
"Cantik" hanya satu kata yang terucap oleh Anggar setelah memakai kan kalung di leher jenjang nya Anya, yang dibalas dengan senyuman manis Anya.
"Bagaimana kalau acara pernikahan mereka dilangsungkan bulan depan aja" Tanya Pak Hardian.
"Kalau saya gimana mereka saja, minggu depan pun ngga jadi masalah" Jawab Pak Baskoro.
"Ini yang ngebet nikah anak-anak nya apa Bapak-bapak nya sih" Celoteh Denis membuat mereka semua tertawa.
"Ya sudah bulan depan saja gimana, kita juga kan harus mempersiapkan semuanya, apalagi ini kan pernikahan anak kita yang terakhir Pak" Akhir nya Ibu Anya memberikan pendapat.
"Oke, deal berarti bulan depan, gimana menurut kalian berdua" Tanya Pak Baskoro kepada Anya dan Anggar.
"Kami menurut saja yang terbaik buat kami" Jawab Anya, "Saya siap kapan saja" Lanjut Anggar.
"Yehhh, lo mah pasti siap sekarang juga, lo kan udah bucin, bener ngga guys" Kata Denis yang di angguki oleh para sahabat nya.
"Diem lo" Anggar pun menatap kearah Denis menyuruh diam, tapi yang di tatap cuex saja pura-pura ngga melihat.
"Lagian yah diantara kalian ini yang punya pacar tuh kamu duluan Den, tapi kalah sama Anggar yang melamar dan menikah duluan" Kata Mulan menyindir Denis.
"Saya janji akan melamar dan menikahi Sintia setelah Anggar menikah" Jawab Denis sambil memegang tangan Sintia.
"Jangan sering berjanji tapi buktikan, karena kalau berjanji selalu ada ingkar janji, wanita ngga butuh janji tapi wanita butuh pembuktian" Jawab Mulan.
"Denger tuh apa yang di bilang mbak Mulan" Sarah pun ikut komentar.
"Iyah yang, tunggu tanggal main nya saja, minggu depan ku kenalkan kamu sama keluargaku" Jawab Rico sambil menciun tangan Sarah.
"Pak Rico ingat!! buktikan, Sar kalau minggu depan dia ngga jadi ngenalin kamu sama keluarga nya, kamu tinggalkan saja dia, cari yang pasti-pasti aja" Jawab Mulan yang mulai jadi kompor diantara mereka.
__ADS_1
"Iyah mbak, akan aku buktikan karena aku serius sama Sarah" Jawab Rico meyakinkan.
"Oke, berarti kita adakan acara bulan depan di hotel saya yang di jakarta saja, gimana? Kata Pak Hardian.
"Boleh saja Pak, biar segala sesuatunya nanti kita siapkan, jadi mulai sekarang ibu mencatat apa saja yang dibutuhkan nanti buat pernikahan anak kita" Kata Pak Baskoro sama sang istri.
"Masalah persiapan mereka, kita berdua ya jeng yang menyiapkan, gimana? Kata Bu Carlota yang disetujui oleh Bu Aisyah.
Malam itu malam yang sangat indah bagi Anggar dan Anya, terpancar aura kebahagiaan di wajah mereka masing-masing, hingga malam.pun terus berjalan hingga larut, dan akhir nya mengharuskan mereka berpisah untuk beristirahat karena hari esok sudah mulai mempersiapkan segala sesuatu nya.
*
*
*
Pagi pun datang cuaca cerah secerah hati Anya dan hati Anggar, hari ini hari minggu mereka masih pada bermalas-malasan untuk bangun, Anya yang ikut nginap di hotel bersama keluarga nya pun masih memeluk manja sang ibu.
"Dek, kamu itu sudah mau menikah tapi masih manja saja sama ibu" Kata Mery sambil ikut merebahkan diri disamping Anya.
"Biarin kak, soalnya sebentar lagi adek pasti dibawa sama nak Anggar, kapan lagi ibu bisa seperti ini sama adek mu" Jawab Bu Aisyah sambil memeluk Anya.
