
Anggar pun dibujuk oleh para sahabat nya untuk segera meninggalkan tempat pemakaman.
"Ayo kita pulang, Anya sudah tenang dan bahagia disana, kamu harus kuat masih ada Zila yang harus kamu utamakan kalau kamu seperti ini siapa yang akan menguatkan Zila, Zila masih membutuhkan kamu, sekarang Zila hanya punya kamu, jadi aku mohon kamu jangan seperti ini, kamu boleh sedih kamu boleh nangis tapi kamu juga harus memikirkan Zila" Bujuk Rico.
Denis yang sejak keberangkatan nya ke Jakarta hanya diam dan menahan airmatanya, tapi disini di di pemakaman lolos juga airmatanya melihat kondisi sahabat nya yang hancur dan rapuh ditinggal istri tercintanya, serasa baru kemarin Denis bercanda dan tertawa bareng Anya.
"Kenapa secepat ini kamu pergi Nya? Kenapa harus kamu duluan yang pergi dari kita? Kenapa kamu ninggalin Zila? Zila masih butuh kamu, kamu tega nya ,,,kamu tegaaaa,,,,,," gumam Denis sambil menunduk air mata nya terus mengalir dan menggenggam tanah merah yang ada di hadapan nya.
"Nya maafin kelakuanku yang pernah nyulik kamu, yang pernah nakut-nakutin kamu, seandai nya waktu bisa diputar aku akan terus bersujud meminta maaf sama kamu, walaupun aku tidak terlalu mengenalmu tapi aku yakin kamu adalah orang baik, buktinya kamu memaafkan semua kelakuan yang pernah kulakukan kepada kamu, aku yakin kamu bahagia disisinya" gumam Doni sambil menitikkan airmata nya.
"Anya dari awal aku melihatmu aku sudah mengagumi kamu dengan semua sifat kamu, aku yakin kamu bahagia dan di tempatkan di syurga" gumam Rico dengan mata yang memerah, menahan tangisan nya di depan Anggar.
"Yang, maafin aku yang belum bisa membahagia kan kamu, maafin aku jika semenjak kita bertemu aku banyak salah sama kamu, kamu adalah wanita yang pertama dan terakhir bagiku, makasih selama tiga tahun ini kamu menemaniku dalam keadaan apapun, makasih kamu sudah menghadirkan Zila untukku sebagai pengganti kamu, sakit kamu sudah hilang Yang, kamu sudah bahagia, tunggu aku di syurga ya Yang, aku akan selalu menjaga Zila dan menyayangi nya selama hidupku sesuai permintaan kamu, Selamat jalan Yang do\*a ku selalu menyertaimu" Anggar pun mengutarakan isi hatinya dan tumpah lagi airmata nya dan akhirnya Anggar pun jatuh pingsan.
Para sahabat nya langsung membawa Anggar ke dalam mobil, dan meninggalkan pemakaman.
Di kediaman Pak Baskoro masih banjir airmata, dn para pelayat pun masih berdatangan.
Mulan dan bu Aisyah yang sudah sadar dari pingsan nya pun kini mereka hanya bisa diam dan terus-terusan mengeluarkan airmata seperti hujan yang deras yang tanpa henti.
Zila pun terus-terusan menangis dan memanggil bunda nya.
"Unna ,,,unna ana,, ia anen" Zila pun terus menangis, ngga ada satu pun yang bisa menenangkan Zila.
Anggar dan para sahabat nya pun sudah sampai ke rumah, anggar yang sudah sadar pun turun dari mobil dan mendengar tangisan Zila yang histeris memanggil bunda nya, langsung saja Anggar berlari kearah Anya dan memeluk Anya dengan erat.
"Ini papah sayang, Zila sama papah dulu ya? Nanti kita pergi nengok bunda di rumah nya" kata Anggar yang berusaha tegar dihadapan Zila anak nya.
__ADS_1
"Ia au ke unna pah? Ia anen unna, ia engen ke unna" Zila pun terus menangis dalam pelukan papah nya.
Anggar terus menenangkan Zila sambil sesekali mengusap airmata nya.
