Selamat Jalan Anya

Selamat Jalan Anya
Ngga enak hati


__ADS_3

Malam semakin larut, di mess pun sudah sepi karena penghuni nya sudah berada dialam mimpi masing-masing, mereka pun terlelap menghilangkan rasa penat dan lelah, untuk menghadapi hari esok yang lebih cerah dan segar lagi.


Mulan yang sudah dari tadi masuk ke kamar nya ngga menyadari kalau Anya malam ini ngga ada dikamar nya. Mulan berprasangka kalau Anya sudah tidur terlelap.


*


*


*


Sedangkan di sebuah kamar bangunan kosong Anya mengerjapkan matanya, dia mulai sadar dari pingsan nya karena efek bius nya sudah mulai berkurang.


"Aku dimana? Gumam Anya sambil menstabilkan penglihatan nya, dia melirik kearah tangan dan kaki yang di ikat kencang.


"Tolonggggg,,, tolonggggg,,,ku mohon siapa pun tolong aku, hik,,,hik,,,hik,,,Ibu tolong adek" Teriak Anya meminta tolong sambil menangis.


Anya terus minta tolong sambil menangis, hingga akhir nya Anya tertidur karena kelelahan berteriak dan juga menangis.


*


*


*


"Adekkkk,,,adekkkk," Bu Aisyah berteriak memanggil anak kesayangan nya sambil tertidur.


"Bu,,,bangun Bu,,,Bu,,,," Kata Pak Baskoro yang kaget karena teriakan Bu Aisyah, Pak Baskoro pun mencoba membangunkan Bu Aisyah.


"Pak,,,,Adek pak adekk,," Bu Aisyah pun menggoyang-goyangkan bahu Pak Baskoro sambil nangis.


"Ibu tenang yah? Adek kenapa? Ibu mimpi? Tanya Pak Baskoro sambil menenangkan istri nya.


Pak Baskoro pun membawakan minum buat istrinya, agar istrinya sedikit tenang.


"Ini Bu diminum dulu" Kata Pak Baskoro sambil menyodorkan segelas air putih kepada sang istri.Setelah minum Bu Aisyah pun merasa lebih baik dan sudah sedikit tenang


"Ibu mimpiin adek? Tanya Pak Baskoro sambil merapihkan rambut istri nya.


"Ibu mimpi buruk tentang adek Pak? Jawab Bu Aisyah sambil mengatur nafas nya.


"Itu cuma mimpi Bu, jangan terlalu di pikirkan, mimpi kan cuma bunga tidur, adek kan tadi ngabarin kalau dia baik-baik saja" Pak Baskoro pun menenangkan istri nya. Bu Aisyah diam saja sambil mengingat-ngingat mimpi nya.

__ADS_1


"Sudah ayo tidur lagi, ini masih malam lo Bu" Pak Baskoro pun mengajak istrinya untuk tidur kembali, Bu Aisyah pun cuma menurut apa yang di katakan suami nya.


*


*


*


Pagi hari pun tiba, seperti biasa nya penghuni mess pada sibuk masing-masing mempersiap kan diri untuk bekerja.


Mulan pun yang udah siap dan rapih mulai keluar kamar, "Tumben nih anak belum gedor-gedor pintu ngajak beli sarapan? Pemecah rekor amat pagi ini, udah beberapa bulan tinggal disini baru hari ini dia ngga gedor pintu" Gumam bathin Mulan sambil mengunci pintu kamar nya.


Bertepatan Mulan yang sedang mengunci pintu, Ayu pun keluar kamar, "Ekh,, mbak Mulan, pagi mbak? Tumben nih sendirian? Anya nya kemana Mbak? Tanya Ayu sambil mengunci pintu kamar nya.


"Ngga tahu Yu, mbak aja heran tumben amat nih anak ngga ada gangguin mbak, biasa nya setiap pagi dia sudah heboh gedor-gedor pintu" Jawab Mulan sambil menuju kamar Anya.


"Anya,,,Nya,,,kamu ada di dalam ngga? Mulan pun terus menggedor pintu namun tetap saja tidak ada jawaban sama sekali.


"Mungkin Anya sudah berangkat mbak? Kata Ayu sambil melangkah menghampiri Mulan.


"Mungkin juga yah, segitu banyak nya kah pekerjaan dia? Sampai-sampai harus berangkat di pagi buta" Gumam Mulan yang masih bisa di dengar oleh Ayu.


