
Mery dan Putri pun terus-terus san melapazdkan asma Allah ditelinga Anya, tiba-tiba cairan infusan pun keluar dari mulut dan hidung Anya, bersamaan dengan hembusan nafas Anya yang berhenti.
Mery pun berteriak histeris memanggil dokter dan suster yang memang berada diruangan itu.
"Dokter,,suster,, tolong adek dokter' Mery pun teriak dengan deraian airmata.
Dokter dan suster pun langsung mengambil tindakan, dokter dan suster pun berusaha sebisa mungkin untuk menolong Anya, tapi Tuhan berkehendak lain.
Suster pun melepas semua alat medis yang nempel ditubuh Anya.
"Saya sebagai dokter dan para suster sudah berusaha semaksimal mungkin dan sebisa kami, kami hanyalah manusia biasa yang hanya bisa berusaha, tapi Allah berkehendak lain, malam ini berarti udah masuk kehari selasa, Saya dan para suster ikut belasungkawa, Innalilahi wainnailaihi rojiun hari ini hari selasa jam 01;30 wib, pasien atas nama Zievanya putri Baskoro dinyatakan meninggal" setelah dokter mngucapkan belasungkawa dokter pun pergi ke ruangan pribadinya, sedangkan suster membereskan peralatan yang ada di dekat Anya.
"Adek,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,"Putri pun langsung teriak histeris dan jatuh pingsan ke lantai rumah sakit, Ibra dan Hary yang hanya melihat dari luar ruangan pun berlari masuk kedalam ruangan, Ibra yang melihat istrinya pingsan pun langsung menggedong dan membaringkan nya diatas brankar yang kosong yang ada di ruangan sambil menangis pilu.
"Adek,,, maafin kakak selama ini dek, kakak belum bisa ngebahagiain adek, kenapa adek meninggalkan kakak, kakak sayang sama adek, tolong kembali dek, hik,,,hik,,hik,,,adek,,,,,,,,,,,,,,,,,,," teriak Ibra sambil memukul dinding rumah sakit
Mery pun memeluk Ibra dengan berusaha tegar dihadapannya, Ibra pun menangis dalam pelukan Mery.
"Kak, adek kak, tolong adek suruh kembali kak, tolong" kata Ibra sambil menangis histeris dalam pelukan kakak nya.
"Sabar dek, ikhlaskan adek kita, dia sudah ngga merasakan sakit lagi, kalau kamu sayang sama adek, stop kamu jangan nangis, tapi do\*a kan dia" Mery pun menenangkan adik nya Ibra.
Ibra pun sedikit tenang lalu menghampiri istrinya yang lagi dalam keadaan pingsan.
Mery pun dikagetkan oleh teriakan Anggar. "Yang bangun Yang, mas mohon, kembali Yang, ayo kita jalan-jalan ke Paris bareng adek Zila, aku janji apapun yang kamu mau kemanapun kamu mau aku akan mengabulkan nya asal kan sekarang kamu bangun dan kembali, aku mohon Yang,,,,,,aku mohon,,,hik,,,hik,,,hik,," teriak Anggar sambil menggoyangkan tubuh Anya.
Mery pun menyentuh bahu Anggar, seketika Anggar berbalik lalu memeluk Mery dengan erat sambil menangis.
__ADS_1
"Kak tolong adek suruh kembali kak, aku mohon kak" kata Anggar disela tangisan dan dalam pelukan Mery.
"Kakak ngerti dengan perasaan kamu, tapi kakak mohon kamu ikhlaskan adek, kamu sayang sama adek kan? Tanya Mery pada Anggar dengan suara bergetar, mencoba tegar walau air mata Mery pun terus mengalir.
"Aku sangat menyayangi dan sangat mencintai adek kak" Jawab Anggar sambil tersedu-sedu. Hancur sudah hati Anggar, hancur sudah semua harapan dan cita-cita yang mereka impikan.
"Kalau kamu sangat menyayangi dan mencintai adek, kakak mohon kamu jangan menangis lagi, ikhaskan adek, adek sudah bahagia, adek sudah tidak merasakan sakit lagi, kamu do\*a kan saja adek" jawab Mery sambil mengusap punggung Anggar, setelah Anggar dirasa tenang Mery pun melepaskan pelukan nya.
Mery yang menenangkan adik dan adik ipar nya belum sempat buat ngasih kabar orang tua nya dan orangtua Anggar, untung Hary sigap, melihat istrinya yang sibuk menenangkan adik dan adik ipar nya, Hary menelpon mertua dan orangtua Anggar.