Sungguh ini adalah hal sangat berat untuk Anggar, dia ngga sanggup dengan semua ini, dia ngga sanggup melihat Zila yang terus-terusan menangis, merengek minta ketemu sama bunda nya.
Mery pun mengambil Anya dari pelukan Anggar, "Zila sayang sini sama mamah nak? Kita beli ice cream sama kakak Vio mau yah nak? Mery pun terus membujuk Zila dibantu Viona.
"Ayo Zila kita beli ice cream sama permen yang banyak" ajak Vio sambil mengusap airmatanya.
Akhirnya Zila pun berhenti menangis dan mau digendong Mery.
Anggar pun pergi ke kamar Anya setelah Zila berhasil digendong sama Mery.
"Jadi semua kelakuan dan bicara kamu yang aneh belakangan ini pertanda kamu mau pergi Yang? Kenapa kamu tega ninggalin aku disini sendirian, andai aku tahu kamu sakit aku akan bawa kamu berobat bahkan aku bawa kamu berobat ke luar negeri sekalian" gumam Anggar.
Anggar pun mengambil baju kesayangan Anya hadiah dari dirinya di waktu itu, dia mencium baju Anya sambil terus-terusan menangis.
"SELAMAT JALAN ANYA, KAMI DISINI AKAN SELALU MENGENANG KAMU, KAMU ADALAH ORANG BAIK, KAMU SUDAH TIDAK MERASAKAN SAKIT LAGI, KAMU SUDAH BAHAGIA DISANA, SYURGA ADALAH TEMPAT KAMU"
SEBUAH KELAHIRAN ADALAH KEHENDAK TUHAN DAN BUKAN SEBUAH KEHENDAK KITA. KEMATIAN JUGA BUKANLAH KEHENDAK DAN PILIHAN KITA..
NAMUN KEHIDUPAN KITA ADALAH SEBUAH PILIHAN KITA SENDIRI.
ORANG YANG MENINGGALKAN KITA LEBIH BAHAGIA MELIHAT KITA BERSUKA RIA DARIPADA BERSEDIH.
HANYA DO\*A YANG BISA KITA PANJATKAN.
SEMOGA SEMUA KEBAIKAN NYA DITERIMA DI SISI NYA, SEBAB HANYA ITU SAJA YANG PANTAS UNTUK SEGALA JASANYA SELAMA MASA HIDUP NYA.
__ADS_1
SELESAI
Makasih buat semuanya yang sudah mendukung Anya dari awal sampai akhir, saya putuskan sampai disini karena saya sudah ngga sanggup lagi dengan terus-terusan mengeluarkan air mata.
Maaf jika masih banyak typo dan cerita nya kurang gereget, ini adalah karya perdana saya yang cerita awal dan akhir saya ambil dari kisah almarhumah adek saya, tapi selebih nya hanya karangan saya pribadi.
Saya mohon maaf jika selama menulis kisah Anya ini belum bisa memuaskan kalian para readers, jangan dihapus dulu dari favorite, nantikan pengumuman nya untuk karya saya yang lain nya.
Mungkin saya akan melanjutkan kisah Zila dan Anggar nantinya. Jadi pantengin terus ya?
Jangan lupa juga kalian mampir di karya aku yang kedua dengan judul "NIKAH PAKSA"
Makasih selama ini kalian sudah kasih saya support hingga bisa menyelesaikan kisah Zievanya ini.
Jangan bosan dengan karya saya ya? Dukungan kalian sangat berarti bagi aku, dengan dukungan kalian membaca karya saya, juga dukungan leawat Vote, and Gift.
Kalau kalian ingin ada yang mau kisah Anggar dan Zila selanjut nya tulis di komen atau chat saya ya? Insya allah nanti saya akan melanjutkan cerita Anngar dan Zila.
Sekali lagi saya ucapkan banyak-banyak terima kasih buat kalian.
Salam sayang dari jauh, semoga kalian selalu dalam lindungan Allah SWT.
Ambil hikmah nya dan buang jelek nya dari kisah yang aku tuis ini.
"SELAMAT JALAN ANYA KAMI AKAN SELALU MENGENANG MU"
"TAMAT"
__ADS_1