"Ya udah kita berangkat saja, mungkin Anya sudah ada di ruangan kerja nya" Ajak Mulan pada Ayu.


*


*


*


Terdengar suara pintu terbuka, Anya pun terbangun dan melihat kearah pintu, nampak seorang pria yang tidak di kenal Anya masuk membawa nasi bungkus dan air mineral.


"Siapa kamu,,," Tanya Anya sambil ketakutan dan dia berusaha melepaskan ikatan tangan nya, tapi apalah daya tenaga Anya sudah habis sedangkan tali yang di ikat lumayan kencang, jadi Anya kesulitan membuka ikatan nya.


"Diam kamu!! Lebih baik sekarang kamu makan" Kata Pria tersebut sambil menyimpan nasi bungkus dan air mineral nya di depan Anya.


"Tidak mau!! Sebelum kamu mengatakan siapa dirimu sebenar nya, dan apa tujuan kamu menculik aku" Tanya Anya sambil berteriak.


"Dengar!! Jangan banyak bertanya, sekarang makan lah" Jawab pria tersebut sambil membuka ikatan ditangan nya Anya.


"Jadilah anak penurut kalau kamu ngga mau lebih sengsara dari ini" Kata Pria tersebut sambil keluar kamar lalu menutup pintu rapat-rapat dan mengunci nya dari luar.

__ADS_1


Anya pun cuma bisa menangis, dia membuka ikatan di kaki nya lalu mengambil tas nya yang tergeletak di lantai, Anya pun mengambil ponsel dan hendak ngabarin Mulan, tapi sayang ponsel Anya mati karena kehabisan baterai.


"Aaarrggghhhh, kenapa! Kenapa disaat seperti ini kamu tidak berguna, hik,,,hik,,," Teriak Anya sambil nangis tangan nya menggenggam ponsel nya.


Anya pun terduduk bersimpuh sambil terus-terusan menangis. Dia ingat keluarga nya terutama sang ibu.


"Ibu,,, tolong Adek Bu,hik,,hik,,hik,, Ya Allah datangkan lah penyelamat bagi hambamu ini" Gumam Anya di sela-sela isak tangis nya.


*


*


*


Anggar yang sudah satu jam menunggu Anya di dalam ruang kerja nya, merasa aneh karena Anya belum juga datang, padahal lokasi dari mess ke kantor dekat. Anggar pun berdiri dan berjalan menuju ruang kerja Denis dan Mulan.


Setelah mengetuk pintu dan dipersilahkan masuk, Anggar pun membuka pintu dengan kasar.


"Bisa santai ga sih lo, buka pintu udah kaya di kejar depkoleptor saja" Tanya Denis.


"Mbak kenapa yah Anya tidak masuk kerja? Bukan nya menjawab pertanyaan Denis, Anggar malah bertanya sedikit khawatir kepada Mulan.


"Apa!!! Anya tidak masuk kerja" Mulan pun kaget dan sedikit berteriak. "Jadi,,,,jadi Anya tidak ada di kantor? dikamar juga ngga ada? Apa,, Anya sakit yah? Mulan pun khawatir setelah mendengar kalau Anya tidak ada di kantor.


"Udah di cek di kamar nya belum.mbak? Tanya Denis.


"Biasa nya kan pagi-pagi Anya selalu gedor pintu kamar mbak, tapi pagi tadi ngga ada, terus mbak gedor pintu kamar dia ngga ada jawaban juga" Jawab Mulan.


"Apa Anya pingsan di kamar yah mbak? Kata Denis sambil berpikir dan juga hawatir. "Gimana kalau sekarang kita balik ke mess, kita cek ke kamar nya? Kata Denis sambil memberes kan berkas-berkas yang ada di atas meja.


"Ya sudah kalau gitu kita izin aja dulu, nanti kalau udah pasti dengan keadaan Anya kita balik lagi ke kantor" Mulan pun memberikan saran lalu pergi meninggalkan ruangan nya.


"Yang di katakan mbak bener, kalau gitu aku juga ikut" Kata Anggar yang langsung mengikuti langkah Mulan dan Denis.


⭐. ⭐. ⭐. ⭐


***Aku pun ga enak hati kalau belum up itu🤭


Biar hati ku enak kasih setangkai mawar atau segelas kopi yah besti.


Hari ini senin seperti biasa yah bestie vote nya. Mode maksa🤣

__ADS_1


Makasih all yang sudah mampir di karya recehan nya aku


Love u all😘***


__ADS_2