Selamat Jalan Anya

Selamat Jalan Anya
Sintia


__ADS_3

Dasar cewek aneh udah naik nya nyerobot, turun ngga bayar lagi. "Ya udah pak jalan" Kata Denis pada sopir taxi.Ponsel Denis pun bergetar tanda ada panggilan masuk, setelah ponsel nya dimatikan niat Denis mau nyimpan ponsel di saku celana, mata nya tidak sengaja melihat ada sebuah dompet tergeletak dibawah sebelah kaki nya, Denis pun mengambil dompet tersebut dan membuka nya.



"Dompet siapa ini? Gumam hati Denis sambil membuka nya. Denis pun mengambil kartu pengenal yang ada di dompet tersebut lalu membaca nya dalam hati. "Sintia?



Denis pun melihat poto yang tertera di kartu pengenal itu, "Ini kan,,, cewek yang tadi" Gumam Denis, lalu ia memasukan dompet tersebut kedalam tas slempang nya.


*


*


*


pagi hari pun kembali menyapa mereka yang sedang asik tertidur pulas, mereka mulai sibuk pagi ini, karena hari ini mereka memulai kerjaan nya.


Anggar sudah terlihat rapih dengan pakaian kerja nya begitu pun dengan yang lain nya, mereka pun satu persatu memasuki perusahaan.



Pagi ini dan selanjut nya sampai Pak Abraham menyuruh mereka kembali ke perusahaan yang ada di jakarta, nasib Anya pasti tidak akan baik-baik saja, mengingat dia satu tim sama Anggar yang super duper chuex, dingin dan datar plus kalau bicara pasti ketus.



seperti siang ini saja Anya kena semprot Anggar karena Anya telat mengerjakan laporan keuangan yang di tugaskan Anggar kepadanya.



"Kamu itu bisa kerja ga sih sebenar nya? Tanya Anggar ketus.



"Maaf Pak, saya telat ngerjain nya karena tadi ada anak magang yang minta bantuan saya" Jawab Anya sambil menunduk.



Anya sadar dirinya memang telat mengerjakan laporan yang diberikan Anggar, bukan karena Anya lelet, tapi tadi memang ada anak magang yang meminta bantuan kepadanya, Anya selaku senior dari anak itu, merasa ga tega makanya walau pun dia lagi sibuk dia pun membantu anak magang tersebut.



Tapi Anggar tidak mau tahu, apapun alasan nya. "Apapun alasan kamu pokok nya ini semua harus selesai hari ini juga" Kata Anggar dengan wajah dingin dan datar nya.



Anya tidak banyak bicara, ia pun langsung mengerjakan pekerjaan nya, walau dihati Anya dongkol dan kesal menjadi satu, tapi Anya bersikap profesional.



Jam pun sudah menunjuk kan jam lima sore, dimana para pekerja sedang siap-siap menuju pulang ke rumah dan ke mess masing-masing.



"Ah, Alhamdulilah,, akhirnya selesai juga kerjaan yang diberikan si hantu jutex" Gumam bathin Anya sambil melirik kearah Anggar.



Sebenar nya kerjaan Anggar sudah selesai dari tadi, cuma dia pura-pura sibuk aja hanya sekedar buat nemenin Anya, Anggar pun melirik ke arah Anya.

__ADS_1



"Sudah selesai? Tanya Anggar sambil menatap ke arah Anya.



"Sudah Pak" Jawab Anya sambil menyerahkan berkas tersebut pada Anggar.



"Bagus, sekarang kamu boleh pulang. Ingat!! Lain kali jangan suka lelet" Kata Anggar yang seolah-olah Anya orang yang lelet.



"Iyah Pak" Jawab Anya sambil mengambil tas lalu pergi meninggalkan Anggar di dalam ruangan.



Anggar pun tersenyum sambil melihat laporan yang Anya kerjakan, "Selain cantik kamu juga pintar ternyata" Gumam Anggar sambil membereskan semua berkas di meja nya, lalu Anggar pun pergi dari ruangan nya.