"Hallo pak? Innalilahi wainnailaihi rojiun pak adek,,,,," kata Hary yang ngasih tahu pak Baskoro lewat telepon.
"Innalilahi wainnailaihi rojiun" ucap pak baskoro sambil menutup panggilan serta menitikkan airmatanya.
Pak Baskoro pun menghapus airmata nya lalu pergi ke kamar Anya menghampiri istrinya yang lagi nemenin Zila tidur.
"Bu yang sabar ya? Kita sebagai manusia hanya bisa berusaha dan berdo\*a, anak-anak kita hanyalah titipan yang maha kuasa jadi kita harus ikhlas melepas adek untuk diambil lagi sama yang maha kuasa, adek sudah tiada bu" kata pak Baskoro pelan-pelan sambil merengkuh bahu istri nya.
"Bapak bohong kan? Bapak bohong,,,,,,,,,,,,,adek,,,,," teriak bu Aisyah yang akhirnya tidak sadarkan diri setelah mendengar kabar bahwa anak kesayangan nya sudah pergi, sudah diambil lagi sama yang maha kuasa.
Teriakan bu Aisyah membuat Vio dan juga Zila terbangun, "ada apa nek teriak-teriak" kata Vio yang belum lihat kalau nenek nya lagi pingsan.
"Unna,,,,,,,,unna,,,,unna ana tak" tanya Zila pada Vio sambil menangis, pak Baskoro yang melihat Zila terbangun pun langsung menggendong Zila.
"Zila sayang tidur lagi ya sama kak Vio, besok kita jalan-jalan ya? Pak Baskoro pun menidurkan Zila sambil mengusap punggung nya.
"Nenek kenapa kek? bisik Viona sama pak Baskoro.
__ADS_1
"Aunty mu sayang, auty mu sudah pergi untuk selama-lamanya.
"Apa kek,, tidak,,ini pasti cuma mimpi, aunty cantikku tidak mungkin pergi meninggalkan aku dan adek Zila.
Vio pun akhir nya menangis dengan muka ditelungkup kan ke bantal karena takut membangunkan zila.
"Aunty,, hik,,,hik,,,hik,,,kenapa Aunty ninggalin Vio sama adek Zila, kita kan mau main lagi ke pantai Aunty, jangan tinggalin Vio, aunty Vio mohon, Vio sayang sama Aunty" gumam Vio dibalik bantal.
Hary pun sudah menghubungi keluarga Hardian dan mereka sudah ada di lobi rumah sakit.
Begitu masuk lobi rumah sakit, bu Carlota pun mendapat telepon dari Hary.
"Iya nak kenapa, adek gimana nak? tanya bu Carlota sambil terus mencari-cari ruangan icu.
"Adek sudah pergi bu, dia sudah tenang, sudah tidak merasakan lagi sakit." kata Hary, Hary memang tegar dihadapan semua nya, bahkan di depan Mery istri nya, tapi dibelakang mereka Hary menangis layak nya seorang perempuan.
"Appa!!!,,,, tidak!!!,,,Anya mamah mohon jangan pergi dulu sayang, mamah berdosa sama kamu karena mamah jarang nemuin kamu, Pah menantu kita pah" kata bu Carlota sambil menangis dan hampir pingsan, tapi pak Hardian sigap langsung memeluk istrinya.
"Mah sabar mah, kamu harus tenang, ayo kita ke ruangan Anya kita lihat menantu kita untuk yang terakhir kalinya" Pak Baskoro pun menenangkan istrinya, setelah tenang pak Baskoro dan bu Carlota pun pergi ke ruangan Anya menantu nya.
,⭐ ⭐ ⭐ ⭐ ⭐
***Banyak yang nanya kok bisa keluar cairan dari hidung dan mulut?
Itu yang keluar cairan infusan apa darah?
Oke saya jawab disini ; pasien kan dibantu sama selang oksigen terus di infus juga nah pas menghembuskan nafas terakhir mungkin cairan yang mau masuk ke dalam tubuh nya menolak, sudah ngga bisa masuk karena pasien sudah ngga bernyawa.
Itu prediksi aku, maaf kalau salah.
tapi kejadian itu saya menyaksikan sendiri.
Ngga sanggup juga aku nulis part ini, makasih yang masih setia dengan Anya.
__ADS_1
Love u all😘***