
Hary dan Mery pun kembali ke rumah Doni, selama mereka berkeliling mereka membahas dengan ke empat orang yang lagi menunggu dalam mobil Hary melalui telepon, ngga lupa Mery membeli banyak makanan buat mereka dan juga buat istri dan anak nya Doni biar tidak terlalu mencurigakan.
"Makasih lo Pak Doni akhirnya ngidam istri saya terlaksanakan walau pun ngga bisa memiliki nya tapi istri saya sudah melihat dan mencoba mobil dengan flat no yang ia idamkan bahkan selfy segala bareng mobil nya" Kelakar Hary yang membuat mereka tertawa.
"Ini tadi saya belikan sedikit cemilan buat adek nya, lo adek nya mana? Kata Mery sambil ngasih bingkisan pada Aya.
"Ish jadi ngerepotin mbak? lagi tidur mbak" Jawab Aya sambil menerima bingkisan dari Mery.
"Ya sudah kalau begitu saya sama istri pamit, sekali lagi makasih banyak Pak, Bu? Hary pun izin pamit, dalam hati gemez pengen cepat ketemu dengan adik ipar kesayangan nya.
Hary dan Mery pun sudah masuk kedalam mobil pribadi nya, dan disambut sama mereka yang dari tadi cuma nunggu di dalam.
"Ini mbak belikan makanan dan minuman buat kalian ngemil biar ngga boring ngintai nya" Kata Mery sambil memberikan nya ke kursi belakang. "Makasih mbak" Jawab mereka bersamaan.
"Gimana sudah di rekam semuanya? Kata Hary sama Mulan.
"Sudah Pak, bahkan kejadian di dalam mobil ini pun saya merekam nya" Kata Mulan dengan senyuman puas nya.
"Maksud mbak? Semua nya kompak dan menatap ke arah Mulan.
"Ya kita lihat saja nanti, kalian pasti tahu kan? Jadi ga usah kaget gitu napa" Jawab Mulan santai.
"Mbak please jangan di kasihkan ke Pak Hary yah video nya" Kata Anggar sambil berbisik pada Mulan.
"Tergantung" Jawaban Mulan membuat penasaran seorang Anggar Prima Hardian hingga dia menatap ke arah Mulan sambil mengerutkan kening nya.
"Tergantung Bapak berani ngga nya nembak Anya di depan kita semua, kalau Bapak nembak Anya depan kita semua, saya simpan video nya baik-baik, tapi kalau Bapak ngga berani maka saya akan kasih kan kepada Pak Hary video nya" Jawab Mulan santai.
Hary pun berhenti depan rental mobil yang ada di sekitar daerah tersebut, mereka berempat saling menatap ngga mengerti.
__ADS_1
Mereka kagum dengan kecerdasan Hary, bahkan hal gitu aja mereka ngga kepikiran, yang ada di pikiran mereka cuma menemukan Anya secepat nya, padahal trik untuk menemukan Anya juga sangat diperlukan.
Setelah sholat maghrib mereka masuk ke dalam mobil sewaan yang di sewa Hary, sedangkan mobil Hary dia simpan di tempat penyewaan.
"Kita harus cepat-cepat standby di depan rumah nya Doni, soalnya kata dia jam tujuh dia mau keluar, kita akan mengikuti nya dari belakang" Kata Hary sambil masang safety bell nya.
"Aku udah ngga sabar mas, Adek tunggu kakak sebentar lagi nyelamatin adek" Kata Mery sambil berkaca-kaca.
"Kita pasti berhasil, dan kalau Doni pelaku nya saya yakin Anya dalam keadaan baik-baik saja" Jawab Rico.
Dan mereka sekarang sudah ada di depan rumah Doni lagi dengan mobil yang berbeda, Mata mereka semua fokus menatap ke rumah Doni.
"Itu Doni keluar" Kata Denis sambil menunjuk kearah Doni.
"Oke, kalian siap, kita mulai pengintaian kita saat ini" Kata Hary sambil mulai melajukan mobil nya mengikuti mobil Doni.
