lagi" jawab Viona lalu mengalihkan Zila agar tidak menanyakan bunda nya terus.



Para tetangga yang mendengar permintaan Zila pun ikut menentaskan airmata. Tak ada seorang pun yang tidak meneteskan airmata.



Jasad Anya belum sampai kerumah tapi para pelayat sudah hampir memenuhi rumah bahkan halaman rumah pun sudah penuh menunggu kedatangan jasad Anya.



Para sahabat dan teman-teman Anggar dan Anya di perusahan pun sudah mendapat kabar meninggal nya Anya.



Mereka semua kaget mendengar kabar duka dari Anya, karena mereka selama ini sering silaturahmi melalui chat atau via phone dan Anya baik-baik saja.



Mulan, Rico, Denis, sintia, Sarah bahkan doni dan Aya pun mereka langsung pada berangkat ke Jakarta pagi itu setelah mereka mendaapatkan kabar dari Hary.



Mulan yang berangkat bareng Denis dan Rico beserta pasangan nya pun tak henti-henti nya menangis bahkan dia pingsan beberapa kali di dalam mobil, mereka berangkat sengaja pakai mobil keluarga Mulan supaya mereka cepat sampai ke Jakarta dengan cepat, dengan Rico yang mengemudi karena Denis tidak sanggup untuk bawa mobil, bahkan di sepanjang perjalanan dia diam tidak bicara sama sekali.



Anya dibawa dengan mobil ambulance yang di dampingi Anggar dan Mery, Anggar terus-terusan mengusap airmata nya yang terus mengalir dan Mery terus memberi kekuatan dan dukungan buat Anggar. Akhirnya jasad Anya sampai di kediaman pak Baskoro, bu Aisyah mendengar suara sirine ambulance pun kembali pingsan.

__ADS_1



Orang disekitar sebagian membantu bu Aisyah yang pingsan, sebagian lagi membantu untuk mengkafani jasad Anya.



Jasad Anya diturunkan dari ambulance, semua mata yang memandang tidak ada seorang pun yang tidak menangis.



Ibra dan Putri tidak bisa diajak bicara, mereka diam seribu bahasa, pandangan mereka pun kosong, mereka terus-terus san menangis tidak peduli dengan orang-orang disekitar.



Jasad Anya pun dimandikan dan dikafani, selama prosesi itu ibu Anya dan Putri terus-terus san menangis dan pingsan.



Mery sebagai satu-satu nya orang yang tegar di antara yang lainnya, membantu menyipakan semua yang diperlukan.



Bu Aisyah tersadar dan melihat Anggar di samping nya pun langsung memeluk nya dengan erat.



"Adek nak, adek,,kenapa harus adek yang diambil bukan ibu, adek masih muda dan Zila masih membutuhkan Adek,," Bu Aisyah pun menangis dan kembali pingsan dalam pelukan Anggar.




Pak Hardian dan bu Carlota pun menghampiri bu Aisyah yang pingsan lalu membantu untuk menyadarkan dan memberi kekuatan.



Jasad Anya pun sudah di mandikan dan mau di kafani, sebelum dikafani keluarga minta untuk mencium jasad Anya untuk yang terakhir kali nya.



Mereka pun diperbolehkan untuk mencium jasad Anya untuk yang terakhir kalinya dengan syarat tidak ada yang boleh meneteskan airmatanya.



Begitu cantik jasad Anya ini, sebelum muka nya ditutup dia sedikit tersenyum dan semua orang melihat kejadian itu.



Jasad Anya pun siap untuk dibawa ke pemakaman, tapi sebelum di bawa ke pemakaman jasad Anya pun dibawa ke sebuah mesjid untuk di sholatkan.



Mulan dan yang lain nya akhirnya sampai ke Jakarta, mereka langsung berlari masuk ke dalam rumah pak Baskoro, dengan harapan masih bisa melihat Anya untuk yang terakhir kalinya.

__ADS_1



Tapi mereka sudah terlambat, jasad Anya sudah dibawa ke mesjid, Mulan kembali pingsan dan ditolong oleh Sintia dan Sarah Aya menenangkan ibu nya Anya.



sedangkan Denis, Rico dan doni mereka langsung pergi ke mesjid, dan akan ikut ke pemakaman untuk mngikuti proses pemakaman.



Putri maksa ikut ke pemakaman tapi baru juga sampai depan mesjid putri kembali pingsan dan akhir nya Putri pun dibawa kembali ke rumah.



Bu Carlota yang berusaha tegar dan mau mengikuti proses pemakaman pun akhir nya ambruk dan pingsan di depan mesjid, akhirnya bu Carlota dan Putri dibawa kembali ke rumah.



Mery tidak ikut ke pemakaman, dia sibuk ngurus menyiapkan segala sesuatu di rumah, dan terus memberi semangat keluarganya.



Tanpa ada yang tahu, Mery masuk ke kamar mandi dan pecahlah tangisan Mery di kamar mandi yang sejak kemarin dia tahan.



"Dek, kenapa ninggalin kakak dek? Kakak ngga sanggup dek, kakak hancur ditinggal adek, kenapa adek begitu cepat pergi ninggalin kita semua? Kenapa adek tidak bilang tentang penyakit adek sama kakak, kenapa,,,,,," ,Mery pun terus menumpahkan airmata nya sendirian, setelah tenang dan membasuh mukanya Mery pun keluar dari kamar mandi.



Tidak ada yang tahu kalau sebenar nya hati Mery sangat rapuh dan hancur sama seperti mereka, tapi Mery berusaha tetap tegar dan berusaha baik-baik saja di depan keluarganya.



Prosesi pemakaman pun dilakukan, Anggar berusaha tegar dan mengikuti semua prosesi nya ditemani keluarga dan para sahabat nya.



Tidak ada yang tidak menitikkan airmatanya bahkan para pria sekalipun, Anya yang cantik, suppel, ramah, sopan pada siapa pun seakan-akan membekas banget di hati orang yang mengenalinya, seakan-akan semua orang tidak rela dengan kepergian Anya.



Selesai sudah prosesi pemakaman jasad Anya, tapi mereka enggan untuk pergi meninggalkan tempat pemakaman tersebut.



Karena cuaca yang mulai mendung para pengantar ke tempat pemakaman pun satu per satu kembali ke rumah nya masing-masing.



Semua nya sudah pada meninggalkan pemakaman tersisa Anggar yang masih belum beranjak dari pemakaman ditemani para sahabat nya. Tak henti-henti nya Anggar menitikkan air matanya.


⭐ ⭐ ⭐ ⭐ ⭐

__ADS_1


***Ku cuma bisa nangis jadi ngga mau komen tentang mereka.


Love u all😘***


__ADS_2