*


*


*


Anya pun masuk kedalam kamar nya, lalu ia merebahkan tubuh nya yang terasa sangat lelah, "Dasar hantu jutex, hantu dingin, datar kaya penggaris anak tk, ngasih tugas kaga kira-kira" cerocos Anya.


"Dah lah mending aku mandi, terus ngajak mbak Mulan cari makan" Gumam Anya.


*


*


*


"kalau aku kembalikan sekarang, aku capek banget mana belum makan lagi, tapi kalau aku kembaliin nya hari minggu takut nya kelamaan, aduh gue kok jadi bingung yah? Denis pun terus berpikir sambil rebahan dan melihat kartu pengenal Sintia.



"Mbak Mulan,, pasti mbak Mulan tahu daerah ini, secara kan mbak Mulan asli orang Bandung" Denis pun tersenyum lalu beranjak dari kasur dia pun pergi ke kamar Mulan.



"Mbak ini saya Denis" Kata Denis sambil mengetuk pintu kamar Mulan.



"Iyah Pak ada apa? Tanya Mulan setelah membuka kan pintu.



"Maaf mengganggu istirahat nya, ada yang mau saya tanyakan mbak? Tanya Denis.



"Ngga,, kok ngga ganggu,, masalah apa yah Pak? Eh, kita duduk disana saja Pak biar enak ngobrol nya" Kata Mulan sambil menunjuk kearah sofa yang memang di sediakan khusus untuk menerima tamu.


__ADS_1


"Oh iyah baik" Jawab Denis sambil dia melangkah menuju sofa yang di ikuti Mulan.



"Begini mbak? Denis pun menceritakan dari awal sampai akhir nya dia menemukan dompet Sintia dalam taxi. "Nah begitu cerita nya mbak? Lanjut Denis.



"Lah,, terus hubungan nya sama mbak apa? Jawab Mulan yang belum mengerti.



"Nah kan tadi nya saya mau ngembaliin dompet nya itu hari ini, tapi badan saya terasa capek karena siang tadi kerjaan banyak sekali terus kalau saya kembaliin nya minggu depan kasihan orang nya takut nyari-nyari dan membutuhkan apa yang ada di dalam nya" Denis pun menghela nafas nya secara perlahan lalu melanjutkan cerita nya lagi.



"Nah saya manggil mbak Mulan cuma mau tanya, kali aja mbak Mulan kenal daerah pemilik dompet ini, biar saya ngga bingung nyari alamat nya. Denis pun mengambil kartu pengenal Sintia dari dompet nya.



"Mbak cari makan yuk? Ajak Anya yang tiba-tiba muncul diantara Mulan dan Denis.



"Is kamu ngagetin mbak aja" Jawab Mulan sambil melihat ke arah Anya.



"Mbak sama Pak Denis lagi ngapain berduaan disini? Pak Denis,,,mbak Mulan ini sudah punya suami dan anak jadi jangan menggoda nya, kalau Pak Denis menggoda mbak Mulan, nanti suami nya ngamuk lo" Kata Anya sambil cengengesan.



"Enak saja, saya disini cuma mau minta bantuan saja sama mbak Mulan, saya juga tahu kalau mbak mulan sudah mempunyai suami dan anak sebelum kamu mengetahui nya" Jawab Denis sedikit nge gas.



"Lagian yah saya itu mendingan godain kamu yang jelas-jelas masih sendiri" Kata Denis yang tanpa diketahui nya Anggar sedang melewati mereka menuju kamar nya.



"Ekhemm,," Anggar pun berdehem sambil menatap tajam ke arah Denis.



Denis tahu kalau Anggar lagi menatap nya, tapi Denis tidak perduli. "Ini lo mbak alamat nya" Denis pun memberikan tanda pengenal Sintia sama Mulan.



"Ini,,,,,,," Mulan pun kaget dengan tanda pengenal yang diberikan Denis kepadanya.


⭐. ⭐. ⭐. ⭐


***Ini,,,,,, segini dulu aja yah bestie sekedar buat nemenin kalian sambil sarapan🤣


Jangan lupa setangkai mawar buat menambah imun jempol nya.


Dan secangkir kopi buat menambah imajinasi nya🤣🤣


Love u all😘***

__ADS_1


__ADS_2