"Adek mbak datang sayang" Gumam Mery sambil berkaca-kaca.
Mereka semua merasakan ketegangangan yang luar biasa malam ini, sampai-sampai mereka semua tidak merasakan lapar, bahkan makanan dan minuman yang Mery belikan pun belum ada yang di buka nya sama sekali.
Terlihat Doni mampir ke warung nasi dan tampak dia masuk kedalam mobil nya kembali dengan sebungkus nasi dan sebotol air mineral.
"Dia beli nasi bungkus cuma satu, apa benar dia yang melakukan nya? Gumam Rico yang masih bisa di dengar mereka semua.
"Kalau benar dia yang telah menculik Anya, aku pastikan nyawa dia ada di tangan gue" Kata Anggar dengan emosi, mata nya sudah merah menandakan dia sedang di puncak emosi nya.
"Jangan gegabah bro, kalau dia mati lo di penjara dan Anya menikah dengan Rico" Jawab Denis dengan gaya santai nya, Mulan cuma tersenyum mendengar ucapan calon adek ipar nya itu.
Anggar pun melihat kearah Denis dan Rico dengan tatapan tajam nya, sedangkan mereka yang ditatap pura-pura ngga lihat dengan menahan tawa nya.
__ADS_1
"Maksud kamu, apa dia pacar nya Anya? Tanya Mery sambil melihat ke arah belakang.
"Belum resmi sih kak, soalnya cowok tampan satu ini masih jual mahal, so jutex, so ngga peduli, giliran Anya hilang dia nangis" Kata Denis sambil menyentuh bahu Anggar.
"Dan pria yang satu ini lagi mencoba merebut Anya darinya" Denis pun berbalik menyentuh bahu Rico. Anggar dan Rico pun cuma menunduk malu.
"Siapa pun diantara kalian yang di pilih sama adek mbak, mbak minta jangan pernah nyakitin hati dan fisik nya, kalau itu terjadi, kalian bukan cuma berhadapan dengan mbak tapi dengan suami mbak ini, asal kalian tahu dia itu bisa membunuh tanpa menyentuh" Kata Mery sambil melirik kearah suami nya, Hary yang di lirik pun cuma tersenyum mendengar ocehan istri nya.
Anggar dan Rico bergidik ngeri mendengar Mery bicara seperti itu "Dukun kali membunuh tanpa menyentuh" Gumam bathin mereka.
"Lihat dia berhenti" Kata Denis, tidak jauh dari mobil Doni, mobil Hary pun ikut berhenti.
Doni seperti biasa nya masuk kedalam rumah kosong tersebut dengan santai, tanpa disadari ada enam pasang mata yang lagi menatap nya.
"Anya yang ketiduran pun tidak mendengar suara pintu kamar nya terbuka, Doni pun masuk dan menyimpan nasi bungkus yang dia belikan buat Anya.
Doni menatap dalam-dalam ke wajah cantik nya Anya, "Kamu cantik juga kalau lagi tidur, kenapa dia selalu beruntung, kenapa dia selalu mendapatkan wanita cantik bahkan kecantik kan nya ini melebihi cantik nya istriku" Gumam Doni sambil membelai wajah nya Anya.
Anya yang lagi tidur pun merasakan ada tangan yang menyentuh wajah nya dan dia pun terbangun karena sebuah sentuhan.
"Kamu!!! Kamu mau ngapain? Tanya Anya yang langsung duduk terus memundurkan badan nya hingga ke sisi ranjang.
Doni pun cuma tersenyum miring melihat ketakutan Anya, dia pun terus menghampiri Anya hingga mendekati Anya.
"Ba ji ngan" kata seseorang lalu memukul kepala Doni dari belakang.
⭐. ⭐. ⭐. ⭐
Rico ataw Anggar yang duluan memukul Doni yang jelas bukan aku yah? Karena aku juga jadi korban disini🤭🤭🤪🤪
__ADS_1
Love u all😘***