"Semua juga kesayangan ibu, anak-anak ibu adalah kesayangan ibu, tapi kalau untuk adek ada lebih nya dikit" Kelakar Bu Aisyah sambil ketawa.
"Udah bangun yu kita sarapan, tuh para bapak-bapak sudah pada menghirup udara pagi, masa kita masih diatas kasur aja" Ajak Mery sambil menyingkap kan selimut yang di pake Anya.
Mereka pun bangun dan membersihkan diri mereka masing-masing lalu pergi ke retoran hotel tersebut buat sarapan pagi bersama.
*
*
*
Sore hari keluarga Anya dan orangtua Anggar beserta Resti kembali ke Jakarta, untuk sementara Resti tinggal di kediaman Pak Hardian sampai hari H nya Anggar dan Anya.
"Yang kita mau prewed dimana? Tanya Anggar pada Anya, setelah keluarga nya pada pulang Anya pun kembali ke mess.
"Gimana kalau di pantai aja, kayak nya keren deh" Jawab Anya.
__ADS_1
"Aku mah nurut saja sama kamu Yang, biar nanti aku hubungi temen aku yang jadi potografer" Jawab Anggar.
Mereka pun terus membahas persiapan buat acara pernikahan mereka, dari mulai Mua, kartu undangan, souvenir dan yang lain nya, Anya tidak mau merepotkan keluarga nya, dia akan menghandle semua nya bareng Anggar.
*
*
*
Seiring nya waktu berjalan dan persiapan pun semua sudah disiapkan, dari hal terkecil hingga hal yang terbesar semua sudah siap, Preweding yang melelahkan sudah terlaksana juga dengan hasil yang memuaskan, meskipun mereka capek dan lelah tapi dibalik kelelahan dan rasa capek mereka tersirat kebahagiaan yang luar biasa.
Anggar dan Anya mengambil cuti menikah dari kerjaan nya, dan perusahaan ngasih waktu mereka cuma satu minggu. Dan dari semenjak mereka cuti tiga hari sebelum hari H Anggar dan Anya di pingit sama keluarga, bahkan ponsel mereka pun disita nya, Anggar pun sudah menahan rindu selama beberapa hari ini pada Anya, dia sudah ngga sabar menantikan hari dimana dia mengucapkan ijab.
Tak terasa waktu yang dinantikan pun tiba, Anya di make up sama Mua yang sangat handal, Anya yang sudah cantik dari lahir sekarang jadi lebih cantik lagi di tangan Mua.
Anya yang memakai kebaya putih menambah aura pengantin bersinar ditambah lagi dengan wajah nya yang benar-benar cantik hari itu.
Anggar pun terlihat sangat tampan dan berwibawa dengan memakai Jas Buka Prangwedana ( Jas yang warna nya senada dengan mempelai pengantin wanita, bagi pria Jas Buka Prangwedana ini melambangkan kejantanan dan kewibawaan).
Tidak lupa orang tua Anya dan orang tua Anggar pun memakai kebaya dan jas yang senada dengan para pasangan nya masing-masing tapi beda dengan warna baju pengantin.
Terlihat Mery beserta suami dan anak-anak nya yang memakai baju senada, Vio yang memakai dres kelihatan tambah cantik dan imut.
"Wahhh aunty cantik sekali, Vio jadi iri sama kecantikan aunty" Kata Viona yang baru masuk ke ruangan Anya di make up dan langsung mengagumi kecantikan Anya hari ini.
"Makasih sayang, kamu juga cantik lo, apalagi pake baju itu" Jawab Anya yang hanya bisa melirik karena lagi dipakaikan bunga di rambut nya. Vio pun tersenyum di puji sama Anya.
"Vio mau ke tempat nya om tampan ah, mau lihat kalau aunty nya udah cantik terus om nya udah tampan belum yah? Tanya Vio sambil berjalan keluar.
β. β. β. β
***Vio tunggu aku ikut
Aku juga pengen ngintip babang Anggar.
Bestie siap-siap kita kondangan yah
__ADS_1
Love u allπ***